Yayasan PAPHA dan The Samdhana Institut Beri Bantuan bagi Balita Terdampak Erupsi Lewotobi Laki-laki

- Reporter

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) bekerjasama dengan The Samdhana Institute menyalurkan sejumlah bantuan bagi masyarakat terdampak erupsi gunung berapi Lewotobi Laki-laki di wilayah Kabupaten Sikka.

Bantuan berupa telur ayam, pampers, selimut, handuk, air mineral dan peralatan mandi diberikan kepada 114 balita di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Senin (14/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emil Soge, salah satu staf Yayasan PAPHA yang terlibat langsung dalam penyerahan bantuan tersebut mengungkapkan Desa Kringa merupakan salah satu dari lima desa di wilayah Timur Kabupaten Sikka yang terdampak langsung dari erupsi gunung berapi Lewotobi Laki-laki.

“Di Desa Kringa semua warga terdampak parah erupsi. Warga kesulitan mendapatkan air bersih, bahan makanan ikut tercemar material gunung berapi,” kata Emil kepada TajukNTT, Rabu (16/7/2025).
Hal itu menurutnya menyebabkan ekonomi masyarakat ikut terhambat akibat gagal panen.

“Tanaman seperti mete, kakao dan kelapa enggan berbuah lantaran terkena abu vulkanis. Orang tua terkendala keuangan untuk membeli kebutuhan anak. Sehingga kami bekerjasama dengan The Samdhana memberikan bantuan khusus kepada bayi balita yang ada di desa ini,” ujarnya.

Kata Emil, selain kebutuhan bayi balita, Yayasan PAPHA juga menyalurkan bantuan 17 tangki air bersih untuk masyarakat Desa Hikong dan Kringa.

“Melihat kondisi air di wilayah ini yang sudah tercemar material gunung berapi dan tidak layak dikonsumsi, kami dengan cepat mengupayakan air bersih bagi masyarakat. Dari sana kami juga mendengar keluhan mereka secara langsung mengenai kondisi kesehatan mereka pasca mengkonsumsi air yang tercampur abu vulkanis,” ujar Emil.

Cristina Yeni, warga Dusun Boganatar mengatakan bantuan berupa kebutuhan bayi sangat membantu ibu-ibu yang memiliki bayi. Keterbatasan ekonomi pasca erupsi membuat mereka tak berdaya ketika kebutuhan anak sulit terpenuhi.

“Kami berterimakasih kepada Yayasan PAPHA dan The Samdhana Institute telah membantu kami dalam hal ini memberikan beberapa kebutuhan bayi serta telur ayam dan air mineral. Ini memudahkan kami karena memang selama erupsi berlangsung sejak tahun lalu, kami mengalami kesulitan ekonomi,” kata Yeni.

Yeni berkata, tanaman penunjang ekonomi seperti kakao, mete, kelapa dan kemiri tidak berbuah karena abu vulkanik yang panas.

“Tanaman biasanya berbunga tetapi akhirnya hangus dan gugur, sehingga memang sulit sekali kami mendapatkan uang dari hasil kebun,” ungkapnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat hingga saat ini gunung berapi Lewotobi Laki-laki saat ini masih berstatus AWAS atau berada pada level IV.

Emanuel Rofinus Bere, petugas Pos Pengamatan Gunung berapi Lewotobi Laki-laki mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dan Sektoral Barat Daya – Timur laut 7 kilometer dari pusat erupsi.

“Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.”

Selain itu, kata dia, masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

“Masyarakat terdampak abu vulkanis memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanis pada sistem pernafasan,” ujar Emanuel.

Penulis:Mia Margaretha Holo
Editor:Redaksi

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dosen Fakultas Hukum Unipa: Salah Tangkap Kasus Narkotika di Sikka Patut Dipertanyakan
Hasil Test Lab Negatif Narkoba, Dua Pemuda Pembawa Gula Halus yang Diamankan Polda NTT di Maumere Dipulangkan
Laporan Informasi dan Surat Perintah Penyelidikan Ditresnarkoba Polda NTT Berujung Salah Tangkap Pemuda Pembawa Gula Halus di Maumere
Demi Layanan Maksimal, RSUD Tc Hillers Maumere Usulkan Perbaikan Gedung IGD dan Instalasi Air ke Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir
Polda NTT Klarifikasi Video Viral Penangkapan di Maumere, Serbuk Putih Ternyata Bukan Narkoba
Jauh-Jauh dari Kupang, Tim Polda NTT Diduga Salah Target, Malah Tangkap Pelaku yang Bawa Gula Halus
Gedung IGD RSUD Tc Hillers Maumere Bocor, Lantai 2 dan 3 Dibiarkan Kosong Bertahun-Tahun
Data DTSEN Catat 10.873 Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah di Sikka, Dinsos Akan Verifikasi untuk Program Sekolah Rakyat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:43 WITA

Dosen Fakultas Hukum Unipa: Salah Tangkap Kasus Narkotika di Sikka Patut Dipertanyakan

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:41 WITA

Hasil Test Lab Negatif Narkoba, Dua Pemuda Pembawa Gula Halus yang Diamankan Polda NTT di Maumere Dipulangkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:42 WITA

Laporan Informasi dan Surat Perintah Penyelidikan Ditresnarkoba Polda NTT Berujung Salah Tangkap Pemuda Pembawa Gula Halus di Maumere

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:33 WITA

Demi Layanan Maksimal, RSUD Tc Hillers Maumere Usulkan Perbaikan Gedung IGD dan Instalasi Air ke Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:28 WITA

Jauh-Jauh dari Kupang, Tim Polda NTT Diduga Salah Target, Malah Tangkap Pelaku yang Bawa Gula Halus

Berita Terbaru