Puluhan Tahun Krisis Air, SMPN 1 Talibura, Sikka Akhirnya Punya Sumur Bor untuk Sekolah dan Warga: Bantuan Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir

- Reporter

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Pose bersama usai pengguntingan pita peresmian bantuan air bersih untuk SMPN 1 Talibura, Rabu (6/5/2026). Foto: Mario WP Sina.

Keterangan foto: Pose bersama usai pengguntingan pita peresmian bantuan air bersih untuk SMPN 1 Talibura, Rabu (6/5/2026). Foto: Mario WP Sina.

 

 

MAUMERE, TAJUKNTT-Penantian panjang bertahun-tahun bagi warga SMP Negeri 1 Talibura, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, akhirnya berakhir manis. Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir secara resmi menghadirkan fasilitas air bersih berupa sumur bor untuk mengatasi krisis air kronis yang telah mendera sekolah tersebut sejak pertama kali berdiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantuan kemanusiaan ini tidak main-main. Selain sumur bor sedalam 80 meter, pihak yayasan juga membangun tandon air berkapasitas 5.000 liter, 14 tugu keran yang tersebar di setiap kelas dan toilet, serta fasilitas wastafel di halaman sekolah.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sukarelawan Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir, Mrs.LaDawn Turley Setad, Mr. Daniel Waiyne Stead, didampingi Kepala SMP Negeri 1 Talibura, Siti Nuraini Ajid, S.Pd, M.Pd, Manajer Kemanusiaan Yayasan, Yos Enos Kusumo, PIC Frans Roga, serta pihak kontraktor pelaksana, Gregorius Wangge. Acara ini disaksikan dengan haru oleh para guru, siswa, tokoh masyarakat, dan orang tua murid.

Perjuangan Kepala Sekolah Menembus Kebuntuan

Keterangan foto: Dari kiri ke kanan kontraktor pelaksana, Greg Wangge, Manajer Kemanusiaan Yayasan, Yos Enos Kusumo dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Talibura, Siti Nuraini Ajid, S.Pd, M.Pd saat mencoba fasilitas bantuan air bersih, Rabu (6/5/2026).

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Talibura, Siti Nuraini Ajid, S.Pd, M.Pd, menceritakan kembali awal mula perjuangannya. Saat pertama kali menjabat pada tahun 2020, ia mendapati kenyataan bahwa sekolah yang ia pimpin sama sekali tidak memiliki akses air bersih.

“Setelah saya bertanya kepada teman-teman guru yang lain bahwa memang sejak berdirinya sekolah ini, kami belum memiliki fasilitas air bersih. Jadi tidak kami miliki selama 45 tahun,” ungkap Siti Nuraini dengan nada haru.

Ia pun mengisahkan upayanya mengajukan bantuan ke Pemkab Sikka melalui Dinas PU pada tahun 2020 dan 2021, namun menemui jalan buntu. Tak menyerah, ia bahkan berangkat ke Kantor PU NTT di Kupang dengan biaya pribadi. Meski dijanjikan akan ada survei, namun kabar tak kunjung datang hingga bertahun-tahun kemudian.

Titik terang muncul pada tahun 2024, ketika Frans Berek, Koordinator Flores Timur, menghubunginya melalui pesan singkat.

“Beliau menanyakan kepada saya, apakah kakak bersedia, jika yang memberikan sumbangan itu dari Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir? saya mengatakan saya bersedia. Setelah itu, saya berdiskusi dengan teman-teman guru, semua menyambut dengan penuh bahagia dan alhamdulilah di tahun 2025 terjadi pengeboran air dan kami mulai menikmati air sumur bor di Januari 2026,” jelasnya.

Kini, air dari kedalaman 80 meter tersebut telah mengalir lancar. Manfaatnya pun meluas hingga ke luar pagar sekolah. Tercatat ada sekitar 10 rumah guru di sekitar sekolah yang telah tersambung instalasi pipa, sementara warga sekitar juga diperbolehkan mengambil air baik melalui selang maupun jerigen.

“Airnya sangat berlimpah dan kami juga sudah mulai menanam dan sekolah sudah bisa menanam bunga dan akan membuat kebun sekolah. Kami disini ada 297 siswa dengan guru dan tenaga kependidikan sejumlah 27 orang,” tutur Siti.

Ia menambahkan bahwa jika sebelumnya mereka hanya mengandalkan sistem tadah hujan untuk berkebun, kini anak-anak sudah bisa menyiram tanaman setiap hari melalui keran yang ada di depan kelas.

“Kami merasa bahagia ternyata sumbangan air bersih ini dapat dinikmati oleh seluruh warga sekolah dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Kondisi ini kontras dengan masa lalu. Feliyanti, salah satu guru, menceritakan kondisi mereka dulu yang harus menggunakan air irigasi yang terkontaminasi.

