Fasilitas dan Nakes Puskesmas Kojagete Masih Kurang, Kadinkes Sikka: Harus Bersabar, Ini Bertahap

- Reporter

Monday, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus

 

MAUMERE-Pemerintah Kabupaten Sikka mengakui masih banyak fasilitas pendukung yang belum tersedia di Puskesmas Kojagete, Desa Kojagete, Kecamatan Alok Timur, Nusa Tenggara Timur. Namun, pemenuhan fasilitas tersebut disebut tidak bisa dilakukan sekaligus karena Puskesmas Kojagete merupakan fasilitas kesehatan yang baru berdiri dan proses penataannya masih berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan penataan sumber daya manusia maupun pemenuhan fasilitas di Puskesmas Kojagete dilakukan secara bertahap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petrus menyampaikan hal itu saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Senin (7/9/2026) pagi, ketika dimintai tanggapan mengenai kondisi Puskesmas Kojagete yang masih kekurangan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung.

Menurut Petrus, Puskesmas Kojagete bersama Puskesmas Wualadu di Kecamatan Doreng merupakan dua puskesmas baru hasil pemekaran dari fasilitas kesehatan sebelumnya. Puskesmas Kojagete merupakan pemekaran dari Puskesmas Teluk, sedangkan Puskesmas Wualadu merupakan pemekaran dari Puskesmas Habibola.

Dalam prosesnya, kedua puskesmas tersebut baru mendapatkan status operasional dari Kementerian Kesehatan pada Oktober 2025.

“Untuk dua Puskesmas ya, Puskesmas Kojagete dan Puskesmas Wualadu itu kita punya Puskesmas baru. Wualadu pemekaran dari Puskesmas Habibola, Kojagete pemekaran dari Puskesmas Teluk,” kata Petrus.

Karena merupakan puskesmas baru, kata dia, pemerintah harus melakukan penataan terlebih dahulu, terutama menyangkut sumber daya manusia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka telah mengusulkan penempatan tenaga kesehatan kepada Bupati Sikka pada Juni 2026. Usulan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan kluster pelayanan di masing-masing puskesmas.

“Dalam perjalanan kita apa namanya, diskusi dengan Kementerian Kesehatan, maka dua Puskesmas ini operasionalnya oleh Kementerian Kesehatan di bulan Oktober 2025. Sehingga selanjutnya itu harus ada yang pertama penataan sumber daya manusia,” ujarnya.

“Untuk penataan sumber daya manusia, kita sudah usulkan ke Pak Bupati itu di bulan Juni untuk penempatan-penempatan sesuai dengan kebutuhan dan kluster di dua Puskesmas, baik Wualadu maupun Kojagete,” sambung Petrus.

Fasilitas Dipenuhi Bertahap

Puskesmas Kojagete, salah satu fasilitas publik di Desa Kojagete yang belum memiliki penerangan listrik memadai. Foto: Mario Sina.

Mengenai berbagai kekurangan fasilitas yang ditemukan di Puskesmas Kojagete, Petrus meminta masyarakat bersabar.

Menurut dia, status Puskesmas Kojagete yang sudah definitif menjadi dasar bagi pemerintah untuk secara bertahap melengkapi fasilitas pendukung yang dibutuhkan.

“Kemudian soal fasilitas kesehatan, ya saya harus katakan bersabar karena ini bertahap,” kata Petrus.

“Sehingga karena sudah definitif dua Puskesmas ini, maka selanjutnya fasilitas pendukung lainnya pasti dipenuhi tapi kita butuh waktu,” ujarnya.

Petrus mengatakan Dinas Kesehatan juga telah mengusulkan sejumlah kebutuhan fasilitas pendukung kepada Kementerian Kesehatan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK).

Selain fasilitas di dalam gedung, pemerintah juga sedang mengupayakan dukungan transportasi laut untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Ia menyebut Puskesmas Teluk dan Puskesmas Kojagete diharapkan mendapat dukungan Puskesmas Keliling (Pusling) laut atau perairan.

“Memang untuk fasilitas-fasilitas kita sementara kita upayakan. Dan memang untuk fasilitas pendukung dan lainnya itu kan kita sudah usulkan dengan Kementerian Kesehatan melalui dana DAK,” katanya.

“Untuk informasi untuk kepulauan ya untuk ke Puskesmas Teluk dengan Puskesmas Kojagete, mudah-mudahan kita direspon untuk apa namanya, Pusling laut/perairan untuk melayani dua Puskesmas,” lanjut Petrus.

