MAUMERE, TAJUKNTT-PT FTF Globalindo berencana melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap kawasan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere setelah resmi menjalin kerja sama pengelolaan dengan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui skema investasi selama 25 tahun.
Dalam presentasinya di hadapan jajaran Pemkab Sikka di Ruang Rapat Iligai Kantor Bupati Sikka, Selasa (12/5/2026), Manajer PT FTF Globalindo, Bangun Jocelyn Tobing, memaparkan konsep penataan ulang kawasan taman kota yang akan dikembangkan menjadi ruang publik modern berbasis memorial, edukasi, wisata dan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Jocelyn, Taman Kota Monumen Tsunami Maumere memiliki nilai historis penting karena dibangun untuk mengenang tragedi gempa bumi dan tsunami yang melanda Maumere pada 12 Desember 1992 silam.
“Monumen tsunami memiliki makna historis, edukatif dan sosial yang mendalam bagi lintas generasi,” ujar Jocelyn.
Namun, kata dia, kondisi taman saat ini masih menghadapi berbagai persoalan seperti fasilitas yang terbatas, pemeliharaan yang kurang memadai, minimnya pencahayaan hingga belum tersedianya sarana olahraga dan rekreasi bagi masyarakat.
Karena itu, PT FTF Globalindo menawarkan revitalisasi kawasan untuk menghidupkan kembali fungsi taman sebagai ruang terbuka publik yang aktif, produktif dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Maumere.
Dalam konsep pengembangannya, perusahaan akan menghadirkan berbagai fasilitas baru seperti lokasi UMKM, tempat bermain anak, mini restoran, mini market, panggung hiburan mini hingga pusat kuliner baru untuk Kota Maumere.
Selain itu, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat edukasi tsunami dan mitigasi bencana di Kabupaten Sikka.

PT FTF Globalindo juga memaparkan sejumlah potensi pendapatan dari pengelolaan kawasan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere.
Sumber pendapatan itu meliputi mini store dan coffee shop, retribusi parkir, sewa titik reklame seperti baliho, neon box dan spanduk di area taman, hingga pendapatan dari bazar, car free day, car free night, night market dan berbagai event lainnya.
Perusahaan juga membidik kerja sama dengan lembaga keuangan, brand makanan dan minuman serta sponsor melalui skema naming right sponsor.
Selain itu, terdapat pula potensi pendapatan dari sewa tenant, kerja sama Build, Operate and Transfer (BOT), serta pengembangan kawasan komersial selama masa kerja sama berlangsung.
Jocelyn mengatakan seluruh biaya pemeliharaan kawasan selama kerja sama akan menjadi tanggung jawab investor dalam hal ini PT FTF Globalindo.
Revitalisasi kawasan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi perbaikan tembok monumen tsunami, penambahan informasi sejarah di area monumen, penutupan dua kolam, penambahan lampu taman, perbaikan jalan dan keramik kawasan, penataan tanaman, penambahan kursi taman hingga pembangunan spot foto baru.
Selain itu, gapura monumen tsunami juga akan diubah dengan konsep minimalis modern serta dilengkapi sistem keamanan kawasan dan mini store atau coffee shop.
Sedangkan tahap kedua mencakup pembangunan foodcourt, merchandise store, minimarket express, toilet, gudang, area bermain anak, panggung hiburan, lapangan olahraga multifungsi, area parkir, area reklame, wall of fame hingga pusat kuliner baru Kota Maumere.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyatakan mendukung rencana pengembangan pengelolaan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere oleh PT FTF Globalindo karena dinilai dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, PT FTF Globalindo sebelumnya juga telah bekerja sama dengan Pemkab Sikka dalam penerapan e-retribusi parkir berbasis digital di Kota Maumere.
“Terkait rencana pengembangan pengelolaan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere oleh PT FTF Globalindo, saya mendukung setelah melihat dengan cermat tujuan, visi dan misi yang merupakan arah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah,” ujar Bupati Sikka.









