MAUMERE-TAJUKNTT-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka mengambil langkah proaktif dalam memetakan masalah banjir di wilayah perkotaan. Di bawah guyuran hujan deras pada Sabtu (7/2/2026) siang, tim teknis turun ke lapangan untuk melakukan survei langsung terhadap kinerja saluran drainase di Kota Maumere.
Langkah “jemput bola” ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, S.T., M.Eng, didampingi Sekretaris Dinas, Gaudensius Nong Pio, S.T., M.T, beserta tim teknis. Survey teknis ini untuk melihat secara riil ke mana arah aliran air dan di mana titik sumbatan terjadi saat debit air sedang tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim menyisir sejumlah segmen krusial yang selama ini menjadi langganan genangan dan limpasan air, di antaranya: pertigaan Kantor Kemenag – Eltari Atas – Rujab DPRD Sikka, Jembatan Budi Luhur – Jalan Wairklau (Pertigaan PLN), Area Pos Kupang – Jalan Anggrek – Tugu Mof Eltari. Lingkar Waidoko – Kapela Wolonmaget, hingga Simpang Lima Lingkar Luar. Khusus di Jalan Wairklau ditemukan saluran drainase tidak menerus , pada beberapa bagian tidak terdapat saluran drainase.
Kepala Dinas PUPR Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, menjelaskan bahwa pengecekan ini meliputi kondisi fisik saluran, kapasitas tampung, hingga hambatan yang mengganggu kelancaran arus. Berdasarkan pantauan mata, ditemukan fakta memprihatinkan yang memicu luapan air ke jalan raya.
“Kami menemukan beberapa penyebab utama. Masalah klasik seperti tumpukan sampah di dalam selokan masih mendominasi, ditambah dengan sedimentasi yang tinggi. Akibatnya, kapasitas saluran menyusut dan tidak mampu menampung debit air saat intensitas hujan meningkat,” ungkap Margaretha.
Hasil survei saat hujan ini tidak akan sekadar menjadi catatan di atas kertas. Dinas PUPR Sikka akan menjadikannya basis data evaluasi teknis untuk menentukan prioritas penanganan.
Rencana jangka pendek mencakup pembersihan massal (normalisasi) saluran dan pembongkaran titik sumbatan yang dinilai darurat. Margaretha berharap, dengan penanganan yang terukur dan terencana, fungsi drainase perkotaan dapat segera kembali optimal guna meminimalkan risiko banjir bagi masyarakat Kota Maumere.