Dukungan serupa juga sedang diupayakan untuk Puskesmas Palue.

“Dan kita upayakan untuk Pulau Palue juga sama, mudah-mudahan memiliki apa, Puskesmas perairan didukung oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Kebutuhan Nakes Harus Sesuai Kategori Puskesmas

Petrus mengatakan penataan tenaga kesehatan tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama untuk semua puskesmas. Kebutuhan tenaga harus disesuaikan dengan kategori dan karakteristik pelayanan.

Puskesmas rawat inap, misalnya, memiliki kebutuhan tenaga yang berbeda dengan puskesmas rawat jalan. Demikian pula puskesmas yang berada di wilayah perkotaan memiliki kebutuhan berbeda dengan puskesmas di wilayah pedalaman dan kepulauan.

“Nanti coba kita akan evaluasi dan kita ajukan kembali untuk yang penataan yang pertama yang harus dilakukan sumber daya manusia-nya itu nakes dan tenaga medis,” kata Petrus.

“Sehingga kita akan ajukan kembali ke Pak Bupati sehingga penataan ke depannya itu kita sesuai dengan kebutuhan di satu Puskesmas yang namanya Puskesmas Rawat Jalan itu beda dengan Puskesmas Rawat Inap, dan jumlah karyawan-nya juga berbeda,” ujarnya.

Untuk Puskesmas Kojagete sendiri, kata Petrus, kategorinya merupakan Puskesmas rawat inap yang sedang berjalan. Karena itu, kebutuhan tenaga idealnya mencakup sejumlah jenis tenaga kesehatan, mulai dari dokter, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, sanitarian, farmasi, apoteker hingga tenaga gizi.

Ia menyebut kebutuhan tenaga di luar jejaring Puskesmas Kojagete seharusnya sekitar 35 orang.

Petrus menuturkan, selain Puskesmas Kojagete, sejumlah puskesmas lain juga masih mengalami kekurangan tenaga, di antaranya Tuanggeo, Teluk, Tanarawa, Mapitara, Habibola, Feondari dan Lekebai.

Petrus mengatakan kondisi geografis setiap wilayah harus menjadi pertimbangan dalam penataan tenaga kesehatan.

“Rawat jalan kota beda dengan rawat jalan pedalaman,” katanya.

Ia juga mengatakan, Dinas Kesehatan Sikka juga sedang mengupayakan agar kedua puskesmas baru tersebut dapat memperoleh dukungan dana operasional secara langsung melalui mekanisme Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

“Dan kita lagi berusaha untuk ke penyesuaian Kementerian agar dua Puskesmas ini mendapat dana akses dana BOK langsung dari Kementerian, sehingga operasional Puskesmas itu langsung di-cover di dana DAK Non Fisik melalui BOK,” kata Petrus.

Ia mengatakan penataan SDM tidak hanya dilakukan untuk Kojagete dan Wualadu, tetapi akan dievaluasi pada seluruh puskesmas di Kabupaten Sikka.

“Untuk penataan SDM-SDM dua Puskesmas dan semua Puskesmas kita sedang upayakan untuk mengajukan ke Pak Bupati, mudah-mudahan penataan ke depan lebih baik lagi sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa optimal,” ujarnya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota
Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing
Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga
Berstatus Desa Tertinggal, Warga Desa Kojagete, Sikka Masih Pakai Lampu Pelita, Kades Malik: Kami Diminta Bersabar oleh Pemerintah
Warga Pulau Dambila, Sikka Harus Seberangi Laut Cari Air, PMI Siapkan Respon Bantu Air Bersih
Tak Punya Sumber Air Bersih, Warga Pulau Dambila Menyeberangi Laut untuk Beli Air di Desa Kojagete, Sikka
Bupati se-Indonesia Bersolidaritas untuk Sikka, Bupati Juventus: Ini Bukan Sekadar Bantuan, tapi Kekuatan Moral
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 11:26 WITA

Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi

Monday, 7 September 2026 - 10:24 WITA

Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota

Monday, 7 September 2026 - 08:43 WITA

Fasilitas dan Nakes Puskesmas Kojagete Masih Kurang, Kadinkes Sikka: Harus Bersabar, Ini Bertahap

Monday, 7 September 2026 - 02:54 WITA

Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing

Monday, 7 September 2026 - 00:04 WITA

Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga

Berita Terbaru