MAUMERE-Warga Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, masih bertahan di tenda darurat setelah gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Kondisi itu terutama dialami warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat dihuni.
Penjabat Kepala Desa Iligai, Herlin Ladopowo, S.M., mengatakan berdasarkan pendataan sementara pemerintah desa, terdapat 106 rumah warga yang mengalami kerusakan.
Rinciannya, sebanyak 39 rumah rusak berat, 23 rumah rusak sedang, dan 44 rumah rusak ringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rusak berat itu artinya rumah itu tidak bisa dihuni lagi. Struktur bangunannya rusak,” kata Herlin saat ditemui di Posko BPBD Sikka, Selasa (1/9/2026) pagi.

Herlin menjelaskan, pemerintah desa telah melaporkan kondisi rumah warga kepada BPBD Sikka. Laporan tersebut juga disertai foto kondisi fisik bangunan yang mengalami kerusakan.
Namun, pemerintah desa masih menunggu tim teknis dari BPBD Sikka untuk turun langsung ke Desa Iligai melakukan pemeriksaan dan pemetaan terhadap bangunan yang rusak.
Menurut Herlin, pemeriksaan tersebut diperlukan agar kondisi setiap bangunan dapat dinilai berdasarkan keahlian teknis, termasuk untuk menentukan apakah kerusakan masuk kategori berat, sedang atau ringan.
“Mereka lebih ahli di bidangnya untuk menentukan, ini jenis kerusakannya apa, kerusakannya berat, ringan atau sedang,” ujarnya.
Masih Bertahan di Tenda

Lebih dari dua pekan setelah gempa, warga yang rumahnya rusak berat belum dapat kembali menempati rumah mereka.
Herlin mengatakan warga sementara masih tinggal di tenda yang didirikan di halaman rumah masing-masing.
Dalam satu tenda, kata dia, bisa ditempati dua hingga tiga kepala keluarga (KK).
Sebagian warga lainnya memilih membuat tempat tinggal sementara secara sederhana. Satu pondok darurat bahkan dapat ditempati hingga tiga sampai empat KK.
“Untuk sementara mereka masih tetap berada di bawah tenda karena rumahnya rusak, tidak bisa dihuni lagi,” kata Herlin.
Pemerintah Desa Iligai berharap penanganan terhadap kondisi rumah warga dapat dilakukan lebih cepat sehingga masyarakat bisa kembali tinggal di tempat yang layak.
Warga Butuh Air Tangki
Di tengah kondisi tersebut, persoalan lain yang kini dihadapi warga adalah keterbatasan air bersih.
Herlin datang ke Posko BPBD Sikka pada Selasa pagi untuk mengajukan permohonan bantuan air bersih bagi masyarakat Desa Iligai. Bantuan yang diminta berupa air tangki.
“Iya, warga kekurangan air bersih,” ujarnya.
Herlin mengatakan, sampai saat ini belum ada bantuan air tangki yang diterima masyarakat Desa Iligai.
“Belum, belum sama sekali,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Desa Iligai berharap permohonan bantuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang mendesak bagi warga yang masih bertahan dalam kondisi pascagempa.










