Proyek Jalan Hantam Pipa Air Perumda Wairpuan, 1.023 Pelanggan Terdampak, Petugas Diintimidasi

- Reporter

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pipa utama Perumda Wairpuan yang tertimbun material proyek

Pipa utama Perumda Wairpuan yang tertimbun material proyek

SIKKA–Sebanyak 1.203 pelanggan air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wairpuan di wilayah Kecamatan Nita dan sebagian di wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka mengalami gangguan distribusi air bersih selama dua pekan terakhir.

Biang keladinya, proyek pengerjaan jalan di Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, yang merusak jaringan pipa utama sepanjang 100 meter.

Akibat insiden ini, pasokan air dari sumber Nirangkliung lumpuh total, menghantam langsung 1.023 pelanggan di IKK Nita dan sebagian Kota Maumere. Untuk memenuhi kebutuhan, warga terpaksa membeli air tangki yang harganya mencapai Rp.300 ribu rupiah per tangka, jauh lebih mahal dari tarif langganan Perumda Wairpuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur PDAM Wair Puan, Frans Laka, ST., MT., menjelaskan, pipa patah setelah tertimbun material proyek jalan yang dibuang sembarangan ke sisi kali. Tanah dan batu hasil gusuran mengubur pipa hingga sedalam empat meter.

“Air tidak mengalir sejak dua minggu lalu. Kami sudah surati pemerintah Desa Nirangkliung, tapi tidak ada respon. Surat juga kami tembuskan ke Kejaksaan Negeri Maumere,” ungkap Frans, Rabu (3/9/2025).

Kerugian Ratusan Juta, Petugas Diintimidasi

Kerusakan ini berdampak serius di Desa Tilang (358 pelanggan), Lusitada (308 pelanggan), Bao Pa’at (143 pelanggan), dan Hepang (214 pelanggan). Dari 2.423 pelanggan Perumda Wairpuan di IKK Nita, hampir setengahnya mengalami gangguan distribusi air bersih akibat kerusakan pipa.

Potensi kerugian Perumda Wairpuan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, termasuk hilangnya distribusi 17.766 meter kubik air. Biaya perbaikan pun diperkirakan lebih dari Rp 60 juta. “Kami butuh 17 batang pipa ukuran 6 dim, seharga Rp. 3 juta per batang, ditambah ongkos kerja,” jelas Frans.

Lebih parah lagi, petugas Perumda Wairpuan yang mencoba memperbaiki kerusakan justru mendapat intimidasi dari pihak tertentu. Hal ini makin memperlambat proses normalisasi distribusi.

“Ini sangat memberatkan pelanggan. Mereka harus keluar biaya besar untuk membeli air tangki. Kami minta ada tanggung jawab dari pihak desa,” tegas Frans. (Wiliam)

Komentar FB

Penulis : Wiliam

Editor : redaksi

Sumber Berita : berita desa

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPRD Sikka Fransiskus Siku Parera Serahkan Benih Bawang Merah untuk Petani Mamahi
Pemkab Sikka Gelar Bimtek Statistik Sektoral, Dorong “Satu Data dari Desa”
Diki Raja Minta Agar Program Air Bersih di Desa Magepanda dan Done Dilaksanakan Dengan Baik
Gawi Bersama Tutup Meriah Karnaval Budaya HUT RI ke-80 di Tana Wawo
Sumur Bor Bantuan Julie Laiskodat Dipindah dari Takaplager ke Ribang demi Pastikan Warga Nikmati Air Bersih
Petani Desa Takaplager Kecewa, Sumur Bor Bantuan Julie Laiskodat Dipindahkan ke Lahan Pejabat Dinas Pertanian Sikka
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 September 2025 - 03:32 WITA

Anggota DPRD Sikka Fransiskus Siku Parera Serahkan Benih Bawang Merah untuk Petani Mamahi

Kamis, 11 September 2025 - 13:20 WITA

Pemkab Sikka Gelar Bimtek Statistik Sektoral, Dorong “Satu Data dari Desa”

Kamis, 4 September 2025 - 12:40 WITA

Proyek Jalan Hantam Pipa Air Perumda Wairpuan, 1.023 Pelanggan Terdampak, Petugas Diintimidasi

Rabu, 3 September 2025 - 15:59 WITA

Diki Raja Minta Agar Program Air Bersih di Desa Magepanda dan Done Dilaksanakan Dengan Baik

Kamis, 14 Agustus 2025 - 23:42 WITA

Gawi Bersama Tutup Meriah Karnaval Budaya HUT RI ke-80 di Tana Wawo

Berita Terbaru

Lembaga pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini resmi menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI untuk memperkuat penanganan berbagai persoalan hukum dalam penyelenggaraan JKN. (12/012026)

Nasional

“BPJS Gandeng Jaksa Agung, Ada Apa dengan JKN?”

Selasa, 13 Jan 2026 - 11:43 WITA