Terdampak Gempa, 39 Rumah di Desa Iligai, Sikka Rusak Berat, Warga Masih Bertahan di Tenda dan Butuh Bantuan Air Bersih

- Reporter

Tuesday, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Warga Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, masih bertahan di tenda darurat setelah gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Kondisi itu terutama dialami warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat dihuni.
Penjabat Kepala Desa Iligai, Herlin Ladopowo, S.M., mengatakan berdasarkan pendataan sementara pemerintah desa, terdapat 106 rumah warga yang mengalami kerusakan.
Rinciannya, sebanyak 39 rumah rusak berat, 23 rumah rusak sedang, dan 44 rumah rusak ringan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rusak berat itu artinya rumah itu tidak bisa dihuni lagi. Struktur bangunannya rusak,” kata Herlin saat ditemui di Posko BPBD Sikka, Selasa (1/9/2026) pagi.

Herlin menjelaskan, pemerintah desa telah melaporkan kondisi rumah warga kepada BPBD Sikka. Laporan tersebut juga disertai foto kondisi fisik bangunan yang mengalami kerusakan.
Namun, pemerintah desa masih menunggu tim teknis dari BPBD Sikka untuk turun langsung ke Desa Iligai melakukan pemeriksaan dan pemetaan terhadap bangunan yang rusak.

Menurut Herlin, pemeriksaan tersebut diperlukan agar kondisi setiap bangunan dapat dinilai berdasarkan keahlian teknis, termasuk untuk menentukan apakah kerusakan masuk kategori berat, sedang atau ringan.

“Mereka lebih ahli di bidangnya untuk menentukan, ini jenis kerusakannya apa, kerusakannya berat, ringan atau sedang,” ujarnya.

Masih Bertahan di Tenda

Penjabat Kepala Desa Iligai, Herlin Ladopowo, S.M

Lebih dari dua pekan setelah gempa, warga yang rumahnya rusak berat belum dapat kembali menempati rumah mereka.

Herlin mengatakan warga sementara masih tinggal di tenda yang didirikan di halaman rumah masing-masing.
Dalam satu tenda, kata dia, bisa ditempati dua hingga tiga kepala keluarga (KK).

Sebagian warga lainnya memilih membuat tempat tinggal sementara secara sederhana. Satu pondok darurat bahkan dapat ditempati hingga tiga sampai empat KK.

“Untuk sementara mereka masih tetap berada di bawah tenda karena rumahnya rusak, tidak bisa dihuni lagi,” kata Herlin.

Pemerintah Desa Iligai berharap penanganan terhadap kondisi rumah warga dapat dilakukan lebih cepat sehingga masyarakat bisa kembali tinggal di tempat yang layak.

Warga Butuh Air Tangki
Di tengah kondisi tersebut, persoalan lain yang kini dihadapi warga adalah keterbatasan air bersih.

Herlin datang ke Posko BPBD Sikka pada Selasa pagi untuk mengajukan permohonan bantuan air bersih bagi masyarakat Desa Iligai. Bantuan yang diminta berupa air tangki.

“Iya, warga kekurangan air bersih,” ujarnya.

Herlin mengatakan, sampai saat ini belum ada bantuan air tangki yang diterima masyarakat Desa Iligai.

“Belum, belum sama sekali,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Desa Iligai berharap permohonan bantuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang mendesak bagi warga yang masih bertahan dalam kondisi pascagempa.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayinya Digendong Wapres Gibran saat Kunjungan Kerja di RSUD Maumere, Satpam Ini Beri Nama Anaknya Maria Gibrania Melisedo
Dentos HPRP Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana Gempa Flores
Ketum PMI Jusuf Kalla Tanya Kebutuhan Mendesak Pengungsi Sikka, Jawabannya: “Sembako, Pak!”
Kebakaran Lahan Terjadi di Hoder Sikka, Babinsa dan Warga Padamkan Api Pakai Alat Seadanya
Hari Pertama Sekolah Pascagempa di Sikka Tak Langsung Belajar, Siswa Akan Jalani Trauma Healing
Pascagempa, Bantuan Terus Berdatangan, Seberapa Siap Gudang Logistik BPBD Sikka Menampung dan Menyalurkannya?
DPMD Sikka Jadi OPD Pertama yang Lindungi 100 Persen Pegawai Lewat Program ASN Care BPJS Ketenagakerjaan
Rumah Amblas Pascagempa, Warga Kota Uneng, Sikka Bertahan dalam Kekhawatiran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 1 September 2026 - 04:18 WITA

Terdampak Gempa, 39 Rumah di Desa Iligai, Sikka Rusak Berat, Warga Masih Bertahan di Tenda dan Butuh Bantuan Air Bersih

Monday, 31 August 2026 - 15:32 WITA

Bayinya Digendong Wapres Gibran saat Kunjungan Kerja di RSUD Maumere, Satpam Ini Beri Nama Anaknya Maria Gibrania Melisedo

Friday, 28 August 2026 - 04:48 WITA

Dentos HPRP Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana Gempa Flores

Friday, 28 August 2026 - 03:38 WITA

Ketum PMI Jusuf Kalla Tanya Kebutuhan Mendesak Pengungsi Sikka, Jawabannya: “Sembako, Pak!”

Thursday, 27 August 2026 - 15:09 WITA

Kebakaran Lahan Terjadi di Hoder Sikka, Babinsa dan Warga Padamkan Api Pakai Alat Seadanya

Berita Terbaru