“Sebelumnya, kami mengambil air sumur di sebelah bawah sekolah, kami juga memakai air dari saluran irigasi yang biasa tercampur dengan sampah maupun bangkai, air itu kami gunakan untuk cuci dan mandi. Selama untuk air minum kami harus menempuh perjalanan 7 KM untuk mengambil air di Sumber Air Blawuk di Desa Watuomok,” kenang Feliyanti.

Misi Kemanusiaan Tanpa Sekat Perbedaan

Manajer Kemanusiaan Yayasan, Yos Enos Kusumo, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian anggota jemaat mereka di seluruh dunia. Ia mengaku sangat tersentuh dengan kondisi SMPN 1 Talibura.

“Kami dengar selama 45 tahun, mereka tidak memiliki air bersih, itu sangat menyentuh kami. Kami sangat bangga dengan anggota gereja kami yang memberikan sedikit rejeki mereka dari kekurangan mereka juga untuk saudara dan saudari kami khususnya di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Enos menekankan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas agama maupun latar belakang. “Pihaknya sangat ingin membantu lebih banyak lagi, karena kami tahu bahwa walaupun kita berbeda pulau, walaupun kita berbeda agama, dan latar belakang, kita masih tetap bersaudara,” tambahnya.

Ia menitipkan pesan agar fasilitas ini dijaga dengan baik demi generasi mendatang. “Pesan kami hanya satu, setelah 45 tahun menunggu air, ini adalah kesempatan yang luar biasa, harapan kami beberapa tahun ke depan, anak dan cucu kita yang akan bersekolah di sini, bisa merasakan hal yang sama. Kami ingin mereka bisa merasakan kesegaran air yang bapak ibu rasakan, kami tidak ingin mereka kekurangan air, cukup kita yang merasakan dan selanjutnya kita berikan kebaikan kepada mereka,” tegas Enos.

Senada dengan Enos, Mr. Daniel Waiyne Stead, sukarelawan asal Amerika Serikat, menyampaikan rasa terima kasih atas keramahan warga Sikka. Ia menekankan pentingnya berbagi keberkatan.

“Saya diajarkan oleh salah satu orang yang lebih tua dari pada saya beberapa tahun lalu bahwa ketika seseorang membantu anda dan mendidik anda, anda memiliki tanggung jawab untuk belajar dari didikan itu dan untuk membagikan kepada orang lain. Semua guru-guru anda melakukan itu, suatu saat nanti mungkin murid-murid menjadi guru di sini, anda bisa memberkati generasi-generasi selanjutnya,” pesan Daniel.

Ia juga menyemangati para siswa untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin. “Kepada para siswa SMPN 1 Talibura, pengetahuan adalah kekuatan. Semakin banyak anda belajar, semakin banyak kebaikan yang anda bisa lakukan untuk dunia. Saya berharap para siswa terus belajar,” pungkasnya menutup sambutan.

 

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Mr. Daniel Stead untuk Siswa SMPN 1 Talibura, Sikka: Pengetahuan Adalah Kekuatan, Bagikan Kebaikan untuk Dunia
PT FTF Globalindo Bantah Isu Gaji Rendah, Pastikan Kesejahteraan Jukir di Sikka Terjamin
Ada Desa Nol Persen Setoran PBB, Wabup Sikka Ingatkan PJ Kades Jangan Asal Kerja
Kareg SPPG NTT Validasi Data Penerima Manfaat Program MBG di Sikka
Sistem Parkir Berbasis Digital Mulai Diterapkan di 24 Titik Kota Maumere
Kareg SPPG NTT Kunjungi SMPK Alvarez Paga, Sikka, Dorong Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Dukung Program MBG
Bantuan Sumur Bor Hadir di SDI Watuwekak, Kepsek Antonia: Anugerah bagi Anak Didik
Kejaksaan Negeri Sikka Tahap II Kasus Pembunuhan Rubit, Dua Tersangka VS dan SG Ditahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:50 WITA

Pesan Mr. Daniel Stead untuk Siswa SMPN 1 Talibura, Sikka: Pengetahuan Adalah Kekuatan, Bagikan Kebaikan untuk Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:49 WITA

Puluhan Tahun Krisis Air, SMPN 1 Talibura, Sikka Akhirnya Punya Sumur Bor untuk Sekolah dan Warga: Bantuan Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:18 WITA

PT FTF Globalindo Bantah Isu Gaji Rendah, Pastikan Kesejahteraan Jukir di Sikka Terjamin

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:44 WITA

Ada Desa Nol Persen Setoran PBB, Wabup Sikka Ingatkan PJ Kades Jangan Asal Kerja

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:15 WITA

Sistem Parkir Berbasis Digital Mulai Diterapkan di 24 Titik Kota Maumere

Berita Terbaru