
Sikka-Pembangunan Gedung Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sikka resmi dimulai, Sabtu (14/6/2025). Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, bersama jajaran Forkopimda di lokasi pembangunan, Jalan Wairklau, Kelurahan Kotauneng, Kecamatan Alok.
Dalam sambutannya, Bupati Sikka menegaskan bahwa gedung yang akan dibangun bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan simbol komitmen terhadap dialog lintas iman dan semangat pluralisme yang menjadi fondasi masyarakat Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gedung ini bukan sekadar kantor, tapi ruang bersama untuk memperkuat kerja sama, komunikasi, dan koordinasi antara elemen keagamaan dan pemerintah,” ujar Bupati Juventus.
“Spirit pluralisme harus terus kita jaga dan wariskan. Pemerintah juga sangat menghargai peran penting MUI sebagai penjaga moral dan pengayom umat,” tambahnya.
Ketua DPRD Sikka, Stef Sumandi, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut pembangunan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kiprah para ulama dan tokoh masyarakat yang selama ini berkontribusi menjaga harmoni sosial di Kabupaten Sikka.

“MUI memiliki posisi penting dalam merawat nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman. Gedung ini akan menjadi tempat konsolidasi gagasan dan pelayanan umat yang lebih optimal,” katanya.
Ketua MUI Kabupaten Sikka, Muhammad Iksan Wahab, mengungkapkan bahwa pembangunan kantor sekretariat ini telah menjadi harapan sejak puluhan tahun lalu, sejak masa kepemimpinan almarhum Abah Rasid.
“Selama ini kegiatan MUI seperti surat-menyurat dan rapat dilaksanakan di rumah Ketua. Dengan adanya gedung ini, pelayanan kami kepada umat akan lebih maksimal dan terarah,” ujarnya.
Ketua Panitia Pembangunan, Ahmad Karno, menyampaikan bahwa gedung ini akan difungsikan sebagai pusat kegiatan keislaman, sekretariat bersama ormas Islam, dan sarana pemersatu umat.
“Total anggaran pembangunan mencapai Rp2,163 miliar. Saat ini dana yang telah terkumpul sebesar Rp160 juta, berasal dari masjid-masjid di Kota Maumere, organisasi Islam, lembaga pendidikan, serta kontribusi pengurus MUI dan panitia,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka atas hibah tanah seluas 400 meter persegi yang menjadi lokasi pembangunan gedung.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri Ketua dan anggota DPRD Sikka, perwakilan Forkopimda, tokoh agama lintas denominasi, serta warga masyarakat sekitar yang memberikan dukungan.










