Anggota DPRD Sikka Fransiskus Siku Parera Serahkan Benih Bawang Merah untuk Petani Mamahi

- Reporter

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan benih bawang merah dari anggota DPRD Sikka Fraksi Partai Golkar Fransiskus Siku Parera (Mo'at Pang) Kepada kelompok tani di desa Mamahi

Penyerahan benih bawang merah dari anggota DPRD Sikka Fraksi Partai Golkar Fransiskus Siku Parera (Mo'at Pang) Kepada kelompok tani di desa Mamahi

 

Sikka Jumat 19 September 2025–Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi Partai Golkar, Fransiskus Siku Parera atau yang akrab disapa Mo’at Pang, Jumat, 19 September 2025 kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap petani di daerah pemilihannya. Pada Kamis (tanggal menyesuaikan), ia menyerahkan 525 kilogram benih bawang merah, pupuk, serta dua unit tangki semprot kepada Kelompok Tani Tunas Harapan Dua di Dusun Mamahi, Desa Mamahi, Kecamatan Talibura.

Bantuan ini bersumber dari dana pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD tahun 2025, yang sebelumnya diusulkan langsung oleh masyarakat saat Fransiskus melaksanakan reses di Talibura pada tahun 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Mo’at Pang (sapaan akrabnya) menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga upaya mendorong petani Mamahi untuk lebih berdaya dan memiliki alternatif usaha tani yang menjanjikan. Ia menyampaikan tiga poin penting terkait arti strategis dari program ini:

1. Menopang Ekonomi Desa

Menurut Fransiskus, selama ini petani di Mamahi lebih banyak bergantung pada jagung dan padi. Padahal, ada komoditas lain yang bisa menjadi penopang ekonomi rumah tangga, salah satunya bawang merah.

“Saya berpikir bantuan ini bisa menjadi perangsang buat petani. Paling tidak, dalam kehidupan sebagai petani jangan hanya berpikir menanam jagung dan padi. Harus ada tanaman lain yang bisa menopang ekonomi desa,” ungkapnya.

2. Menyambut Program MBG

Fransiskus Siku Parera juga menyinggung pentingnya petani desa Mamahi untuk menyesuaikan diri dengan program pemerintah, salah satunya MBG (Meningkatkan Basis Gizi/ketahanan pangan atau singkatan lain yang berlaku di daerah). Menurutnya, bantuan bibit ini merupakan bagian dari sinkronisasi antara kebutuhan riil masyarakat dan arah kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Sikka.

Ia berharap kelompok tani bisa memanfaatkan bantuan dengan optimal agar ke depan desa Mamahi mampu menjadi salah satu sentra penghasil bawang merah di wilayah barat Sikka.

3. Fransiskus Siku Parera atau yang akrab disapa Mo’at Pang Sosok yang Dekat dengan Masyarakat

Selain nilai ekonomis, kehadiran Fransiskus di Mamahi menegaskan citra dirinya sebagai wakil rakyat yang tidak berjarak dengan masyarakat. Ia turun langsung ke lapangan, mendengar aspirasi, dan mengupayakan realisasinya melalui mekanisme anggaran.

Bagi warga Mamahi, sosok Mo’at Pang bukan hanya legislator, tetapi juga sahabat yang selalu hadir saat mereka membutuhkan.

“Bantuan ini lahir dari usulan masyarakat sendiri. Saya hanya menjadi jembatan agar aspirasi itu bisa diwujudkan,” tegasnya.

Harapan untuk Ke Depan

Dengan adanya bantuan tersebut, petani di Mamahi diharapkan dapat memperluas ragam komoditas pertanian mereka. Ke depan, jika bawang merah berhasil dikembangkan, bukan hanya kebutuhan konsumsi lokal yang terpenuhi, tetapi juga bisa membuka peluang pasar di wilayah lain.

Fransiskus menutup sambutannya dengan ajakan agar petani tetap semangat, tekun, dan kompak dalam mengelola bantuan yang ada.

Suasana Akrab, Seperti Keluarga

Acara penyerahan bantuan itu berlangsung penuh keakraban. Beberapa ibu terlihat menyiapkan kopi panas dan jagung rebus untuk tamu. Anak-anak berlarian di halaman, sementara para bapak tak henti-hentinya berbincang dengan Mo’at Pang tentang kondisi lahan, pupuk, hingga rencana musim tanam.

Bagi masyarakat Mamahi, Mo’at Pang bukanlah sosok yang hanya muncul lima tahun sekali. Ia adalah wakil rakyat yang selalu kembali, mendengar keluh kesah, dan menghadirkan solusi nyata.

Harapan Mamahi ke Depan

Bantuan kali ini diharapkan menjadi titik awal perubahan. Jika bawang merah tumbuh subur, hasil panen bukan hanya mengisi dapur keluarga, tetapi juga membuka peluang pasar di wilayah lain. Dan yang lebih penting, Mamahi semakin percaya diri menatap masa depan dengan diversifikasi pertanian.

“Yang membuat kami bahagia, bukan hanya karena bantuan ini, tapi karena ada wakil rakyat yang benar-benar bersama kami. Mo’at Pang itu seperti keluarga kami sendiri,” tutur Wihelmus Mamahi, Ketua Kelompok tani.

Komentar FB

Penulis : Wiliam

Editor : Wiliam

Sumber Berita : Liputan khusus

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sikka Gelar Bimtek Statistik Sektoral, Dorong “Satu Data dari Desa”
Proyek Jalan Hantam Pipa Air Perumda Wairpuan, 1.023 Pelanggan Terdampak, Petugas Diintimidasi
Diki Raja Minta Agar Program Air Bersih di Desa Magepanda dan Done Dilaksanakan Dengan Baik
Gawi Bersama Tutup Meriah Karnaval Budaya HUT RI ke-80 di Tana Wawo
Sumur Bor Bantuan Julie Laiskodat Dipindah dari Takaplager ke Ribang demi Pastikan Warga Nikmati Air Bersih
Petani Desa Takaplager Kecewa, Sumur Bor Bantuan Julie Laiskodat Dipindahkan ke Lahan Pejabat Dinas Pertanian Sikka
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 September 2025 - 03:32 WITA

Anggota DPRD Sikka Fransiskus Siku Parera Serahkan Benih Bawang Merah untuk Petani Mamahi

Kamis, 11 September 2025 - 13:20 WITA

Pemkab Sikka Gelar Bimtek Statistik Sektoral, Dorong “Satu Data dari Desa”

Kamis, 4 September 2025 - 12:40 WITA

Proyek Jalan Hantam Pipa Air Perumda Wairpuan, 1.023 Pelanggan Terdampak, Petugas Diintimidasi

Rabu, 3 September 2025 - 15:59 WITA

Diki Raja Minta Agar Program Air Bersih di Desa Magepanda dan Done Dilaksanakan Dengan Baik

Kamis, 14 Agustus 2025 - 23:42 WITA

Gawi Bersama Tutup Meriah Karnaval Budaya HUT RI ke-80 di Tana Wawo

Berita Terbaru