MAUMERE, TAJUKNTT-Warga Pulau Dambila dan Pulau Pangabatang, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, menyambut dan mengapresiasi bakti sosial yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka.
Kegiatan berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako itu dinilai sangat membantu warga yang masih menghadapi berbagai keterbatasan setelah gempa Flores.
Apresiasi warga terasa ketika tim PMI Malaka datang langsung ke dua pulau tersebut dengan menggunakan perahu motor. Mereka menyeberangi laut dari satu pulau ke pulau lainnya untuk membawa layanan kesehatan, air bersih dan bantuan sembako kepada masyarakat, Senin (21/9/2026) siang hingga malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Pulau Dambila, sekitar 50 warga mengikuti pengobatan gratis dan menerima bantuan. Sementara di Pulau Pangabatang, kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 warga.
Kepala Seksi Pelayanan Pemerintah Desa Parumaan, Karim, mengatakan kehadiran PMI Malaka mendapat sambutan baik dari masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kegiatan ini adalah dari PMI, khususnya dari Kabupaten Malaka, datang kasih bantuan, kemudian pengobatan gratis kepada warga khususnya di Dusun C, Dambila dan Pangabatang,” kata Karim.

Menurut Karim, bantuan yang diterima warga meliputi air bersih, sembako dan pelayanan pengobatan gratis.
“Untuk sekarang dari PMI Malaka beri bantuan air bersih, sembako dengan pengobatan gratis,” ujarnya.
Ia mengatakan hampir seluruh warga Dambila mengikuti kegiatan tersebut. Namun, beberapa warga tidak sempat hadir karena harus melaut atau menjalankan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
“Kurang lebih 50-an warga,” katanya.
Karim menyampaikan terima kasih kepada PMI Malaka yang telah datang langsung menjangkau warga di wilayah kepulauan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terutama karena persoalan air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Dambila dan Pangabatang.
“Kami selaku pemerintah desa sangat berterima kasih banyak. Walaupun sedikit, tapi itu sangat berarti untuk kami. Karena di sini, khususnya di Dusun C Dambila dan Pangabatang, yang paling urgen sekali adalah air bersih,” ungkapnya.
Ia berharap kepedulian terhadap masyarakat di pulau-pulau kecil terus berlanjut, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
“Harapannya juga ke depan, dari instansi mana saja pun mau membantu kami berkaitan air bersih, kami sangat bersyukur,” katanya.
Warga Dambila Berterima Kasih

Salah seorang warga Pulau Dambila, Jamila, juga menyampaikan apresiasinya kepada PMI Malaka dan PMI Kabupaten Sikka. Ia berterima kasih karena tim kesehatan dan relawan bersedia datang langsung ke pulau mereka.
“Terima kasih kepada PMI Malaka dan PMI Kabupaten Sikka yang telah mengulurkan tangan sampai di Pulau Dambila, Kecamatan Alok Timur, Desa Parumaan, dengan pengobatan gratis kepada masyarakat,” kata Jamila.
Ia berharap bantuan yang diterima warga memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi para tenaga kesehatan maupun relawan yang telah datang.
“Semoga apa yang kami terima dan apa yang kami dapat bermanfaat bagi kami, dan bagi yang memberikan pengobatan diberikan limpahan rezeki, panjang umur, dan dalam perjalanan selamat sampai tujuan pulang kembali ke Malaka,” ujarnya.
150 Warga Pangabatang Ikut Baksos

Di Pulau Pangabatang, antusiasme warga juga terlihat dalam kegiatan yang sama. Sekitar 150 warga mengikuti pengobatan gratis dan menerima bantuan sembako yang dibawa PMI Malaka.
Ketua RT 014 Pulau Pangabatang, Hamid, turut menyambut kegiatan tersebut bersama warga.
“Bagi kami di Pangabatang, tim PMI Malaka yang datang dengan dokter dan perawat buat kami terbantu dapat pelayanan kesehatan,” ungkap Hamid singkat.
Bantuan sembako juga menjadi bagian penting bagi warga yang masih menjalani masa pemulihan. Tampak oleh media, bantuan berupa beras dan mie dikumpulkan dan dibagi secara merata kepada warga penerima. Pembagian bantuan diatur oleh perwakilan Pemdes Parumaan yang hadir bersama ketua RT setempat.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, mengatakan, bantuan tersebut merupakan donasi yang dikumpulkan masyarakat Kabupaten Malaka melalui PMI.
Selain membawa bantuan, PMI Malaka juga berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga.
Dalam kegiatan pengobatan gratis ini, pihaknya membawa serta 3 orang dokter dan 1 orang perawat.

Dikatakan dokter Oktelin, pelayanan kemanusiaan PMI Malaka tidak hanya dipusatkan di Desa Koja Doi. Tim juga menyasar dua pulau lainnya, yakni Pulau Dambila dan Pulau Pangabatang di Desa Parumaan.
Ia mengatakan tiga wilayah tersebut menjadi sasaran karena masyarakatnya juga merasakan dampak gempa, termasuk trauma akibat pengalaman gempa besar yang pernah terjadi di Pulau Flores pada tahun 1992.
“Memang sasaran kami tiga pulau ini karena memang pulau ini yang memang terdampaknya tidak terlalu berat seperti Pulau Palue, tetapi paling tidak masyarakat tempat ini juga mengalami trauma yang luar biasa akibat gempa,” katanya.
Untuk diketahui, tim PMI Malaka dipimpin langsung Ketua PMI Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, bersama Sekretaris PMI Malaka Anselmus Bere Tahu, Kepala Markas PMI Malaka Feri Mau, tim dokter dan relawan.
Kegiatan kemanusiaan ini turut melibatkan relawan PMI Sikka serta unsur Pemerintah Desa Parumaan.










