MAUMERE–TAJUKNTT–Direktur RSUD Tc Hillers Maumere, dr. Atanasius P.K. Lameng, S.Ked, MPH, mengungkapkan bahwa lantai 2 dan lantai 3 Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut tidak pernah dimanfaatkan sejak selesai dibangun karena mengalami kebocoran di berbagai bagian bangunan.
“Untuk basement kami manfaatkan jadi gudang sementara lantai 2 dan lantai 3 tidak dimanfaatkan sejak selesai dibangun. Pada waktu itu, saya juga belum bertugas di sini,” ungkap dr. Atanasius Lameng saat menerima kunjungan perwakilan Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir di RSUD Tc Hillers Maumere, Selasa (05/05/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi gedung IGD milik Pemerintah Kabupaten Sikka itu menjadi perhatian serius pihak donor internasional. Dalam kunjungan tersebut, tim yayasan meninjau langsung kondisi fisik bangunan, termasuk lantai 2 dan 3 yang tampak terbengkalai dan mengalami kebocoran di sejumlah sisi.
Rombongan yayasan terdiri dari Yos Enos Kusumo bersama dua sukarelawan asal Amerika Serikat, Mr. Daniel Wayne Stead dan Mrs. La Dawn Turley Stead. Mereka didampingi langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.
Gedung IGD RSUD TC Hillers sendiri sebelumnya diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Sikka saat itu, Fransiskus Roberto Diogo, pada 1 Oktober 2020. Namun hingga kini, sebagian besar bangunan tersebut belum dapat digunakan secara optimal.

Dalam pertemuan bersama pihak yayasan, manajemen RSUD Tc Hillers mengusulkan dua kebutuhan prioritas, yakni perbaikan gedung IGD serta pembangunan sumur bor dan pembenahan instalasi air bersih.
“Dalam usulan proposal, kami menambahkan tambahan sumur bor baru dan juga perbaikan jaringan instalasi air bersih dan limbah. Kurang lebih itu prioritas yang kami usulkan,” ujar dokter Lameng.
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk perbaikan gedung IGD diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Sementara pembangunan sumur bor baru diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp490 juta.
Meski demikian, pihak yayasan disebut masih akan melakukan kajian teknis lebih lanjut sebelum memutuskan bentuk bantuan yang akan diberikan.
“Hanya memang pada perkembangan diskusi, mereka menyampaikan untuk yang IGD ini perlu untuk ditelaah lebih lanjut, mereka akan mengirimkan konsultan ahlinya untuk melihat sejauh mana kebutuhan, apakah anggaran itu sesuai atau butuh lebih. Mereka ingin perbaiki IGD dengan kualitas terbaik,” jelasnya.
Menurut dr. Atanasius, secara struktur bangunan gedung IGD tersebut sebenarnya masih dalam kondisi baik dan masih sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan apabila dilakukan perbaikan menyeluruh.
Ia mengatakan, apabila lantai 2 dan 3 selesai diperbaiki, maka ruangan tersebut akan digunakan untuk pelayanan medis intensif, termasuk ruang operasi dan ICU.
“Jika telah selesai diperbaiki, lantai 2 dan lantai 3 akan mengkomodir untuk ruangan operasi, untuk ruangan ICU, PICU dan untuk perawatan intensif lainnya. Semoga dengan pembenahan ini disetujui, RSUD TC Hillers bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat Kabupaten Sikka,” tambahnya.
Untuk diketahui, pembangunan Gedung IGD RSUD Tc Hillers Maumere sebelumnya ditenderkan dengan nilai anggaran sebesar Rp41,5 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Sikka dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019. Proyek pembangunan dikerjakan oleh PT Waelaku Abadi.










