
Sikka-Sebanyak 13 sekolah dari jenjang TK hingga SMP di Kabupaten Sikka dipastikan menjadi penerima bantuan program revitalisasi sekolah tahun 2025 yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program ini ditujukan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, serta meningkatkan sarana prasarana sesuai standar nasional pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, menyampaikan bahwa penetapan penerima bantuan didasarkan pada data yang diinput langsung oleh sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Untuk tahun 2025, Kabupaten Sikka mendapat alokasi bantuan revitalisasi untuk 13 sekolah yang terdiri dari 1 TK, 3 SD, dan 9 SMP,” kata Germanus, Rabu (2/7/2025) lalu.
Ditambahkan Kadis PKO Sikka, program revitalisasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang selama ini mengalami kerusakan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar di sekolah.
Berikut daftar lengkap 13 sekolah penerima bantuan program revitalisasi sekolah tahun 2025:
TK Pembina Negeri – pembangunan area bermain dan toilet
SD Katolik Brai – rehabilitasi 4 ruang dan pembangunan 1 unit toilet
SD Negeri Blatat – pembangunan 1 toilet dan rehabilitasi 8 ruang
SD Negeri Tuabao – pembangunan 1 toilet
SMP Katolik St. Yohanes Tilang – pembangunan 3 unit dan rehabilitasi 1 unit
SMPN 1 Talibura – rehabilitasi 1 unit dan pembangunan 3 unit
SMPN 2 Bola – pembangunan 1 unit dan rehabilitasi 2 ruang dan 1 unit lainnya
SMPN Henga – pembangunan 3 unit
SMPN Reroroja – pembangunan 4 unit dan rehabilitasi 3 ruang
SMP Susila Koting – rehabilitasi 4 ruang dan pembangunan 3 unit
SMP Katolik St. Gabriel Maumere – rehabilitasi 5 ruang
SMP Katolik Yapentom II – rehabilitasi 1 ruang
SMPN 1 Waigete – rehabilitasi 3 ruang dan pembangunan 3 unit
Pejabat Fungsional Perencanaan Dinas PKO Sikka, Sirilus Siga Juang, menjelaskan bahwa sekolah-sekolah tersebut sebelumnya diusulkan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2024, namun kemudian dialihkan ke program revitalisasi sekolah 2025.
Setiap sekolah yang ditetapkan membentuk tim pelaksana pembangunan secara swakelola, melibatkan unsur sekolah, komite, dan masyarakat.
Kata Sirilus, dalam proses penyusunan rencana teknis, sekolah juga didampingi oleh tenaga perencana dan fasilitator dari perguruan tinggi negeri yang ditunjuk oleh Kemendikdasmen, yakni Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk jenjang SMP dan Politeknik Negeri Kupang untuk jenjang SD.
“Semua sekolah telah membentuk tim pembangunan. Pelatihan teknis untuk SMP akan digelar 6-9 Juli 2025 di Kupang. Untuk TK, proses perencanaannya sudah rampung,” tambah Sirilus.










