
Sikka-Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Sikka meski telah memasuki musim kemarau menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di Kecamatan Tanawawo.
Camat Tanawawo, John Oriwis, mengatakan, bencana longsor terjadi di 14 titik yang tersebar di empat desa, yakni Desa Renggarasi, Detu Binga, Bu Selatan, dan Bu Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah sebaran lokasi longsor yang dilaporkan; Desa Renggarasi: 5 titik longsor terjadi di Dusun Wolo Feo, Dusun Faipanda, Kampung Watu Ria, dan ruas jalan Kampung Wolo Para.
Desa Detu Binga: 2 titik longsor di Dusun Sero Wulu dan Kampung Wulu.
Desa Bu Selatan: 3 titik longsor di Nua Heu, Dusun Detu Denu, ruas jalan menuju Wolo Waru Wolo Koja, serta di Wolo Ara.
Desa Bu Barat: 4 titik longsor melanda Kampung Tetaluka, Kampung Puu Rea, dan ruas jalan Detu Duli menuju Nua Nula.
Ancaman Terisolir
Ia juga mengatakan, dampak dari longsor ini cukup serius. Salah satu akses vital yang hampir ambruk adalah ruas jalan menuju Kampung Nua Heu, yang merupakan satu-satunya jalur penghubung masyarakat menuju Dusun di Desa Bu Selatan.
“Jika kondisi ini tidak segera ditangani, warga di wilayah tersebut terancam terisolir total, karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).
Lanjutnya, situasi serupa terjadi di Dusun Wolo Para, Desa Renggarasi, di mana longsor mengancam putusnya akses penghubung antara empat desa, yakni Desa Detu Binga, Bu Selatan, Bu Barat, dan Bu Nua Puu. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena akan mengganggu mobilitas warga dan distribusi bantuan.
Camat Tanawawo menuturkan, longsor terjadi akibat curah hujan yang tidak menentu di wilayah tersebut. Meskipun secara kalender musim telah memasuki musim kemarau, intensitas hujan masih tinggi.
Selain faktor cuaca, minimnya vegetasi dan tanaman hijau yang berfungsi menahan tanah juga memperparah risiko longsor di kawasan perbukitan ini.










