MAUMERE-Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengapresiasi dukungan PT PLN (Persero) dan Yayasan Flores Children Development (FREN) dalam mendorong pengembangan pertanian hortikultura di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.
Apresiasi tersebut disampaikan Wabup Simon saat menghadiri seremoni penanaman perdana proyek HORTI THE BEST bersama Kelompok Tani Saing Toma Wair di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kamis (8/10/2026) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wabup Simon, dukungan tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas dan perekonomian keluarga.
“Di sini kami berterima kasih karena PLN sudah mendukung bantuan untuk pembukaan lahan ini, kemudian penanaman, dan kegiatan yang ada di kelompok ini,” ujar Wabup Simon.
Ia mengatakan, kebun hortikultura yang dikembangkan Kelompok Tani Saing Toma Wair diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota kelompok, tetapi juga menjadi contoh yang dapat memotivasi masyarakat lainnya.
“Ini menjadi contoh dan motivasi untuk kelompok masyarakat untuk bisa mengembangkan, bisa berproduksi di lahan mereka untuk bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.
Wabup Simon menilai pengembangan hortikultura memiliki peluang untuk terus dikembangkan di Kabupaten Sikka, terutama dengan adanya dukungan sarana pendukung yang memungkinkan masyarakat mengelola lahan secara lebih produktif.

Dalam proyek HORTI THE BEST, petani mendapatkan dukungan fasilitas untuk menunjang pertanian berbasis irigasi air tanah. Program tersebut merupakan kerja sama Yayasan FREN dan PLN, dengan dukungan masyarakat serta Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.
Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, I Made Agus Dwi Putra mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif Yayasan FREN yang telah menginisiasi kegiatan tersebut dan melibatkan PLN dalam upaya meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Terima kasih Pak Wakil Bupati dan Yayasan FREN yang menginisiasi acara pagi hari ini sehingga PLN bisa turut hadir dan mendukung peningkatan produktivitas masyarakat melalui tanaman hortikultura ini,” katanya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kebun percontohan, tetapi dapat berkembang dan menjadi model bagi masyarakat lainnya dalam mengembangkan pertanian dengan dukungan energi listrik.
“Harapan kami ke depan kegiatan ini bisa berhasil dan bisa menjadi contoh untuk masyarakat lainnya untuk pengembangan tanaman hortikultura dengan pompanisasi yang berbasis energi listrik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan energi listrik untuk pertanian membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai komoditas lain sesuai potensi wilayah.

“Ke depan bisa dikembangkan produk-produk pertanian lainnya seperti buah naga, seperti peningkatan produktivitas pala ataupun yang lainnya yang bisa semakin kita tingkatkan produktivitasnya dengan hadirnya energi listrik,” katanya.
Menurut dia, kolaborasi antara PLN, pemerintah, lembaga sosial dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan pemanfaatan energi listrik dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Di sela-sela kegiatan tanam perdana tomat, Wabup Simon kembali menyampaikan apresiasi kepada PLN dan Yayasan FREN yang telah mengambil bagian dalam mendorong masyarakat meningkatkan produktivitas lahan di Desa Hoder.
“Sekali lagi terima kasih PLN dan Yayasan FREN yang sudah memotivasi masyarakat untuk bisa meningkatkan produktivitas lahan mereka untuk peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tanam perdana program HORTI THE BEST ini yakni Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLn, I Made Agus Dwi Putra, Manager UP3 Flores Bagian Timur, Eko Riduan, Plt.Kadis Pertanian Sikka, Inosensius Siga, Ketua Yayasan FREN, Bonaventura Kowan Kornelis, Project Manager FREN, Maria M. Pelapadi, perwakilan PLN Flores Bagian Timur, Sekdes Hoder, Kornelis Erwin, Ketua BPD Hoder, Wilibordus Nong Ipir, penyuluh pertanian, serta Ketua Kelompok Tani Saing Toma Wair, Martina Bunga dan anggota.








