Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka

- Reporter

Thursday, 8 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Upaya mendorong petani di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan air untuk tetap produktif sepanjang tahun mulai dilakukan di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Yayasan Flores Children Development (FREN) bersama PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelar seremoni penanaman perdana proyek HORTI THE BEST atau Hortikultura Berdaya, Edukatif, Sejahtera, dan Tangguh, bersama Kelompok Tani Saing Toma Wair di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kamis (8/10/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang selama ini belum produktif akibat keterbatasan sumber air. Melalui pemanfaatan irigasi air tanah, petani didorong agar tidak hanya bergantung pada musim hujan.

Project Manager FREN, Maria M. Pelapadi, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kerja sama dengan PLN untuk mendorong petani agar dapat bertani secara produktif sepanjang tahun.

“Ini sebenarnya stimulan kerja sama kami dengan PLN untuk bagaimana mendorong petani di sini untuk mereka produktif sepanjang tahun,” kata Maria.

Menurut dia, kondisi wilayah Desa Hoder yang cukup kering membuat sebagian petani hanya dapat mengandalkan pertanian selama beberapa bulan dalam setahun.

“Di sini daerah kekeringan, di musim kemaraunya sangat kering sekali. Banyak sekali lahan tidur dan dalam setahun itu petani produktif mungkin empat sampai lima bulan saja. Setelah itu mereka tidak bisa apa-apakan karena pertanian yang dijalankan di sini tergantung dari hujan,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PLN memberikan dukungan berupa pembangunan sumur bor hingga kedalaman 115 meter dan penyediaan jaringan listrik 5.500 VA. Program tersebut juga dilengkapi dengan bak penampung air berukuran 3 x 3 x 2 meter serta bantuan bibit hortikultura.

Maria menjelaskan, tidak seluruh kebutuhan program berasal dari PLN. Yayasan FREN bersama masyarakat juga ikut mengambil bagian, termasuk dalam pemasangan jaringan perpipaan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

“Untuk yang lain-lain memang kami bersama masyarakat. Untuk instalasi pipa, kami yang melakukan pengadaan, sementara masyarakat sendiri yang melakukan instalasinya,” katanya.

FREN juga menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Sikka untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani, terutama karena sistem pertanian menggunakan irigasi air tanah merupakan pengalaman baru bagi para petani setempat.

“Ini pengalaman pertama untuk kelompok tani di sini. Jadi bagaimana bertani dengan menggunakan irigasi air tanah itu seperti apa. Dari Dinas Pertanian sudah memberikan pelatihan dan bimbingan, termasuk dari penyuluh pertanian,” ujar Maria.

Namun, pelaksanaan program tersebut tidak langsung berjalan mulus. Proses pengoperasian pompa sempat mengalami kendala teknis selama hampir tiga bulan.

Maria menuturkan, saat sumur bor diuji menggunakan genset milik vendor, air dapat keluar dengan debit yang besar. Persoalan muncul ketika sistem menggunakan jaringan listrik yang telah disiapkan.

“Kami sempat putus asa. Ketika air menggunakan genset vendor keluar, tetapi ketika menggunakan listrik tidak keluar,” katanya.

PLN kemudian melakukan evaluasi dan meningkatkan kapasitas listrik dari 3.500 VA menjadi 5.500 VA. Namun, persoalan belum juga terselesaikan.

“PLN sempat membawa genset mereka yang sekitar 8.000 watt, tetapi tetap tidak bisa. Ternyata genset dari vendor itu 20.000 watt. Setelah dilihat, ternyata antara alat pompanya dengan listriknya tidak sama,” jelas Maria.

Persoalan tersebut akhirnya diselesaikan dengan mengganti pompa dengan perangkat yang sesuai dengan kapasitas listrik yang tersedia.

“Setelah dibeli lagi yang baru dan diganti, ternyata bisa. Itu hampir dua setengah bulan, mendekati tiga bulan,” ujarnya.

Saat ini, lahan percontohan yang dikelola kelompok tersebut memiliki luas sekitar setengah hektare. Dari total 15 anggota Kelompok Tani Saing Toma Wair, sebanyak sembilan orang aktif mengelola lahan tersebut.

Enam anggota lainnya belum bergabung secara maksimal karena lokasi lahannya masih membutuhkan akses jaringan pipa dan infrastruktur pendukung.

Para petani menanam berbagai komoditas hortikultura, antara lain terung, tomat, cabai, pare, kangkung, sawi, kacang panjang, hingga bawang.

Ketua Kelompok Tani Saing Toma Wair, Martina Bunga, mengatakan para anggota berharap keberadaan fasilitas air dan listrik dapat membuat kelompok tetap produktif sekaligus membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

“Harapan ke depannya kelompok ini tetap hidup, berjalan maksimal. Kemudian dari tanaman yang ada, hasil yang ada, bisa membantu ekonomi keluarga dan kehidupan rumah tangga selanjutnya,” kata Martina.

