MAUMERE, TAJUKNTT-Peresmian fasilitas sumur bor di SMP Negeri 1 Talibura, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, tidak hanya menghadirkan sukacita atas melimpahnya air bersih, tetapi juga membawa pesan motivasi yang mendalam bagi para siswa. Sukarelawan dari Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir asal Amerika Serikat, Mr. Daniel Waiyne Stead, menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk membawa perubahan bagi dunia.
Di hadapan ratusan siswa dan guru yang hadir di aula sekolah, Mr. Daniel mengungkapkan kekagumannya atas sambutan hangat warga sekolah. Ia pun membagikan sebuah prinsip hidup mengenai tanggung jawab sosial yang lahir dari sebuah proses belajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya diajarkan oleh salah satu orang yang lebih tua dari pada saya beberapa tahun lalu bahwa ketika seseorang membantu anda dan mendidik anda, anda memiliki tanggung jawab untuk belajar dari didikan itu dan untuk membagikan kepada orang lain,” ujar Mr. Daniel.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik di sekolah tersebut yang telah mendedikasikan diri untuk membimbing generasi muda. Menurutnya, estafet kebaikan ini harus terus berlanjut di masa depan.

“Semua guru-guru anda melakukan itu, suatu saat nanti mungkin murid-murid menjadi guru di sini, anda bisa memberkati generasi-generasi selanjutnya,” tambahnya.
Secara khusus, Mr. Daniel menitipkan pesan kuat kepada para siswa agar tidak pernah berhenti menuntut ilmu. Ia meyakini bahwa perubahan besar dimulai dari apa yang dipelajari di bangku sekolah.
“Pengetahuan adalah kekuatan. Semakin banyak anda belajar, semakin banyak kebaikan yang anda bisa lakukan untuk dunia. Saya berharap para siswa terus belajar,” pungkas Mr. Daniel dengan penuh semangat.
Senada dengan pesan tersebut, Mrs.LaDawn Turley Setad,Manajer Kemanusiaan Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir, Yos Enos Kusumo, menegaskan bahwa bantuan air bersih ini adalah wujud nyata dari rasa persaudaraan universal yang melampaui perbedaan latar belakang.
“Kami sangat ingin membantu lebih banyak lagi, karena kami tahu bahwa walaupun kita berbeda pulau, walaupun kita berbeda agama, dan latar belakang, kita masih tetap bersaudara. Kami membawa sukarelawan dari Amerika Serikat, mereka jauh-jauh datang sebagai sukarelawan, memang untuk membantu,” jelas Enos Kusumo.
Ia berharap, fasilitas yang telah dinanti selama 45 tahun ini menjadi momentum bagi sekolah untuk terus berkembang. Enos juga menitipkan harapan agar kebaikan yang diterima hari ini dijaga dengan baik demi keberlangsungan masa depan anak cucu di Talibura.
“Harapan kami beberapa tahun ke depan, anak dan cucu kita yang akan bersekolah di sini, bisa merasakan hal yang sama. Kami ingin mereka bisa merasakan kesegaran air yang bapak ibu rasakan, kami tidak ingin mereka kekurangan air, cukup kita yang merasakan dan selanjutnya kita berikan kebaikan kepada mereka,” tutupnya.










