Kasus Dugaan Pembunuhan Ebit Seda, Keluarga Kritik Lambannya Proses Hukum oleh Polres Sikka

- Reporter

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sikka-Keluarga almarhum Ebit Seda menyampaikan kekecewaan atas lambannya penanganan perkara dugaan pembunuhan yang menewaskan Ebit di kawasan Pasar Tingkat Maumere.

Hal itu mereka sampaikan dalam pertemuan resmi dengan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sikka, Kamis (31/7/2025), di Mapolres Sikka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Didampingi tim kuasa hukum dari Gariko Law Office, yakni Afrianus Ada, S.H. dan Aprianus Noeng, S.H., keluarga menuntut kejelasan dan kepastian hukum, serta menolak anggapan bahwa kematian Ebit hanya akibat penganiayaan biasa.

“Sudah berbulan-bulan, tetapi belum ada kejelasan hukum. Kami menilai penanganan kasus ini sangat lamban dan tidak memberi rasa keadilan bagi keluarga korban,” tegas Afrianus Ada kepada wartawan usai pertemuan.

Ia menambahkan, lambannya penanganan juga dipengaruhi oleh keterlambatan hasil visum et repertum dari RSUD TC Hillers Maumere, yang menghambat proses analisis penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Sikka, IPTU Djafar Alkatiri, membenarkan bahwa hingga saat ini berkas perkara masih dalam tahap pelengkapan. Ia menyebut kasus ini menjadi prioritas dan Polres akan segera melaksanakan rekonstruksi untuk memperjelas kronologi kejadian.

Meski demikian, pihak kuasa hukum menyatakan tidak puas. “Kami akan segera bersurat dan menemui Kejaksaan Negeri Sikka untuk mengklarifikasi berbagai hambatan. Kami khawatir proses ini akan terus berlarut-larut,” kata Aprianus Noeng.

Sikap serupa disampaikan oleh istri korban yang meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Nyawa suami saya tidak bisa digantikan. Kami butuh keadilan,” ujarnya.

Yos Laka Gerungan, Sekretaris Alumni Kelompok Mahasiswa Maumere Sa’Ate, juga turut hadir dan meminta Polres Sikka lebih terbuka dalam melaporkan perkembangan perkara kepada keluarga dan kuasa hukum.

Keluarga korban berharap, kasus ini menjadi momentum penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan terhadap nyawa, serta meminta publik dan media turut mengawasi prosesnya agar tidak terjadi impunitas.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Kota Maumere yang Tinggal Sendirian Ditemukan Membusuk di Dalam Rumahnya, Diduga Akibat Sakit Komplikasi
Berkas Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Desa Rubit Dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Negeri Sikka
Lanjutan Praperadilan Dugaan TPPO Eltras Pub; Replik Pemohon Ungkap Soal Cacat Bernalar Hingga Bukti Kasbon 13 LC “Hilang”
Guru PPPK di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia, Sempat Diskorsing dari Sekolah
Termohon Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Eltras Pub & Karaoke
Pengungkapan Waktu Kematian Anak Korban STN Sangat Krusial, Tim Kuasa Hukum Minta Polres Sikka Libatkan Dokter Forensik dan Patologi Forensik
Praperadilan TPPO Eltras Pub, Kuasa Hukum Minta Hakim Batalkan Penetapan Tersangka
Seorang Guru SMP di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri Usai Pulang dari Kupang
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:08 WITA

Warga Kota Maumere yang Tinggal Sendirian Ditemukan Membusuk di Dalam Rumahnya, Diduga Akibat Sakit Komplikasi

Jumat, 17 April 2026 - 13:33 WITA

Berkas Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Desa Rubit Dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Negeri Sikka

Rabu, 15 April 2026 - 07:53 WITA

Lanjutan Praperadilan Dugaan TPPO Eltras Pub; Replik Pemohon Ungkap Soal Cacat Bernalar Hingga Bukti Kasbon 13 LC “Hilang”

Rabu, 15 April 2026 - 05:35 WITA

Guru PPPK di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia, Sempat Diskorsing dari Sekolah

Rabu, 15 April 2026 - 00:42 WITA

Termohon Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Eltras Pub & Karaoke

Berita Terbaru