MAUMERE-tajukntt, BRI Cabang Maumere menggelar buka puasa bersama karyawan dan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI), Rabu, 11/03/2026. Acara yang digelar di Kantor Branch Office BRI Maumere ini menghadirkan Ustad Muhammad Iksan Wahab yang membawakan tausyiah Ramadhan.
Kepala BRI Cabang Maumere, I Nyoman Slamet Destrawan, dalam sambutannya mengungkapkan momen Ramadhan dan kegiatan berbuka puasa bersama menjadi kesempatan berharga untuk merajut kebersamaan serta mempererat hubungan persaudaraan di lingkungan kerja.
Menurutnya, bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang mengajarkan setiap insan untuk mampu mengendalikan diri serta meningkatkan toleransi antarumat beragama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melihat tingkat toleransi di NTT tidak jauh beda dengan di tempat asal saya di Bali. Sama-sama saling menghargai meski memiliki latar belakang agama yang berbeda. Saya berharap di lingkup BRI cabang Maumere juga sama. Tetap kompak dan saling menghargai,” kata Destrawan.
Dengan diadakan buka bersama, ia berharap seluruh anggota lingkup kerja BRI semakin memperkuat kekompakan tim serta mempererat tali persaudaraan.
Bersyukur Dalam Hidup

Ustadz Muhammad Iksan Wahab dalam tausyiahnya menekankan bahwa Ramadhan adalah momen penting untuk menumbuhkan empati, solidaritas, dan kasih sayang antar sesama.
Ia mengingatkan bahwa Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun, dan selalu menerima hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri.
“Perselisihan antar individu dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Tuhan, sehingga penting bagi setiap orang untuk selalu berprasangka baik kepada sesama,” kata Ketua MUI Kabupaten Sikka itu.
Ia mengajak seluruh peserta di lingkup kerja BRI Cabang Maumere untuk membangun empati melalui ibadah yang dilakukan dengan kesadaran hati, bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban.
“Puasa mengajarkan nilai pengendalian diri, bagaimana seseorang mampu menahan lapar dan dahaga selama satu hari penuh sebagai bentuk latihan spiritual dan kedisiplinan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan ibadah, baik dalam menjaga waktu berbuka puasa, berpuasa, maupun melaksanakan shalat.

Meskipun dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pekerjaan, rutinitas sering kali menimbulkan kejenuhan, namun jika segala aktivitas diserahkan kepada Tuhan, maka setiap langkah akan mendapat tuntunan.
Di akhir tausyiah, ia mengingatkan pentingnya sikap bersyukur dalam kehidupan. Dengan bersyukur, seseorang akan merasakan ketenangan dan kenyamanan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menahan amarah selama bulan puasa, karena menurutnya kemarahan dapat menghilangkan nilai kesabaran yang selama ini telah diusahakan melalui pengendalian diri, terutama di bulan suci Ramadhan.
Penulis : Margaretha
Editor : redaksi
Sumber Berita : daerah










