Maumere, 11 September 2025 — Polemik pelayanan kesehatan di RSUD dr. TC Hillers Maumere kembali mencuat ke publik. Kali ini, desakan datang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sikka yang meminta dibentuknya panitia khusus (pansus) guna membedah tata kelola manajemen rumah sakit terbesar di Flores itu.
Ketua Fraksi PKB, Yoseph Karnianto Eri, D.Fil, dalam keterangan singkat melalui WhatsApp kepada media, Kamis (11/9), menegaskan bahwa banyak persoalan mendasar di RS TC Hillers, terutama ketiadaan dokter ahli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
> “Fraksi PKB meminta fraksi-fraksi di DPRD membentuk pansus untuk membahas tata kelola manajemen RS TC Hillers akibat ketiadaan dokter ahli. Banyak dokter yang keluar atau tidak memperpanjang kontrak karena masalah kesejahteraan dan tata kelola yang tidak transparan,” tegas Yoseph.
Pasien Jantung Kebingungan di IGD
Kritik tersebut seolah menemukan relevansinya pada kasus yang dialami Herman Sinyo Tukan (65), pasien rujukan dari Puskesmas Boru, Flores Timur. Herman bersama istrinya tiba di RS TC Hillers dengan harapan bisa segera ditangani oleh dokter spesialis jantung, setelah sebelumnya RSUD Larantuka menyatakan tidak memiliki tenaga ahli di bidang tersebut.
Namun, sesampainya di Maumere, kenyataan berkata lain. Dari IGD, Herman diarahkan ke poli jantung. Sayangnya, dokter spesialis yang dijadwalkan praktik pada hari itu tidak berada di tempat. Informasi dari perawat menyebutkan sang dokter sedang berada di luar kota.
Kebingungan keluarga makin bertambah ketika pihak humas rumah sakit menyatakan tidak menerima informasi rujukan dari Flores Timur. Mereka menyarankan agar keluarga pasien mendaftar ulang untuk diarahkan ke klinik jantung. Meski prosedur diikuti, layanan dokter spesialis tetap tidak tersedia.
“Tidak ada solusi. Kami bingung harus bagaimana,” tutur istri Herman dengan nada kecewa.
Nyaris Pulang, Pasien Kembali Terserang Sesak
Merasa tak ada jalan keluar, keluarga akhirnya memutuskan kembali ke Boru. Namun, baru beberapa meter meninggalkan rumah sakit, Herman tiba-tiba mengalami sesak napas. Seorang warga membantu mendorong kursi roda untuk membawanya kembali ke IGD.
Di sana, tim medis melakukan pemeriksaan awal. Dugaan sementara, terdapat cairan di paru-paru sehingga pasien harus menjalani rontgen. “Kasus seperti ini sering terjadi. Pasien dirujuk tanpa ada komunikasi jelas antara puskesmas, rumah sakit asal, dan rumah sakit rujukan,” ujar seorang dokter jaga di IGD.
Desakan Transparansi Manajemen
Kasus Herman Sinyo Tukan hanyalah satu potret kecil dari banyaknya persoalan pelayanan kesehatan di RS TC Hillers. Krisis dokter ahli, manajemen yang dinilai tertutup, hingga kesejahteraan tenaga medis yang tidak terjamin membuat kondisi layanan rumah sakit semakin rapuh.
Fraksi PKB menegaskan, pembentukan pansus di DPRD menjadi langkah penting untuk membuka tabir masalah ini. “Kesehatan adalah hak rakyat. Jangan sampai rumah sakit yang menjadi rujukan utama di Flores justru gagal memberikan pelayanan yang layak,” pungkas Yoseph Karnianto.
Penulis : Wiliam
Editor : Wiliam
Sumber Berita : Liputan dan dikutip dari salah satu media online










