SIKKA–Sebanyak 1.203 pelanggan air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wairpuan di wilayah Kecamatan Nita dan sebagian di wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka mengalami gangguan distribusi air bersih selama dua pekan terakhir.
Biang keladinya, proyek pengerjaan jalan di Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, yang merusak jaringan pipa utama sepanjang 100 meter.
Akibat insiden ini, pasokan air dari sumber Nirangkliung lumpuh total, menghantam langsung 1.023 pelanggan di IKK Nita dan sebagian Kota Maumere. Untuk memenuhi kebutuhan, warga terpaksa membeli air tangki yang harganya mencapai Rp.300 ribu rupiah per tangka, jauh lebih mahal dari tarif langganan Perumda Wairpuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur PDAM Wair Puan, Frans Laka, ST., MT., menjelaskan, pipa patah setelah tertimbun material proyek jalan yang dibuang sembarangan ke sisi kali. Tanah dan batu hasil gusuran mengubur pipa hingga sedalam empat meter.
“Air tidak mengalir sejak dua minggu lalu. Kami sudah surati pemerintah Desa Nirangkliung, tapi tidak ada respon. Surat juga kami tembuskan ke Kejaksaan Negeri Maumere,” ungkap Frans, Rabu (3/9/2025).
Kerugian Ratusan Juta, Petugas Diintimidasi

Kerusakan ini berdampak serius di Desa Tilang (358 pelanggan), Lusitada (308 pelanggan), Bao Pa’at (143 pelanggan), dan Hepang (214 pelanggan). Dari 2.423 pelanggan Perumda Wairpuan di IKK Nita, hampir setengahnya mengalami gangguan distribusi air bersih akibat kerusakan pipa.
Potensi kerugian Perumda Wairpuan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, termasuk hilangnya distribusi 17.766 meter kubik air. Biaya perbaikan pun diperkirakan lebih dari Rp 60 juta. “Kami butuh 17 batang pipa ukuran 6 dim, seharga Rp. 3 juta per batang, ditambah ongkos kerja,” jelas Frans.
Lebih parah lagi, petugas Perumda Wairpuan yang mencoba memperbaiki kerusakan justru mendapat intimidasi dari pihak tertentu. Hal ini makin memperlambat proses normalisasi distribusi.
“Ini sangat memberatkan pelanggan. Mereka harus keluar biaya besar untuk membeli air tangki. Kami minta ada tanggung jawab dari pihak desa,” tegas Frans. (Wiliam)
Penulis : Wiliam
Editor : redaksi
Sumber Berita : berita desa










