JAKARTA, TAJUKNTT – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta pada Selasa (14/4/2026) pagi. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) RI, Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si., guna membahas percepatan infrastruktur transportasi di Kabupaten Sikka.
Dalam dialog tersebut, Bupati Juventus memaparkan tiga agenda prioritas yang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Nian Sikka. Fokus utama pertemuan ini adalah menindaklanjuti rencana pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Aewige di Desa Mbengu, Kecamatan Paga. Bupati menegaskan bahwa pelabuhan ini merupakan kunci konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Merespons usulan tersebut, Wamenhub Suntana menyampaikan kabar baik bahwa pembangunan Pelabuhan Aewige telah masuk dalam tahapan perencanaan. Pembangunan Tahap I dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 15 miliar.
“Pembangunan Pelabuhan Aewige bukan sekadar infrastruktur dasar, melainkan urat nadi ekonomi baru yang akan membuka akses distribusi hasil bumi, kelautan, dan pariwisata di wilayah Paga dan sekitarnya,” ujar Bupati Juventus.
Bupati Sikka juga menyampaikan, terkait pembangunan Pelabuhan Aewige, Pemkab Sikka telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 3 miliar untuk pembebasan lahan akses dan terminal darat.
Selain pelabuhan, pada kesempatan itu, Bupati Sikka juga menyodorkan proposal terkait usulan permohonan pengadaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) pada lingkar jalan negara dan jalan provinsi. Bupati menekankan bahwa minimnya penerangan di sejumlah titik jalan di Kabupaten Sikka menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan pada malam hari.
Sebagai langkah cepat di tahun 2026 ini, Kemenhub berkomitmen memberikan dukungan langsung berupa pemasangan 15 unit PJU tenaga surya yang akan direalisasikan tahun ini dan dukungan pembuatan fasilitas Zebra Cross di area tepi jalan untuk 5 sekolah di Kota Maumere guna menjamin keselamatan siswa.
Agenda ketiga yang diperjuangkan adalah transformasi sistem lalu lintas. Bupati Sikka mengajukan proposal perbaikan sekaligus pengalihan sistem Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) konvensional menuju APIL SMART.
Langkah ini diambil mengingat banyaknya titik traffic light di Kota Maumere yang mengalami kerusakan teknis. Dengan sistem Smart Traffic Light, pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara otomatis berbasis sensor kepadatan.
“Kondisi beberapa lampu merah kita sudah usang. Kita ingin beralih ke teknologi yang lebih cerdas (SMART) agar manajemen lalu lintas di Sikka jauh lebih modern, efisien, dan terpantau dengan baik,” ungkap Bupati Sikka.
Penulis: Mario WP Sina
Editor: Redaksi.








