Perjuangan Tiga Kali ke Kemensos, Bupati Juventus Pastikan Sekolah Rakyat di Sikka, Lokasi Waigete Dicek Tenaga Ahli Mensos

- Reporter

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri ke kanan: Tenaga Ahli Menteri Sosial RI, Agustinus Budi Prasetyo Hadi di, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, perwakilan dari Sentra Terpadu Inten Soewono Bogor dan Komisioner Komisi Disabilitas Nasional, Kikin P.Tarigan.

Dari kiri ke kanan: Tenaga Ahli Menteri Sosial RI, Agustinus Budi Prasetyo Hadi di, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, perwakilan dari Sentra Terpadu Inten Soewono Bogor dan Komisioner Komisi Disabilitas Nasional, Kikin P.Tarigan.

 

MAUMERE, TAJUKNTT-Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan Program Sekolah Rakyat segera direalisasikan setelah melalui proses panjang dan koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, usai kunjungan dan peninjauan lokasi oleh Tenaga Ahli Menteri Sosial RI, Agustinus Budi Prasetyo Hadi di Desa Egon, Kecamatan Waigete, Rabu (29/4/2026) siang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tenaga Ahli Menteri Sosial, Agustinus Budi Prasetyo Hadi, memastikan bahwa program Sekolah Rakyat di Sikka akan masuk tahap pelaksanaan. Ia menyebut, lokasi di Waigete telah memenuhi syarat dan siap untuk segera ditindaklanjuti.

“Ini sudah pasti dibangun, tadi ada peninjauan lokasi di Waigete, ternyata lokasi juga sudah ditinjau sama Kementerian PUPR dan sudah OK. Tinggal tadi ada beberapa bangunan yang mesti dibersihkan dan dibangun segera,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses penjaringan siswa akan dilakukan melalui asesmen terhadap anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya pada kelompok desil 1 dan desil 2.

“Untuk anak dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2, tidak ada seleksi, yang ada itu penjangkauan untuk masuk ke Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Lanjutnya, program Sekolah Rakyat di Sikka ditargetkan dapat menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan konsep pendidikan berasrama yang dikelola oleh Kementerian Sosial, sementara pembangunan fisik dilakukan oleh Kementerian PUPR.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengungkapkan bahwa perjuangan menghadirkan program ini tidak mudah dan membutuhkan komitmen kuat dari pemerintah daerah.

“Perjuangan untuk mendapatkan program Sekolah Rakyat ini, saya tiga kali ke Kementerian Sosial dan kali ketiga bertemu Pak Menteri Sosial dan Wamen. Memang tahapan persiapan administrasi dan verifikasinya, kita sudah lakukan sejak tahun lalu. Tugas kita sekarang mengawal ini semua supaya berjalan lancar,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Sikka telah menyiapkan lahan seluas 5,29 hektare di Desa Egon, Kecamatan Waigete. Lahan tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang telah bersertifikat dan dinilai memenuhi berbagai persyaratan teknis.

“Lokasi di Waigete dipilih dan memenuhi syarat karena dalam proses itu ada syarat luas lahan, lokasi harus berdekatan dengan fasilitas publik lain. Terhadap beberapa lokasi yang kami usulkan, Kementerian PUPR melalui tim Satker PPS di Kupang mengusulkan di Waigete, yang dianggap layak dan paling bagus se-NTT disitu,” ungkap Bupati.

Selain itu, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk pembersihan lahan serta kesiapan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

“Permintaan dari Satker PPS Kementerian PUPR, kita harus menyiapkan surat yang menyatakan kesiapan kita untuk clearing lahan. Tadi juga ada arahan dari Tenaga Ahli Menteri Sosial, kami harus mempersiapkan dari sisi tenaga guru, tenaga kependidikan, siswa dan sebagainya,” tambahnya.

Di sisi lain, Dinas Sosial bersama OPD terkait telah mulai melakukan verifikasi dan validasi data calon siswa dengan mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Berdasarkan data sementara, terdapat 2.924 anak tidak sekolah dan 7.949 anak putus sekolah di Kabupaten Sikka.
Bupati Juventus menegaskan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat.

“Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sikka,” harap Bupati Sikka.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PDI Perjuangan Sikka Siapkan Kader Tangguh, Yunus Takandewa: Harus Adaptif di Era Digital
Proyek Terminal BBM Maumere Dimulai, Pertamina Patra Niaga Targetkan Jadi Pusat Distribusi NTT, Wabup Subandi: Kami Bangga
Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Rp 523 Juta untuk Disabilitas, Lansia, dan Anak Terdampak Bencana di Sikka
Polres Sikka Ungkap 15 Kasus Bunuh Diri, Depresi hingga Ekonomi Jadi Pemicu, Warga Diajak Saling Peduli
Edukasi Kepatuhan Hak Cipta Musik Dorong Kesadaran Pembayaran Royalti dan Penghormatan bagi Pelaku Seni di Sikka
Pelajar SMP di Sikka Ditemukan Meninggal Gantung Diri
Sidang Perdana Pembunuhan Pelajar SMP Rubit: Kayu Misterius Muncul Jadi Bukti, Barang Bukti Penting Hilang
Pedagang Eks Geliting Dipindah ke Wairkoja, Wabup Subandi Minta ASN Tak Belanja di Pasar Ilegal
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:31 WITA

PDI Perjuangan Sikka Siapkan Kader Tangguh, Yunus Takandewa: Harus Adaptif di Era Digital

Rabu, 29 April 2026 - 11:30 WITA

Proyek Terminal BBM Maumere Dimulai, Pertamina Patra Niaga Targetkan Jadi Pusat Distribusi NTT, Wabup Subandi: Kami Bangga

Rabu, 29 April 2026 - 10:15 WITA

Perjuangan Tiga Kali ke Kemensos, Bupati Juventus Pastikan Sekolah Rakyat di Sikka, Lokasi Waigete Dicek Tenaga Ahli Mensos

Rabu, 29 April 2026 - 05:03 WITA

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Rp 523 Juta untuk Disabilitas, Lansia, dan Anak Terdampak Bencana di Sikka

Rabu, 29 April 2026 - 03:26 WITA

Edukasi Kepatuhan Hak Cipta Musik Dorong Kesadaran Pembayaran Royalti dan Penghormatan bagi Pelaku Seni di Sikka

Berita Terbaru