
Sikka- Puluhan ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, mengikuti kegiatan edukasi penggunaan pembalut kain yang bisa dipakai berulang kali.
Edukasi ini berlangsung usai kerja bhakti massal bersama warga pada Jumat (12/9/2025) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut digagas oleh Camat Alok bekerja sama dengan CV Gesia Sukses. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan alternatif pembalut kain dan popok kain cuci ulang sebagai pilihan ramah lingkungan sekaligus ekonomis.
Bambang, perwakilan dari CV Gesia Sukses mengatakan, di dalam pembalut ada sebuah bahan yang warnanya putih dan mirip sekali dengan kapas namun bukan kapas. Ini adalah bahan yang secara fabrikasi diberi nama pull tisue. Sering kali, saat menggunakan pembalut, para perempuan menyampaikan adanya rasa gatal atau panas.
“Kejadian gatal atau panas itu disebabkan oleh sebuah zat yang terkandung di dalam pembalut namanya klorin. Korin itu sebenarnya sudah ditetapkan biang keladi menjahati perempuan, tetapi banyak perempuan tidak sadar. Awalnya perempuan hanya merasa gatal atau panas saja tetapi lama-lama zat aktif ini meresap masuk, melekat di dalam dan tidak mudah hilang bertahun-tahun. Salah satu dampak dari klorin bisa munculkan penyakit yang disebut dengan kanker serviks. Penyakit ini menyerang ribuan perempuan di Indonesia dan menyebabkan kematian,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dampak dari klorin iuga bisa menimbulkan kelahiran prematur dan kelahiran kembar siam, kista, dan penyakit pada organ reproduksi lainnya.
Bambang juga mengatakan, sebaiknya perempuan yang sehat memiliki “alat pribadi” seperti handuk kecil, gunting kecil, pemotong kuku, pembersih telinga serta sisir kecil yang disimpan dalam tas kecil.
Sosialisasi pembalut kain cuci ulang menarik perhatian ibu-ibu yang hadir. Mereka tidak hanya mendapat penjelasan, tetapi juga praktik cara penggunaan, teknik pencucian, hingga tips menjaga higienitas pembalut kain cuci ulang tersebut.
Salah satu warga, Mama Oktaviani Pengu, IRT asal RT 02/RW 03 Kelurahan Kota Uneng, mengaku senang dengan inovasi tersebut.
“Harga jualnya pas sesuai produknya. Bisa dipakai berulang kali, jadi tidak hanya lebih hemat tapi juga membantu mengurangi sampah plastik,” ujar Mama Oktaviani.
Camat Alok, Rudlof M. Cherubim Newar, mengatakan rangkaian acara tidak hanya kerja bakti, tetapi juga dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan lain. Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan agenda rutin pada minggu kedua setiap bulan.
“Setiap bulan minggu kedua kami menjadwalkan kegiatan bakti sosial di empat kelurahan. Hari ini di Kota Uneng, bulan Oktober bergilir di Kelurahan Madawat,” jelas Camat Alok yang biasa disapa Chery Newar ini.
Menurutnya, program ini mendukung instruksi Bupati Sikka “Jaga Nian Tana, Jumat Giat Berantas Sampah.”
Selain menjadi kewajiban warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan bulanan ini difokuskan secara masal dengan melibatkan lurah, ASN, hingga Forkompimca.

“Kegiatan bakti sosial kali ini dikolaborasikan dengan beberapa agenda lain, di antaranya sosialisasi kesehatan reproduksi oleh agensi produk ibu dan balita, CV Gesia Sukses Bersama serta pembagian minyak goreng gratis untuk masyarakat. CV Gesia juga memperkenalkan produk pembalut dan popok kain ramah lingkungan yang dapat digunakan berulang kali, serta diklaim bermanfaat mencegah kanker serviks,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi (Deperindagkop) Kabupaten Sikka, Ferdi Lepe, turut hadir memberikan sosialisasi tentang Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kota Uneng. Koperasi ini sudah memiliki 400 anggota dengan dana simpanan mencapai ratusan juta rupiah, dan akan segera menguji pencairan pinjaman pertama.
Selain itu, kata Chery Newar, Kadis Pariwisata Kabupaten Sikka juga hadir memberikan sosialisasi terkait pengembangan hutan mangrove di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng sebagai destinasi wisata baru di Kota Maumere.
Ia menambahkan, agenda juga dirangkaikan dengan undian bagi anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Uneng.
“Ada 20 anggota beruntung yang akan menjadi calon peminjam kloter pertama. Undian dilakukan langsung oleh Bupati Sikka bersama sejumlah pejabat terkait,” tambahnya.










