Sidang Perdana Pembunuhan Pelajar SMP Rubit: Kayu Misterius Muncul Jadi Bukti, Barang Bukti Penting Hilang

- Reporter

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-TAJUKNTT-Sidang perdana kasus pembunuhan pelajar SMP asal Desa Rubit, Stevania Trisanti Noni (STN), yang digelar di Pengadilan Negeri Maumere pada Senin (27/4/2026) pagi hingga malam, memunculkan sejumlah kejanggalan yang langsung disoroti tim kuasa hukum keluarga korban.

Sidang yang berlangsung tertutup tersebut diawali dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi dari pihak anak korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan disampaikan tim kuasa hukum keluarga korban dalam konferensi pers usai persidangan. Mereka menilai terdapat sejumlah hal janggal yang berpotensi mengaburkan fakta peristiwa.

Konferensi pers digelar di kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sikka, yang turut mendampingi keluarga korban. Tim hukum dari Orinbao Law Office yang hadir antara lain Viktor Nekur, SH, Rudolfus P. Mba Nggala, SH., M.Hum., dan Rikardus Trofinus Tola, SH.

Rudolfus mengungkapkan keterkejutannya saat melihat adanya benda yang tidak pernah muncul dalam proses rekonstruksi, namun tiba-tiba dihadirkan sebagai alat bukti di persidangan.

“Tadi kami sempat kaget melihat ada kayu panjang sekitar 1,5 meter hingga hampir 2 meter. Padahal dalam rekonstruksi sebelumnya tidak ada kayu tersebut. Untuk apa kayu itu? Tidak ada hubungannya sama sekali dengan kematian Noni. Apakah kayu itu dipakai untuk ‘eksekusi’ almarhum? Tidak ada penjelasan yang jelas, tiba-tiba saja muncul dan dijadikan alat bukti,” tegas Rudolfus.

Selain kemunculan kayu yang dianggap misterius, tim kuasa hukum juga menyoroti tidak ditampilkannya sejumlah barang bukti fisik yang dinilai sangat krusial dalam mengungkap kronologi kejadian.

“Sampai saat ini, kami sebagai kuasa hukum keluarga korban tidak pernah melihat baju korban, celana korban, maupun HP milik Noni. Barang bukti yang ada dan ditampilkan hanya gitar saja,” tambahnya.

Ketiadaan barang bukti utama tersebut dinilai berpotensi melemahkan pembuktian di persidangan, sekaligus menimbulkan pertanyaan serius terkait proses penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.

Tak hanya itu, persoalan lain yang menjadi perhatian adalah hasil autopsi yang hingga kini belum memberikan kejelasan mengenai waktu kematian korban secara pasti.

“Mengenai hasil autopsi, sampai hari ini tidak ada penjelasan yang jelas soal jam kematian Noni itu kapan. Kami akan mengejar hal ini dan meminta ahli forensik untuk kembali menganalisa data yang sudah disampaikan oleh dokter Tc. Hirles, karena hal tersebut tidak tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” ungkap Rudolfus.

Tim kuasa hukum menegaskan akan terus mengawal jalannya proses hukum dan mendalami setiap kejanggalan yang muncul dalam persidangan. Mereka menilai transparansi dan kelengkapan pembuktian menjadi kunci untuk mengungkap kebenaran secara utuh.

Ibunda Almarhum Noni, Ingatkan Pelaku Jujur

Di hadapan awak media, Ibunda almarhumah, Maria Yohana Nona, menyampaikan pesan mendalam yang menyayat hati sekaligus menuntut keadilan bagi putri tercintanya.

​Dengan suara bergetar, Maria meminta pelaku berinisial R (Rovin) untuk tidak menutupi kebenaran. Ia meyakini bahwa kejahatan tidak akan pernah bisa disembunyikan selamanya.

​”Kau harus omong sejujur-jujurnya, karena darah itu mengalir dan akan menuntut sampai kapanpun. Bukan hanya hari ini saja, jadi kau harus jujur,” ucap Maria dengan nada tegas.

​Meski sempat terbawa emosi hingga mendapat teguran dari hakim karena pelaku masih dikategorikan di bawah umur, Maria segera menyampaikan permohonan maafnya.

Baginya, tekanan tersebut semata-mata muncul karena R adalah saksi kunci sekaligus penyebab hilangnya nyawa sang buah hati.

​Hal yang paling memilukan bagi keluarga adalah kondisi jenazah Noni saat dipulangkan. Maria mengungkapkan bahwa tubuh putrinya kembali dalam keadaan yang tidak utuh. Ia pun memohon agar pelaku mengembalikan bagian tubuh sang buah hati yang hilang.

​”setelah anak saya pulang, tanpa pakaian, tanpa busana, tanpa jarinya satu tidak ada, rambutnya tidak ada, HP tidak ada. Itu yang tahu kamu (pelaku). Jadi tolong kembalikan supaya saya jangan berlarut-larut berduka,” pintanya dengan penuh harap.

​Lebih lanjut, Maria meragukan jika pelaku yang masih remaja mampu melakukan tindakan sekeji dan “serapi” itu sendirian. Ia menduga ada peran orang tua pelaku dalam upaya menyembunyikan bukti-bukti atau anggota tubuh korban.

​”Saya tidak yakin bahwa Rovin yang menyembunyikan semua, pasti itu orang tuanya. Tidak mungkin anak sekecil itu bisa melakukannya sedemikian rapinya,” pungkas Maria.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Rp 523 Juta untuk Disabilitas, Lansia, dan Anak Terdampak Bencana di Sikka
Polres Sikka Ungkap 15 Kasus Bunuh Diri, Depresi hingga Ekonomi Jadi Pemicu, Warga Diajak Saling Peduli
Edukasi Kepatuhan Hak Cipta Musik Dorong Kesadaran Pembayaran Royalti dan Penghormatan bagi Pelaku Seni di Sikka
Pelajar SMP di Sikka Ditemukan Meninggal Gantung Diri
Pedagang Eks Geliting Dipindah ke Wairkoja, Wabup Subandi Minta ASN Tak Belanja di Pasar Ilegal
Kasus Dugaan Korupsi Hibah Air Minum Perkotaan Perumda Wairpuan, Kejaksaan Negeri Sikka Belum Kantongi Audit Kerugian Keuangan Negara
GMNI dan Tim 9 Demo Dugaan Korupsi Hibah Air Minum Perkotaan di Perumda Wairpuan, Kejari Sikka: Masih Tahap Penyelidikan
Sosialisasi Fakultas Hukum Undana di SMAN 1 Nita, Sikka, Dorong Siswa Berprestasi Tembus SNBP
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 05:03 WITA

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Rp 523 Juta untuk Disabilitas, Lansia, dan Anak Terdampak Bencana di Sikka

Rabu, 29 April 2026 - 04:04 WITA

Polres Sikka Ungkap 15 Kasus Bunuh Diri, Depresi hingga Ekonomi Jadi Pemicu, Warga Diajak Saling Peduli

Rabu, 29 April 2026 - 03:26 WITA

Edukasi Kepatuhan Hak Cipta Musik Dorong Kesadaran Pembayaran Royalti dan Penghormatan bagi Pelaku Seni di Sikka

Rabu, 29 April 2026 - 02:12 WITA

Pelajar SMP di Sikka Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Senin, 27 April 2026 - 12:22 WITA

Pedagang Eks Geliting Dipindah ke Wairkoja, Wabup Subandi Minta ASN Tak Belanja di Pasar Ilegal

Berita Terbaru

Daerah

Pelajar SMP di Sikka Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Rabu, 29 Apr 2026 - 02:12 WITA