Temui Warga di Pondok Darurat, Bupati Sikka Serahkan Bantuan dan Minta Tim Teknis Verifikasi Rumah Rusak di Desa Iligai

- Reporter

Thursday, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago turun langsung melihat kondisi rumah warga yang rusak berat akibat gempa bumi di Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Rabu (2/9/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati mendatangi Dusun Hubin dan Dusun Wukak, dua wilayah di Desa Iligai yang sejumlah rumah warganya mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain melihat kondisi bangunan, Juventus juga berdialog dengan warga yang hingga kini masih bertahan di pondok dan tenda darurat karena rumah mereka tidak lagi aman untuk ditempati.

Di hadapan warga, Bupati mengatakan pemerintah akan melakukan pengecekan kembali terhadap rumah-rumah yang telah dilaporkan mengalami kerusakan. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan oleh tim teknis untuk memastikan tingkat kerusakan setiap bangunan.

Menurut Juventus, penilaian secara kasatmata belum tentu sama dengan hasil pemeriksaan teknis. Sebuah rumah yang awalnya dianggap rusak berat oleh warga, misalnya, bisa saja masuk kategori rusak sedang setelah diperiksa oleh tenaga teknis.

“Nanti ada turun lagi, dari dusun, desa, sampai kecamatan. Setelah itu nanti, tim turun. Ada tim atau orang-orang yang memang mau mengecek atau mengurus tentang bangunan,” kata Juventus saat berdialog dengan warga.

Ia mengatakan pemeriksaan diperlukan agar data kerusakan yang menjadi dasar penanganan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kadang-kadang menurut kita itu kan rusak ringan, contoh. Tapi ternyata menurut tata PUPR/PUPW, oh ini rusak sedang. Kan kita kan tidak mengerti, toh?” ujarnya.

Karena itu, Juventus meminta proses verifikasi dilakukan secara berjenjang dan melibatkan pemerintah di tingkat paling bawah.

39 Rumah Rusak Berat

Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Desa Iligai, terdapat 106 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Dari jumlah tersebut, 39 rumah tercatat mengalami rusak berat, 23 rumah rusak sedang dan 44 rumah rusak ringan.

Penjabat Kepala Desa Iligai Herlin Ladopowo sebelumnya menjelaskan, rumah yang masuk kategori rusak berat tidak lagi dapat dihuni karena terdapat kerusakan pada struktur bangunan.

“Rusak berat itu artinya rumah itu tidak bisa dihuni lagi. Struktur bangunannya rusak,” kata Herlin saat ditemui di Posko BPBD Sikka, Selasa (1/9/2026).

Data kerusakan tersebut telah dilaporkan pemerintah desa kepada BPBD Sikka. Laporan juga dilengkapi foto kondisi rumah warga.

Namun, pemerintah desa masih menunggu tim teknis turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan pemetaan secara langsung.

Herlin mengatakan verifikasi teknis penting agar pemerintah memiliki data yang lebih akurat sebelum menentukan langkah penanganan terhadap rumah warga yang terdampak.

“Mereka lebih ahli di bidangnya untuk menentukan, ini jenis kerusakannya apa, kerusakannya berat, ringan atau sedang,” ujarnya.

Warga Masih Bertahan di Pondok

Kondisi rumah yang rusak berat membuat sebagian warga Iligai masih bertahan di tenda maupun pondok darurat meski gempa utama telah berlalu lebih dari dua pekan.

Salah satunya Anista, warga Dusun Hubin. Ia masih tinggal di pondok darurat bersama keluarganya setelah rumah mereka roboh saat gempa pertama pada 15 Agustus 2026.

Anista mengatakan saat gempa terjadi, keluarganya masih berada di dalam rumah. Suaminya kemudian membangunkan anggota keluarga dan mereka berlari keluar.

Setelah seluruh anggota keluarga berada di luar rumah, bangunan tersebut roboh.

“Iya, selamat semua sudah di jalan semua,” katanya.

Hingga kini, keluarga Anista masih tidur di pondok darurat. Mereka juga sedang menyiapkan rumah darurat sekitar tiga meter dari rumah yang roboh untuk memindahkan barang-barang.

