MAUMERE-TAJUKNTT-Seorang imam Katolik di wilayah Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan oleh salah satu umat pada Rabu (22/4/2026).
Perkara ini kini tengah ditangani oleh Polres Sikka, dengan terduga pelaku berinisial YA yang sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, S.I.K, melalui Kepala Seksi Humas Polres Sikka, IPDA Leonardus Tunga, S.M, dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 24 April 2026.
Menurut keterangan Leonardus, peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada hari Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 17.00 WITA. Lokasi kejadian berada di Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.
“Benar telah terjadi peristiwa dugaan penganiayaan terhadap Pastor Pembantu Paroki St. Petrus Kloangpopot berinisial F.P.A yang menjadi korban dan pelapor. Tindakan tersebut diduga dilakukan oleh seseorang berinisial Y.A,” ujar Leonardus.
Mengetahui kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib. Laporan polisi dibuat pada hari Kamis, 23 April 2026, pukul 12.30 WITA di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka. Korban melaporkan dugaan Tindak Pidana (TP) Penganiayaan yang menimpa dirinya.
Saat ini, tim penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sikka sedang bekerja maksimal untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa ini.
“Penyidik sedang melakukan serangkaian upaya penyelidikan. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta terlapor untuk mengungkap peristiwa pidana yang terjadi, termasuk untuk memastikan pelaku dan motif di balik kejadian ini,” jelasnya.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa informasi yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara. Informasi lebih lengkap dan rinci akan dipublikasikan setelah tim penyidik menyelesaikan seluruh tahapan penyelidikan dan tindakan kepolisian yang diperlukan.
“Keterangan lengkap akan kami sampaikan setelah tim melakukan serangkaian upaya penyelidikan dan tindakan kepolisian terhadap peristiwa tersebut secara tuntas,” pungkas Leonardus.
Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berjalan dan masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari Polres Sikka.










