Menko Pangan Zulkifli Hasan Ajak Sarjana Unimof Bangun Desa Lewat Ketahanan Pangan

- Reporter

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sikka-Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Sarjana Tangguh yang digelar di Aula Djasman Al-Kindi, Universitas Muhammadiyah Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Seminar ini digelar dalam rangka pra-wisuda dan bertujuan membekali para sarjana untuk siap terjun ke masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan desa, khususnya di bidang ketahanan pangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Erwin Prasetyo, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kehadiran Menko Pangan di “Jumat Berkah” merupakan momen penuh makna bagi kampus yang berdiri sejak tahun 2019 itu.

“Kunjungan berkah di Jumat berkah, semoga membawa keberkahan bagi kampus kami. Kampus ini awalnya IKIP Muhammadiyah, dan kini menjadi Universitas Muhammadiyah Maumere. Warna biru almamater kami menjadi bagian dari sejarah yang terus kami bangun bersama,” ujarnya.

Erwin berharap kehadiran Zulkifli Hasan, yang juga merupakan bagian dari warga Muhammadiyah, bisa memberi pencerahan dan motivasi kepada para sarjana baru untuk kembali ke desa dan berkontribusi pada program pembangunan daerah.

“Para sarjana ini siap turun ke masyarakat, mendukung ketahanan pangan, dan mendukung program Pak Bupati: satu keluarga, satu sarjana,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyoroti tantangan yang dihadapi daerahnya terkait ketahanan pangan, khususnya karena kondisi lahan kering dan curah hujan yang tidak merata.

“Kami punya potensi kelautan dan perikanan, tetapi selama ini hasil laut justru dibawa keluar. Daerah ini butuh dukungan untuk bisa mengembangkan potensi lokal, termasuk wisata budaya dan religi,” kata Bupati.

Anggota DPR RI dari Dapil NTT II, Ahmad Yohan, yang juga hadir, menekankan pentingnya menghapus stigma bahwa NTT identik dengan kemiskinan dan rendahnya pendidikan.

“Flores kaya akan potensi. Pariwisata, perikanan, dan hasil pertanian seperti jagung meningkat. Kami ingin infrastruktur, pendidikan, dan akses ekspor diperbaiki agar NTT bisa sejajar dengan daerah lain,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya membangun ekonomi dari desa melalui sektor pertanian dan koperasi yang produktif.

“Prinsipnya, kita ingin uang yang turun ke daerah harus produktif. Ekonomi harus bergerak dari desa. Kita perbaiki dulu pertanian, jangan petani yang dikorbankan demi inflasi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa yang sesungguhnya.

“Koperasi bukan soal uang, tapi soal usaha. Kita ingin pusat-pusat ekonomi lahir di desa. Untuk itu, dibentuk Satgas Koperasi Merah Putih, dan kita bangga jika kebangkitannya dimulai dari desa,” pungkas Zulkifli Hasan.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sikka Butuh Hampir Rp 10 Miliar Gaji 727 PPPK Paruh Waktu, Sekda: Kemampuan Fiskal Hanya Rp 600 Ribu per Bulan
Lara Guru PPPK Paruh Waktu Sikka: Diangkat 5 Januari 2026, Hingga April Belum Terima Gaji
Nasib Miris 207 Guru dan Tenaga Kependidikan PPPK Paruh Waktu di Sikka: Digaji Rp 600 Ribu, DPRD Sebut Tidak Manusiawi
Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:54 WITA

Pemkab Sikka Butuh Hampir Rp 10 Miliar Gaji 727 PPPK Paruh Waktu, Sekda: Kemampuan Fiskal Hanya Rp 600 Ribu per Bulan

Senin, 20 April 2026 - 04:58 WITA

Lara Guru PPPK Paruh Waktu Sikka: Diangkat 5 Januari 2026, Hingga April Belum Terima Gaji

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 13:14 WITA

Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH

Kamis, 16 April 2026 - 01:32 WITA

Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu

Berita Terbaru