Rumah sementara itu dibuat menggunakan bahan seadanya, termasuk seng bekas atap rumah yang roboh.

“Iya, rumah darurat karena masih dindingnya dari seng-seng bekas dari atap ini yang dibongkar,” ujar Anista.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga membantu warga membangun kembali rumah yang rusak sehingga mereka dapat kembali tinggal dengan aman.

“Kalau harapan kami mungkin setidaknya ada bantuan dari pemerintah untuk bisa mungkin membangunkan kembali rumah untuk kami bisa menempati,” katanya.

Bawa Bantuan Sembako dan Air Bersih

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sikka juga membawa bantuan sembako dan air bersih bagi warga terdampak gempa.

Bantuan sebanyak 99 paket sembako dan 4 tangki air diberikan kepada warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam dialog dengan warga, Bupati Juventus juga memastikan pemerintah memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang masih terdampak.

Ia mengatakan bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dari pihak ketiga dan swasta.

“Bantuannya baik bantuan yang dari pemerintah, bantuan dari pihak ketiga, dari swasta,” katanya.

Kunjungan Bupati Sikka ke Desa Iligai sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi warga dan rumah yang terdampak gempa.

Bagi warga yang masih tinggal di pondok darurat, kepastian mengenai kondisi rumah dan tindak lanjut pembangunan kembali menjadi hal yang paling mereka nantikan setelah lebih dari dua pekan hidup dalam situasi pascagempa.

Pantauan media ini, hadir mendampingi Bupati Sikka dalam kunjungan ini, Camat Lela, Konstantinus Saru, Kabag Kesra, Yohanes Carolus F.Nong, penjabat kepala Desa Iligai, Herlin Ladopowo dan tim teknis Dinas PU Sikka.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator AWK Dorong Bandara Komodo Berstatus BLU, Bandara di Flores Diminta Diperkuat Hadapi Bencana
Gempa Picu Longsor Tebing di Desa Karakabu, Timbun Sumber Air Bersih dan Bak Air, Ratusan KK Bertahan dengan Sumber Air Darurat
Usai Galang Dana Sepekan, Forum Pemuda Hoder Antar Uluran Kasih Warga untuk Korban Gempa di Palue
Sumber Air Terdampak Pascagempa dan Kemarau, Ratusan KK di Desa Kringa, Sikka Butuh Bantuan Air Bersih
Fenomena Pascagempa Flores, Mata Air yang Hilang Sejak Gempa 1992 Muncul Kembali di Desa Wailamung, Sikka
Terdampak Gempa, 39 Rumah di Desa Iligai, Sikka Rusak Berat, Warga Masih Bertahan di Tenda dan Butuh Bantuan Air Bersih
Bayinya Digendong Wapres Gibran saat Kunjungan Kerja di RSUD Maumere, Satpam Ini Beri Nama Anaknya Maria Gibrania Melisedo
Dentos HPRP Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana Gempa Flores
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 3 September 2026 - 06:00 WITA

Senator AWK Dorong Bandara Komodo Berstatus BLU, Bandara di Flores Diminta Diperkuat Hadapi Bencana

Thursday, 3 September 2026 - 03:42 WITA

Gempa Picu Longsor Tebing di Desa Karakabu, Timbun Sumber Air Bersih dan Bak Air, Ratusan KK Bertahan dengan Sumber Air Darurat

Thursday, 3 September 2026 - 00:27 WITA

Temui Warga di Pondok Darurat, Bupati Sikka Serahkan Bantuan dan Minta Tim Teknis Verifikasi Rumah Rusak di Desa Iligai

Wednesday, 2 September 2026 - 14:47 WITA

Usai Galang Dana Sepekan, Forum Pemuda Hoder Antar Uluran Kasih Warga untuk Korban Gempa di Palue

Wednesday, 2 September 2026 - 04:57 WITA

Sumber Air Terdampak Pascagempa dan Kemarau, Ratusan KK di Desa Kringa, Sikka Butuh Bantuan Air Bersih

Berita Terbaru