Maria menambahkan, keberlanjutan program sangat bergantung pada kekompakan dan tanggung jawab anggota kelompok. Salah satunya terkait kebutuhan listrik untuk mengoperasikan pompa.

“Mereka punya tanggung jawab, terutama terkait pulsa listrik yang harus selalu ada. Jadi kerja tim dalam kelompok itu penting,” katanya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, hasil pertanian kelompok tersebut diharapkan dapat masuk ke pasar lokal dan mendukung berbagai program pemerintah di Kabupaten Sikka.

Maria mengatakan kelompok diarahkan untuk menanam berdasarkan kebutuhan pasar sehingga produksi tidak sekadar dilakukan tanpa mempertimbangkan nilai jual.

“Prinsipnya menanam horti ini melihat kebutuhan pasar, permintaan pasar, jadi tidak asal tanam. Ketika kita menanam dan nilai pemasarannya atau nilai jualnya bagus, itu bisa mendukung penghasilan keluarga,” ujarnya.

Ia bahkan berharap pengembangan lahan dapat diperluas apabila program percontohan tersebut berhasil.

“Harapan saya kalau bisa ada pengembangan, karena memang ada lahan-lahan yang sudah disiapkan,” katanya.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada PLN dan Yayasan FREN yang telah mendukung pengembangan pertanian hortikultura di Desa Hoder.

Menurutnya, kebun percontohan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mengembangkan lahan pertanian mereka.

“Ini menjadi contoh dan motivasi untuk kelompok masyarakat untuk bisa mengembangkan, bisa berproduksi di lahan mereka untuk bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Simon.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PLN dan Yayasan FREN yang telah mendorong masyarakat meningkatkan produktivitas lahan.

Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajamen Pelanggan PLN, I Made Agus Dwi Putra mengatakan dukungan terhadap program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik untuk sektor pertanian.

“Harapan kami ke depan kegiatan ini bisa berhasil dan bisa menjadi contoh untuk masyarakat lainnya untuk pengembangan tanaman hortikultura dengan pompanisasi yang berbasis energi listrik,” katanya.

Menurut dia, pemanfaatan energi listrik tidak hanya dapat dikembangkan untuk tanaman hortikultura, tetapi juga berpotensi mendukung komoditas pertanian lainnya.

“Ke depan bisa dikembangkan produk-produk pertanian lainnya seperti buah naga, peningkatan produktivitas pala ataupun yang lainnya yang bisa semakin kita tingkatkan produktivitasnya dengan hadirnya energi listrik,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tanam perdana program HORTI THE BEST ini yakni Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, I Made Agus Dwi Putra, Manager UP3 Flores Bagian Timur, Eko Riduwan, Plt.Kadis Pertanian Sikka, Inosensius Siga, Ketua Yayasan FREN, Bonaventura Kowan Kornelis, Project Manager FREN, Maria M. Pelapadi, perwakilan PLN Flores Bagian Timur, Sekdes Hoder, Kornelis Erwin, Ketua BPD Hoder, Wilibordus Nong Ipir, penyuluh pertanian, serta Ketua Kelompok Tani Saing Toma Wair, Martina Bunga dan anggota.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka
Sumber Air Mengering, Warga Desa Wolomotong, Sikka Alami Krisis Air Bersih
Warga Dobo Kesulitan Air Pascagempa, PMI Sikka Salurkan Air Bersih, Tandon dan Bantuan Kebutuhan Dasar
NPS Peduli Gelar Donor Darah, Cek Kesehatan dan Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Desa Hoder, Sikka
Perpamsi Bantu Lima Perumda Air Minum di NTT Terdampak Gempa Flores
NU Care-LAZISNU Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Mekeng Detung
PMI Malaka Seberangi Laut Bawa Pengobatan Gratis dan Sembako, Warga Pulau Dambila-Pangabatang Berterima Kasih
Ekspedisi Kemanusiaan PMI Malaka, Baksos Kesehatan dan Bagi Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Desa Koja Doi, Sikka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 06:49 WITA

Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka

Thursday, 8 October 2026 - 06:45 WITA

Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka

Monday, 28 September 2026 - 13:12 WITA

Warga Dobo Kesulitan Air Pascagempa, PMI Sikka Salurkan Air Bersih, Tandon dan Bantuan Kebutuhan Dasar

Monday, 28 September 2026 - 04:24 WITA

NPS Peduli Gelar Donor Darah, Cek Kesehatan dan Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Desa Hoder, Sikka

Saturday, 26 September 2026 - 03:06 WITA

Perpamsi Bantu Lima Perumda Air Minum di NTT Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru