MAUMERE, TAJUKNTT-Kepedulian dan solidaritas antardaerah di Nusa Tenggara Timur terus mengalir bagi warga terdampak gempa bumi Flores. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis dan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat Dusun Koja Besar, Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (21/9/2026) pagi.
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua PMI Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, Sekretaris PMI Malaka, Anselmus Bere Tahu, Kepala Markas PMI Malaka, Feri Mau beserta tim dokter dan relawan, perwakilan relawan PMI Sikka, Mario Sina, Kasie Kesejahteraan Pemdes Koja Doi, Muliadi beserta puluhan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Desa Kojao Doi tersebut disambut antusias oleh warga setempat. Masyarakat berbondong-bondong hadir untuk memeriksakan kesehatan.
Ketua PMI Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, mengatakan, bantuan tersebut merupakan donasi yang dikumpulkan masyarakat Kabupaten Malaka melalui PMI.
Selain membawa bantuan, PMI Malaka juga berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga. Dalam kegiatan pengobatan gratis ini, pihaknya membawa serta 3 orang dokter dan 1 orang perawat.
“Ini memang kami membawa donasi bantuan yang dikumpulkan oleh masyarakat Kabupaten Malaka melalui PMI Kabupaten Malaka. Selain donasi, kami juga melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan Betun, berkolaborasi untuk melakukan juga kegiatan pengobatan gratis untuk masyarakat yang sakit di tempat ini,” kata dokter Oktelin.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa pelayanan kesehatan. PMI Malaka juga membawa paket sembako dan busana muslim untuk orang dewasa dan anak-anak, serta air minum dalam kemasan.
“Kami melakukan selain kegiatan pengobatan, kami juga melakukan pembagian beberapa barang yang kami bawa yaitu beras, kemudian ada mie, kemudian ada baju layak pakai, dan air minum kemasan yang memang di sini sulit ya untuk didapatkan,” ujarnya.

Dikatakan dokter Oktelin, pelayanan kemanusiaan PMI Malaka tidak hanya dipusatkan di Desa Koja Doi. Tim juga menyasar dua pulau lainnya, yakni Pulau Dambila dan Pulau Pangabatang di Desa Parumaan.
Ia mengatakan tiga wilayah tersebut menjadi sasaran karena masyarakatnya juga merasakan dampak gempa, termasuk trauma akibat pengalaman gempa besar yang pernah terjadi di Pulau Flores pada tahun 1992.
“Memang sasaran kami tiga pulau ini karena memang pulau ini yang memang terdampaknya tidak terlalu berat seperti Pulau Palue, tetapi paling tidak masyarakat tempat ini juga mengalami trauma yang luar biasa akibat gempa,” katanya.
Bagi Pemerintah Desa Koja Doi, kedatangan PMI Malaka membawa arti tersendiri. Kasi Kesejahteraan Pemdes Koja Doi, Muliadi, mengatakan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan bhakti sosial tersebut.
Menurut dia, pelayanan kesehatan gratis seperti yang dilakukan PMIel Malaka belum pernah diterima warga sejak gempa terjadi.
“Kami dari Pemerintah Desa Koja Doi merasa bersyukur kedatangan PMI Malaka melakukan pengobatan gratis ini. Karena selama dampak gempa ini, baru kali ini ada kegiatan pengobatan gratis, termasuk pembagian sembako,” ujar Muliadi.

Ia mengatakan sebelumnya memang sudah ada bantuan sembako yang diterima masyarakat. Namun, untuk pelayanan kesehatan gratis, baru kali ini dilakukan.
“Ada, tapi baru sembako. Tapi untuk pelayanan kesehatan belum. Baru kali ini dari PMI Kabupaten Malaka yang melakukan pengobatan gratis,” katanya.
Salah seorang warga Dusun 2 Koja Besar, Aludin, mengaku datang untuk memeriksakan sejumlah keluhan kesehatan yang dirasakannya.
“Saya mungkin ada keluhan sakit tengkuk, dada, lemas, sering sakit kepala,” kata Aludin.
Ia mengapresiasi kepedulian PMI Malaka yang datang langsung ke Koja Doi.
“Baik sekali, bagus. Terima kasih atas kunjungan ini,” ujarnya.
PMI Malaka Sudah Menyasar Sejumlah Wilayah Terdampak Gempa di Flores

Bakti sosial di Sikka ini merupakan bagian dari rangkaian ekspedisi kemanusiaan PMI Kabupaten Malaka di sejumlah wilayah terdampak gempa di Pulau Flores.
dokter Oktelin mengatakan, sekitar tiga minggu sebelumnya PMI Malaka telah melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Nagekeo selama empat hari.
Dari Nagekeo, tim kemudian bergerak ke Riung di Kabupaten Ngada, serta Pota, Dampek dan Reo yang berada di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
“Di sana semua kita melakukan pembagian bantuan sosial dan juga memberikan pengobatan kepada pasien-pasien yang membutuhkan pengobatan,” katanya.
Menurut Oktelin, kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak gempa berbeda-beda. Di sejumlah daerah dengan kerusakan rumah yang lebih berat, bantuan bahan bangunan menjadi kebutuhan penting.
Sementara di wilayah Desa Koja Doi, menurut dia, kondisi bangunan relatif masih berdiri baik sehingga pelayanan kesehatan, bantuan kebutuhan pokok dan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat menjadi bagian penting dari pemulihan.










