
Sikka-Penantian panjang Puskesmas Tuanggeo akhirnya terjawab. Setelah 17 tahun beroperasi tanpa ambulans, fasilitas kesehatan di Kecamatan Palue ini kini resmi memiliki mobil ambulans sendiri, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kesehatan.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago saat kunjungan kerja dan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Puskesmas Tuanggeo di Desa Ladolaka, Jumat (25/7/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunci ambulans diserahkan secara simbolis kepada Kepala Puskesmas Tuanggeo, Maria Agustina Longge, disaksikan Kadis Kesehatan Petrus Herlemus, para tenaga kesehatan, dan warga yang hadir.
Bupati Juventus berharap ambulans tersebut digunakan secara optimal untuk penjemputan dan rujukan pasien, mengingat kebutuhan kendaraan medis ini sudah sangat mendesak.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan meski dalam kondisi serba terbatas.
“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan layanan kesehatan hingga ke wilayah kepulauan,” ujar Bupati.
Kepala Puskesmas Tuanggeo, Maria Agustina Longge, mengaku sangat bersyukur. Sejak berdiri pada tahun 2008, Puskesmas ini belum pernah memiliki ambulans. Selama enam tahun menjabat, ia dan tim medis harus menyewa mobil pick up untuk merujuk pasien, bahkan dibantu oleh keluarga pasien untuk membiayai transportasi.
“Hari ini adalah rahmat besar bagi kami. Tidak hanya dimulainya pembangunan puskesmas, tapi juga kehadiran ambulans yang sudah kami nanti sejak lama,” ungkapnya haru.
Puskesmas Tuanggeo, yang melayani sekitar 5.095 jiwa, masih menghadapi berbagai keterbatasan. Selain belum memiliki rumah dinas bagi 37 tenaga kesehatannya (33 ASN dan 4 non-ASN), pembangunan gedung baru juga membutuhkan fasilitas tambahan seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan bak penampung air.
“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan selesai sesuai kebutuhan. Kami juga mohon perhatian untuk tenaga kesehatan non-ASN kami yang sudah bertahun-tahun mengabdi secara sukarela di wilayah kepulauan ini,” tambah Kapus Maria.








