
Sikka-Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Sarjana Tangguh yang digelar di Aula Djasman Al-Kindi, Universitas Muhammadiyah Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 1 Agustus 2025.
Seminar ini digelar dalam rangka pra-wisuda dan bertujuan membekali para sarjana untuk siap terjun ke masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan desa, khususnya di bidang ketahanan pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Erwin Prasetyo, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kehadiran Menko Pangan di “Jumat Berkah” merupakan momen penuh makna bagi kampus yang berdiri sejak tahun 2019 itu.
“Kunjungan berkah di Jumat berkah, semoga membawa keberkahan bagi kampus kami. Kampus ini awalnya IKIP Muhammadiyah, dan kini menjadi Universitas Muhammadiyah Maumere. Warna biru almamater kami menjadi bagian dari sejarah yang terus kami bangun bersama,” ujarnya.

Erwin berharap kehadiran Zulkifli Hasan, yang juga merupakan bagian dari warga Muhammadiyah, bisa memberi pencerahan dan motivasi kepada para sarjana baru untuk kembali ke desa dan berkontribusi pada program pembangunan daerah.
“Para sarjana ini siap turun ke masyarakat, mendukung ketahanan pangan, dan mendukung program Pak Bupati: satu keluarga, satu sarjana,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyoroti tantangan yang dihadapi daerahnya terkait ketahanan pangan, khususnya karena kondisi lahan kering dan curah hujan yang tidak merata.
“Kami punya potensi kelautan dan perikanan, tetapi selama ini hasil laut justru dibawa keluar. Daerah ini butuh dukungan untuk bisa mengembangkan potensi lokal, termasuk wisata budaya dan religi,” kata Bupati.
Anggota DPR RI dari Dapil NTT II, Ahmad Yohan, yang juga hadir, menekankan pentingnya menghapus stigma bahwa NTT identik dengan kemiskinan dan rendahnya pendidikan.
“Flores kaya akan potensi. Pariwisata, perikanan, dan hasil pertanian seperti jagung meningkat. Kami ingin infrastruktur, pendidikan, dan akses ekspor diperbaiki agar NTT bisa sejajar dengan daerah lain,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya membangun ekonomi dari desa melalui sektor pertanian dan koperasi yang produktif.
“Prinsipnya, kita ingin uang yang turun ke daerah harus produktif. Ekonomi harus bergerak dari desa. Kita perbaiki dulu pertanian, jangan petani yang dikorbankan demi inflasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa yang sesungguhnya.
“Koperasi bukan soal uang, tapi soal usaha. Kita ingin pusat-pusat ekonomi lahir di desa. Untuk itu, dibentuk Satgas Koperasi Merah Putih, dan kita bangga jika kebangkitannya dimulai dari desa,” pungkas Zulkifli Hasan.









