MAUMERE-Kepedulian terhadap warga yang terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, datang dari sejumlah pemuda di Desa Hoder, Kecamatan Waigete.
Sejumlah remaja dan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Hoder berinisiatif menggalang dana untuk membantu warga terdampak bencana gempa di Kecamatan Palue.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama sepekan, para pemuda berdiri di jalur utama Trans Maumere-Larantuka dengan membawa spanduk sebagai penanda aksi kemanusiaan. Mereka mengajak pengguna jalan yang melintas untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi warga Palue yang sedang menghadapi dampak bencana.
Aksi tersebut dilakukan secara sederhana. Namun, dari tangan ke tangan, kepedulian warga kemudian terkumpul dan diubah menjadi berbagai kebutuhan yang bisa langsung digunakan oleh masyarakat terdampak.
Koordinator kegiatan, Marianus Benykor Sino, mengatakan aksi tersebut merupakan inisiatif para pemuda Desa Hoder sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Palue.

“Semua yang kami berikan ada uluran kasih dari semua saudara kita yang sempat melibatkan diri lewat pemberian sumbangan dengan hati yang ikhlas untuk saudara kita di Kecamatan Palue,” ujar Bento, demikian ia disapa.
Ia menuturkan, kegiatan penggalangan dana berlangsung selama satu minggu. Dari aksi tersebut, keseluruhan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp3.575.000.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan dasar yang dinilai dapat membantu warga terdampak gempa.
Bantuan yang disiapkan antara lain 24 dos air mineral Aqua, 24 lembar tikar, popok anak, sabun mandi Nuvo, pasta gigi Pepsodent, sikat gigi, Top Kopi Susu, biskuit, makanan ringan, deterjen Rinso Daia, dan susu Indomilk.
Bagi para pemuda, barang-barang tersebut menjadi bentuk nyata dari kepedulian warga yang sebelumnya diberikan dalam bentuk sumbangan.
“Sebagian orang mungkin memberi tidak banyak, tetapi ketika dikumpulkan bersama, akhirnya bisa menjadi bantuan yang bisa kita bawa untuk saudara-saudara kita di Palue,” kata Bento.

Wilibordus Nong Ipir, salah satu inisiator Forum Pemuda Hoder mengungkapkan, aksi tersebut juga bukan hanya tentang mengumpulkan dana. Para pemuda ingin menunjukkan bahwa masyarakat di desa pun dapat mengambil bagian dalam membantu sesama, terutama ketika terjadi bencana.
Ia berharap bantuan yang telah disiapkan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga yang menerimanya.
“Bantuan ini memang sederhana, tetapi ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kami. Kami berharap apa yang kami antar ini bisa sedikit meringankan kebutuhan saudara-saudara kita di Palue,” ujarnya.
Bento mengatakan bantuan tersebut rencananya diantarkan langsung ke Palue pada hari ini. Tujuannya adalah Desa Lidi, khususnya Dusun Natahabi.
“Bantuan tersebut rencananya diantarkan langsung ke Palue pada hari ini, dengan tujuan Desa Lidi, khususnya Dusun Natahabi,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan yang dikumpulkan dari kepedulian warga tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa.
Menurut Bento, meskipun bantuan yang diberikan tidak besar, proses penggalangan dana tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan kebersamaan masyarakat untuk membantu sesama yang sedang menghadapi bencana.
“Semua doa dan harapan dari kami, semoga keikhlasan kami ini bermanfaat bagi saudara kami yang terdampak,” katanya.
Setelah sepekan menggalang dana di jalan, para pemuda Hoder kini telah membawa bantuan tersebut menuju Palue dengan menumpang kapal motor Candityo malam ini.
Mereka berharap uluran kasih warga yang dititipkan melalui aksi tersebut dapat sampai kepada korban bencana yang membutuhkan.










