Tutup Akses DPRD Sikka dengan Batu, Fokalis Tuntut Perbaikan Manajemen RSUD Maumere dan Transparansi Anggaran Dana Pokir DPRD

- Reporter

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sikka-Forum Rakyat Resah dan Gelisah (Fokalis) Kabupaten Sikka menggelar aksi damai di halaman gedung DPRD kabupaten Sikka, Kamis, (30/10/2025) siang. Mereka menyampaikan sembilan poin tuntutan.

Pantauan media di lokasi, Frederich F. Baba Djoedje selaku ketua Forkasi datang sendiri ke kantor DPRD Sikka membawa dokumen yang berisikan beberapa poin tuntutan. Dokumen tersebut diserahkan ke Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Sikka.

Ia membawa serta satu unit mobil dumtrek bermuatan batu yang kemudian dibongkar tepat di pintu gerbang kantor DPRD Sikka sehingga menutup akses keluar masuk kendaraan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyuarakan beberapa tuntutan terkait kinerja DPR dan pemerintah daerah yang dinilai gagal menjalankan amanah rakyat.

“Kami sebagai masyarakat Kabupaten Sikka dalam dalam tahun 2025 ini sangat resah dan gelisah terhadap dinamika penyelenggaraan pemerintahan yang terjadi di Kabupaten Sikka tercinta ini, ” ungkap Ivan yang biasa disapa.

Menurutnya, ada banyak persoalan yang terjadi menyangkut ketidakseriusan Pemerintah Daerah dan DPRD Sikka sebagai pelaksanan dan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat dan Propinsi NTT untuk kami di Kabupaten Sikka.

Mereka menyampaikan beragam persoalan yang terjadi di kabupaten Sikka terkait, polemik sepanjang tahun terkait pelayanan di Rumah Sakit TC. Hillers Maumere sebagai Rumah sakit Rujukan masyarakat Flores Lembata yang mengalami kekurangan bahkan ketiadaan dokter spesialis berujung pada kasus-kasus kematian pasien dan keterlambatan pelayanan kesehatan yang mengakibatkan kematian warga.

“Bupati dan DPRD Tidak serius dalam menyelesaikan polemik terkait kekurangan dokter spesialis yang disinyalir gaji dan tunjangan kecil, ” ungkapnya.

Menurut Ivan, lemahnya pengawasan DPRD Sikka terhadap penanganan Kasus-kasus korupsi di Sikka yang melibatkan penyelenggara pemerintahan dari tingkat Pemerintah Desa Sampai Pemerintahan Kabupaten yang merugikan negara dan masyarakat.

Kinerja DPRD Sikka yang disinyalir telah banyak menghabiskan anggaran daerah tapi akuntabilitas publik tidak tercapai dimana terkait dengan efisiensi dan efektivitas anggaran yang tidak menyentuh aspek ketidakwajaran misalnya Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD yang mencapai belasan juta per bulan dan operasional Perjalanan dinas yang tdk berkontribusi terhadap lahirnya peraturan daerah secara inisiatif menurut tugas dan tanggung jawab DPRD Sikka tiap tahun.

Tidak ada transparansi publik terhadap pengalokasian Dana Hibah Pokir sebesar Rp 35 Miliar dimana rata-rata tiap anggota DPRD Sikka memiliki kewenangan sebesar Rp 1 Miliar. Sehingga kami mendesak agar semua alokasi dana hibah dan peruntukannya dibuka ke publik.

“Pemaksaan kehendak Pemda dan DPRD Sikka untuk menutup Pasar Rakyat di Kelurahan Wolomarang kompleks Wuring yang merupakan pusat aktivitas pasar sore hari yang sangat membantu kehidupan warga Sikka dari akses jarak, harga dan terjadi aktivitas relasi komunikasi yang sudah terjalin baik sejak lama. Sehingga kami mendesak untuk duduk bersama antara masyarakat, para pengguna pasar rakyat dan pemda serta DPRD untuk menyelesaikan dan mencari solusi terbaik kedepannya yang menjamin aktivitas pasar demi kehidupan masyarakat, ” tambahnya.

Ivan juga mendesak Bupati Sikka untuk memerintahkan APIP Sikka melakukan audit investigasi terhadap penyaluran dana pokir masing-masing Anggota DPRD Sikka dan pengkajian ulang terhadap nilai kewajaran tunjangan dan operasional DPRD Sikka sesuai kondisi riil di Kabupaten Sikka.

Mendesak Pemda Sikka dan DPRD Sikka untuk melakukan efisiensi anggaran DPRD dan mengalokasikan untuk penambahan gaji dan tunjangan dokter spesialis untuk penempatan di Rs. TC. Hillers Maumere serta pembenahan manajemen rumah sakit yang lebih baik kedepan.

Mendesak Bupati untuk berkoordinasi menunda Perubahan APBD Ketingkat Provinsi dan Kementrian untuk melihat kembali Pendanaan Pokir yang tidak terlalu penting sesuai kebutuhan Dasar masyarakat Sikka dan dialihkan untuk penambahan gaji dokter spesialis.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terduga Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Desa Rubit Diduga Kabur Saat Dibawa Berobat
Misteri Kematian Remaja Putri di Desa Rubit, Sikka, Keluarga Gelar Upacara Adat Saat Pemakaman
Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Kunjungan Kerja ke Kantor Imigrasi Maumere, Matangkan Rencana Pembangunan Pos Imigrasi di Flores Timur
Bupati Juventus Lantik 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Sikka
OMK Boganatar Rangkai Kandang Natal dari Seng Bekas Erupsi : Sebuah Refleksi Simbol Perjuangan Umat ditengah Bencana
Prodi Pendidikan Ekonomi Unimof Gandeng Pegadaian Sikka Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa
Vox Point Sikka Dukung Penataan Pasar Alok, Penutupan Pasar Wuring Dinilai Sudah Tepat
Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Wuring, Sikka Senilai Rp1,6 Miliar Dimulai, Target Jadi Sentra Ekonomi Baru
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:14 WITA

Terduga Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Desa Rubit Diduga Kabur Saat Dibawa Berobat

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:47 WITA

Misteri Kematian Remaja Putri di Desa Rubit, Sikka, Keluarga Gelar Upacara Adat Saat Pemakaman

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:06 WITA

Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Kunjungan Kerja ke Kantor Imigrasi Maumere, Matangkan Rencana Pembangunan Pos Imigrasi di Flores Timur

Rabu, 31 Desember 2025 - 03:30 WITA

Bupati Juventus Lantik 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Sikka

Sabtu, 27 Desember 2025 - 08:40 WITA

OMK Boganatar Rangkai Kandang Natal dari Seng Bekas Erupsi : Sebuah Refleksi Simbol Perjuangan Umat ditengah Bencana

Berita Terbaru