Maumere – TajukNTT.id – Suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti Gedung Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof), Senin pagi, 2 Februari 2026. Di ruang itulah, proses penting penjaminan mutu pendidikan tinggi kesehatan dimulai: asesmen lapangan Program Studi Administrasi Kesehatan oleh Tim Asesor LAM-PTKes.
Bagi Unimof, asesmen ini bukan sekadar agenda administratif. Ia adalah momen refleksi akademik, sekaligus penanda keseriusan kampus dalam memastikan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Rektor: Asesmen Adalah Ruang Refleksi Bersama
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum, menegaskan bahwa asesmen lapangan harus dipahami sebagai proses pembelajaran institusional, bukan sekadar penilaian.
“Hari pertama asesmen ini adalah fondasi bagi seluruh rangkaian kegiatan hingga 4 Februari nanti. Karena itu, kami menjunjung tinggi keterbukaan, kejujuran, dan dialog akademik,” ujar Prof. Gunawan di hadapan tim asesor dan civitas akademika.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Asesor LAM-PTKes yang hadir langsung di Maumere untuk melakukan penilaian objektif terhadap pengelolaan Program Studi Administrasi Kesehatan.
Menurutnya, asesmen lapangan menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat sejauh mana program studi dikelola secara bertanggung jawab dan mampu menjawab tantangan nyata pelayanan kesehatan di daerah.
“Kami berharap proses ini berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik, bukan hanya bagi prodi, tetapi juga bagi kontribusi Unimof dalam pembangunan kesehatan di NTT,” tambahnya.
Asesor: Menilai Keselarasan Dokumen dan Praktik Nyata
Sebagai lembaga penilai independen, Tim Asesor LAM-PTKes menegaskan bahwa asesmen lapangan dilakukan secara profesional dan objektif.
Asesor I, Dr. Margareta Maria Sintorini, M.Kes, menjelaskan bahwa asesmen selama tiga hari ke depan akan difokuskan pada klarifikasi dan konfirmasi data.
“Tujuan utama asesmen lapangan adalah memastikan kesesuaian antara dokumen yang diajukan dengan praktik nyata penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Administrasi Kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, asesmen dilakukan secara bertahap melalui telaah dokumen, diskusi mendalam, serta pengamatan langsung terhadap proses akademik dan fasilitas pendukung.
Sementara itu, Asesor II, Dr. Nur Asniati Djaali, SKM., MKM, menilai hari pertama asesmen sebagai pintu masuk strategis untuk membangun pemahaman bersama antara asesor dan institusi.
“Kami mengapresiasi kesiapan Unimof serta sambutan yang hangat dan terbuka. Ini menjadi modal penting agar seluruh rangkaian asesmen berjalan tertib, objektif, dan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif,” ungkapnya.
Tiga Hari Menentukan Arah Pengembangan Prodi
Selama asesmen lapangan yang berlangsung hingga 4 Februari 2026, tim asesor dijadwalkan melakukan wawancara dengan pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan. Selain itu, peninjauan sarana dan prasarana pembelajaran juga menjadi bagian penting dari proses penilaian.
Seluruh rangkaian asesmen diharapkan berlangsung dalam suasana akademik yang kondusif, dialogis, dan saling menghargai.
Sebagai hari pertama, pembukaan asesmen ini menandai awal dari proses penilaian yang akan menentukan arah pengembangan Program Studi Administrasi Kesehatan ke depan.
Universitas Muhammadiyah Maumere menaruh harapan besar agar hasil asesmen nantinya mampu memperkuat posisi Prodi Administrasi Kesehatan sebagai program studi yang unggul, kontekstual, dan berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur.
Penulis : Wiliam
Editor : TajukNTT.id
Sumber Berita : Liputan









