Wisatawan Asal Malaysia Terseret Arus di Gili Lawa, Labuan Bajo, Tim SAR Gabungan Berhasil Lakukan Penyelamatan

- Reporter

Minggu, 29 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai Barat-Seorang wisatawan warga negara asing (WNA) asal Malaysia bernama Amirah Bazil (35) dilaporkan terseret arus saat melakukan penyelaman bersama rekan-rekannya di perairan Gili Lawa, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi (29/6).

Informasi tersebut diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat sekitar pukul 06.45 WITA. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa korban sempat terpisah dari rombongan saat menyelam dan tidak terlihat lagi di permukaan, sehingga kejadian ini segera dilaporkan untuk dilakukan pencarian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tim SAR Gabungan segera bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Manggarai Barat. Namun, dalam perjalanan, kami mendapat informasi dari kru Kapal Sea More Papua bahwa korban telah ditemukan selamat oleh kru speed boat Fenidea yang kebetulan melintas di sekitar Pulau Gili Lawa,” jelas Fathur.

Menurut keterangan, korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah terbawa arus hingga ke tepian pantai Pulau Gili Lawa. Tim SAR yang tiba di kapal Sea More Papua segera memverifikasi kondisi korban dan memastikan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan sehat.

“Korban kini berada di atas kapal dan dalam kondisi baik. Bahkan, ia menyatakan tetap ingin melanjutkan perjalanan wisatanya di perairan Labuan Bajo,” tambah Fathur.

Fathur mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bentuk nyata sinergi kemanusiaan antara tim SAR gabungan dan pihak kapal wisata, termasuk kru speed boat Fenidea yang menjadi pihak pertama menemukan korban.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sikka Butuh Hampir Rp 10 Miliar Gaji 727 PPPK Paruh Waktu, Sekda: Kemampuan Fiskal Hanya Rp 600 Ribu per Bulan
Lara Guru PPPK Paruh Waktu Sikka: Diangkat 5 Januari 2026, Hingga April Belum Terima Gaji
Nasib Miris 207 Guru dan Tenaga Kependidikan PPPK Paruh Waktu di Sikka: Digaji Rp 600 Ribu, DPRD Sebut Tidak Manusiawi
Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:54 WITA

Pemkab Sikka Butuh Hampir Rp 10 Miliar Gaji 727 PPPK Paruh Waktu, Sekda: Kemampuan Fiskal Hanya Rp 600 Ribu per Bulan

Senin, 20 April 2026 - 04:58 WITA

Lara Guru PPPK Paruh Waktu Sikka: Diangkat 5 Januari 2026, Hingga April Belum Terima Gaji

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 13:14 WITA

Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH

Kamis, 16 April 2026 - 01:32 WITA

Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu

Berita Terbaru