
Sikka-Kelompok Tani Tani Nabi di Desa Takaplager, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, menyatakan kekecewaan setelah bantuan sumur bor aspirasi Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat dialihkan ke lokasi lain tanpa pemberitahuan. Bantuan yang awalnya diperuntukkan bagi mereka kini dipindahkan ke lahan milik salah satu pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.
Bantuan tersebut merupakan aspirasi dari politisi Partai NasDem asal NTT, Julie Laiskodat. Namun kelompok tani merasa telah dibohongi karena tidak dilibatkan dalam proses pemindahan lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya titik pengeboran sudah disurvei dan dipresentasikan di Kantor Desa Takaplager. Bahkan disebutkan sumber air cukup besar. Namun setelah pengeboran sedalam 70 meter, sumur dipindahkan ke lahan milik pejabat tanpa pemberitahuan,” ujar Ketua Poktan Tani Nabi, Wilhelmus Winto, didampingi anggota Albertus Juang.
Menurut mereka, kelompok tani sudah menyiapkan lahan, sudah dilakukan survey geolistrik dan dinyatakan memenuhi syarat, tetapi justru tidak mendapat manfaat apapun karena sumur bor tersebut dialihkan.
Albertus Juang menambahkan, pada awalnya air sempat keluar dari pengeboran awal, dan saat Julie Laiskodat mengunjungi lokasi pada Oktober 2024, ia menyarankan agar pengeboran dilakukan lebih dalam. Namun setelah itu, teknisi menyatakan tidak ditemukan air dan pergi ke Flores Timur untuk proyek serupa.
“Setelah kembali, kami diberitahu oleh Bapak Anton Filter bahwa lokasi akan diganti ke tempat yang lebih rendah. Ternyata lokasi baru itu adalah kebun pribadi Pak Anton,” jelasnya.
Wilhelmus dan Albertus mengungkapkan bahwa air dari sumur bor ini awalnya direncanakan untuk digunakan oleh delapan kelompok tani di Desa Takaplager, termasuk untuk lahan pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat.
Pemdes Takaplager: Pemindahan Dilakukan Sepihak

Penjabat Kepala Desa Takaplager, Hendrikus Raga, membenarkan pemindahan lokasi pengeboran dilakukan tanpa melibatkan pihak desa dan kelompok tani.
“Bulan Maret 2025 kami mendapat informasi lisan bahwa pengeboran awal gagal. Tapi soal lokasi baru kami tidak diberitahu. Baru belakangan diketahui bahwa sumur dipindahkan ke Desa Ribang, Kecamatan Koting, di atas lahan milik Pak Anton Filter,” kata Raga.
Ia menyayangkan keputusan sepihak tersebut dan menyebut bantuan dari Julie Laiskodat seharusnya dinikmati kelompok tani yang telah diusulkan sebelumnya.
Ketua BPD Takaplager, Liberius E.P. Abong, juga membenarkan hal tersebut.
“Pemindahan secara sepihak ini mengecewakan. Apalagi titik pengeboran awal sudah disurvei dengan geolistrik dan hasilnya dipresentasikan secara terbuka kepada warga,” ungkapnya.
Ia mengatakan, akibat peristiwa ini, kepercayaan warga terhadap pemerintah desa dan BPD ikut menurun.
Kabid PSP Dinas Pertanian Sikka: Pemindahan Berdasarkan Hasil Teknis
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Sikka, Anton Filter, membenarkan bahwa pengeboran dipindahkan ke kebunnya karena tidak ditemukan air di lokasi awal.
“Sudah diuji coba, air keluar sebentar lalu kering. Setelah berkonsultasi dengan pihak pemberi CSR (PT TEP), diputuskan lokasi harus dipindah ke lembah. Hasil survei geolistrik menunjukkan air ada di kebun saya,” ujar Anton.
Ia menyatakan pemindahan itu tidak atas inisiatif pribadi dan dirinya tidak mempermasalahkan air itu dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Tani Nabi.
“Air itu bisa dimanfaatkan kelompok tani. Saya tidak klaim air itu milik saya,” tegasnya.
Namun Anton mengakui bahwa hingga saat ini belum ada berita acara resmi terkait pemindahan lokasi sumur bor tersebut.
“Memang belum dibuat berita acara, karena katanya nanti akan dibuat setelah lokasi baru ditetapkan,” ujarnya.
Anton Filter memastikan bahwa terkait pemindahan lokasi pengeboran, dirinya pernah mendatangi Kantor Desa Takaplager dan menyampaikan secara lisan kepada Sekretaris Desa.










