
Sikka-Pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, resmi dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Jumat (25/7/2025), menandai dimulainya proyek strategis senilai Rp 6,4 miliar dari Kementerian Kesehatan RI.
Namun di balik seremoni peresmian tersebut, Bupati Juventus menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh pihak terkait: jangan sampai proyek ini bernasib mangkrak seperti beberapa pembangunan sebelumnya di Palue.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya minta, bapa dan mama, semoga proses pembangunan ini tidak seperti proyek pembangunan lain. Saya tahu di Palue ini ada satu, dua, bahkan tiga proyek yang akhirnya mangkrak. Kalau kita tidak mau ulangi itu lagi, maka semua harus kerja sama,” tegas Bupati di hadapan ratusan warga yang hadir di lokasi.

Menurut Bupati Juventus, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga harapan besar masyarakat Palue untuk memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan bermutu. Ia menekankan bahwa keberhasilan proyek ini sangat tergantung pada kolaborasi semua pihak, pemerintah, kontraktor, konsultan pengawas, dan warga.
“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Kontraktor juga tidak bisa kerja sendiri kalau tidak didukung masyarakat. Kami butuh dukungan total dari masyarakat agar proyek ini berjalan lancar, bahkan kalau bisa, selesai lebih cepat dari target waktu,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya komitmen bersama seluruh stakeholder di Kecamatan Palue, yang telah dituangkan dalam berita acara sejak awal perencanaan. Komitmen ini diharapkan bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pengawasan, dukungan, dan keterlibatan aktif warga.
“Saya percaya, kalau kita kawal bersama, proyek ini akan jadi contoh baik. Kalau ini berhasil, ke depan kita lebih mudah mendapatkan dukungan pembangunan lainnya dari pusat,” tambah Bupati Juventus.
Camat Palue, Devie Riba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati Sikka yang hadir langsung melakukan peletakan batu pertama.
Ia menyebut pembangunan ini sebagai buah dari kerja kolektif antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten, yang telah sejak lama mengupayakan lokasi pembangunan puskesmas yang tidak bermasalah.
“Memang ada beberapa kendala di awal, tapi semua bisa kita atasi bersama. Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Palue, kami sampaikan mbola so (terima kasih) atas perhatian Bupati dan seluruh jajaran,” ujar Devie.
Camat Devie juga menyatakan bahwa masyarakat Kecamatan Palue siap mendukung penuh kelancaran pembangunan Puskesmas Tuanggeo, termasuk dalam menjaga suasana kondusif dan mengawal mutu pekerjaan di lapangan.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Petrus Herlemus mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan buah dari penantian hampir dua dekade. Usulan pembiayaan telah diajukan berturut-turut selama tujuh tahun hingga akhirnya dikabulkan Kementerian Kesehatan pada tahun 2024 dan direalisasikan penuh di 2025.

“Ini satu-satunya puskesmas prototipe yang langsung dibangun utuh, dilengkapi dengan ambulans, IPAL, dan bak penampung air. Di lokasi ini, tiga rekanan bekerja bersamaan—jarang sekali terjadi di Sikka,” jelas Herlemus.
Ia juga menekankan bahwa pengawasan ketat akan dilakukan, termasuk pemasangan 4 unit CCTV dan kamera drone untuk memantau progres harian. Dinas Kesehatan juga melibatkan Kejaksaan Negeri Maumere sebagai pendamping dalam pelaksanaan proyek ini.
“Saya harap rekanan bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, terutama pada tahap finishing. Jangan sampai kita kerja keras, tapi hasilnya buruk,” ujar Herlemus yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek ini.








