MAUMERE-tajukntt, Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa (FH-UNIPA) Maumere diseret petugas keamanan dari atas panggung teatrikal di sela acara peringatan hari Sumpah Pemuda yang digelar di halaman kampus Unipa Maumere, Rabu, 28/10/2026.
Tiga mahasiwa itu diseret setelah rencana aksi demonstrasi mereka untuk memperjuangkan nasib kaum buruh diketahui petugas keamanan. Peristiwa tersebut merupakan rangkaian aksi teatrikal yang dibawakan mahasiswa Fakultas Hukum Unipa Maumere memperingati hari Sumpah Pemuda ke-98.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang mengusung tema “Secangkir Kopi Sejuta Solusi, Menagih Janji Pemuda untuk Bangsa” ini diisi dengan berbagai atraksi seni serta orasi ilmiah yang dibawakan para mahasiswa dari masing masing fakultas antara lain; Tarian kreasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tarian kreasi dari Fakultas Ilmu Kesehatan, aksi teatrikal dari Fakultas Hukum, pentas lagu perjuangan.
Buktikan Kita Putera Puteri Terbaik

Rektor Unipa Maumere, Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil., MA., dalam orasi ilmiahnya membuka kegiatan mengatakan, tanah air adalah tempat perjumpaan semua makhluk hidup dalam ziarah menuju ‘tanah terjanji’.
Pria yang akrab disapa Gery Gobang itu mengatakan, dunia hari ini sudah kelebihan kata tanpa makna. Semua orang sibuk berkata kata tanpa pernah mendengar kata kata orang lain, tanpa peduli apakah orang lain mendengar. Bahkan tak peduli dengan kata kata sendiri.
Di momen tersebut, Gery Gobang juga menitipkan pesan kepada pemuda pemudi agar memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya untuk meraih cita cita, jangan takut mencoba, jangan mudah menyerah ketika gagal.
“Manfaatkan waktu belajar serta mengembangkan kemampuan untuk membangun masa depan, mengumpulkan pengalaman dan menemukan jati diri. Socrates pernah berujar, di masa kanak kanak jadilah sederhana. Dimasa muda, jadilah penuh energi. Di masa dewasa, jadilah seimbang dan di usia tua, jadilah bijaksana,” ujarnya.

Dikatakan, masih banyak pekerjaan rumah di republik Indonesia yang harus diselsesaikan. Republik ini harus bisa maju dengan kepribadian dalam bingkai kebudayaan sebagai akar yang kokoh. Dengan demikian, tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia sebagai simbol solidaritas dan kemajuan peradaban Indonesia tetap terjaga.
“Saya mengajak kita semua untuk tetap teguh menjadi putera puteri terbaik negeri. Mari kepalkan tangan, make a wish dan bersama kita buktikan bahwa kita adalah masa depan republik ini,” ajaknya.
Tanggungjawab Moril
Sementara itu, Mahasiswi Fakultas Hukum Unipa Maumere, Rovina Selvia Gardia Guna, dimintai komentarnya tentang peringatan Sumpah Pemuda mengatakan, peringatan tersebut menjadi momentum bagi generasi muda bangsa Indonesia khususnya pemuda pemudi di Nian Tana Sikka untuk menunjukan eksistensinya membangun Nian Tana Sikka.
“Bila 98 tahun yang lalu para pemuda pemudi Indonesia bersatu dan berjuang demi kemerdekaan, maka hari ini, kita sebagai pemuda pemudi wajib menjaga asa perjuangan itu dengan mengambil peran untuk mengisi ruang ruang pembangunan di negara kita,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya para pejabat struktural dan fungsional Universitas Nusa Nipa Maumere, para dosen dan tenaga pendidik.
Penulis : Vianey
Editor : redaksi










