MAUMERE-TAJUKNTT-Keluarga korban pembunuhan STN alias Noni (14), pelajar SMPK MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja penyidik Polres Sikka dalam menangani kasus tersebut.
Sebagai bentuk keseriusan menuntut keadilan, keluarga berencana melaporkan perkara ini ke Komisi III DPR RI di Jakarta.
Rencana tersebut disampaikan oleh perwakilan keluarga, Febrianus Betho, dalam konferensi pers pada Kamis (23/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa langkah ke tingkat nasional ditempuh karena keluarga menilai penanganan kasus belum berjalan maksimal dan belum mengungkap fakta secara menyeluruh.
“Kami akan menemui Komisi III DPR RI untuk meminta dukungan dalam memperjuangkan keadilan bagi adik kami. Kami tetap akan berangkat ke Jakarta, walaupun harus berutang,” tegas Febrianus.
Menurutnya, upaya ini dilakukan setelah berbagai penyampaian kritik terhadap proses penyidikan di tingkat lokal tidak membuahkan perubahan signifikan.
Substansi Perkara Dinilai Lemah
Keluarga menilai bahwa meskipun secara administratif berkas perkara mungkin telah dinyatakan lengkap, namun substansi kasus masih menyisakan banyak pertanyaan.
“Secara administrasi mungkin sudah lengkap, tetapi isi perkara masih sangat lemah. Banyak hal penting yang belum terungkap,” ujarnya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah motif pembunuhan yang hingga kini belum dijelaskan secara terang.
Selain itu, keluarga juga mempertanyakan barang bukti yang dianggap tidak memadai.
“Barang bukti yang disampaikan hanya gitar dan parang. Kami mempertanyakan apakah itu cukup untuk menjelaskan peristiwa yang begitu sadis. Ini menimbulkan keraguan besar bagi kami,” lanjutnya.
Keluarga meyakini masih terdapat sejumlah barang bukti penting yang belum ditemukan atau belum diungkap oleh penyidik, sehingga kronologi dan fakta sebenarnya belum sepenuhnya jelas.
Dengan melapor ke Komisi III DPR RI, keluarga berharap adanya pengawasan langsung terhadap proses penegakan hukum, termasuk kemungkinan evaluasi terhadap kinerja aparat penegak hukum di daerah.
Dukungan terhadap keluarga juga datang dari Relawan Keadilan. Perwakilannya, Yohanes Nong Harciles, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami akan menyiapkan aksi lanjutan sebagai bentuk perjuangan. Harapan kami hanya satu, keadilan yang nyata bagi Noni dan hukuman seberat-beratnya bagi semua pihak yang terlibat,” tegasnya.
Kasus pembunuhan pelajar di Desa Rubit ini terus menjadi perhatian publik. Desakan dari keluarga dan relawan diharapkan mampu mendorong penanganan perkara yang lebih transparan, profesional, dan mampu mengungkap seluruh fakta di balik kematian korban.










