Sikka-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 KSP Kopdit Obor Mas dijadikan sebagai momentum penting untuk refleksi dan pembaruan gerakan koperasi kredit. Hal ini diwujudkan melalui seminar bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Sahabat Obor Mas Melalui Reideologi Nilai-nilai Koperasi dan Community Development” yang berlangsung selama dua hari, 7-8 November 2025, di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere.
Hadir dalam kegiatan tersebut General Manajer KSP Kopdit Obor Mas Yanto Lering, Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Markus Menando dan jajaran pengurus, jajaran pengawas Kopdit Obor Mas, perwakilan masing-masing unit serta perwakilan Sahabat Obor Mas dari berbagai cabang di Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seminar ini menegaskan kembali pentingnya reideologisasi dalam menjaga jati diri koperasi di tengah arus modernisasi dan digitalisasi ekonomi.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber nasional yang membahas penguatan nilai-nilai koperasi dan pentingnya pemberdayaan komunitas anggota:
- Suroto (CEO Inkur Federation dan Ketua ASKES) memaparkan materi “Ideologi Nilai-nilai Koperasi Menuju Koperasi Modern”. Suroto menekankan bahwa koperasi harus menjaga jati dirinya sebagai gerakan sosial-ekonomi yang berbasis solidaritas dan keadilan, bukan semata-mata lembaga keuangan.
- Agustinus Mardikun berbagi pengalaman melalui materi “Sharing Pemberdayaan Kelompok”. Fokusnya adalah menyoroti praktik-praktik lapangan untuk memperkuat kelompok Sahabat Obor Mas agar mampu mencapai kemandirian dan keberdayaan secara ekonomi.
- Misbah Isnaifah menyampaikan materi “Memperkuat Community Development Melalui Community Organizing”. Ia menegaskan bahwa upaya pemberdayaan tidak akan efektif tanpa adanya pengorganisasian komunitas yang berkelanjutan.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Ketua Puskopdit Swadaya Utama, Benyamin Hung, menggarisbawahi bahwa tema seminar ini adalah pengingat penting di tengah derasnya perubahan zaman.
“Reideologi berarti kembali kepada jati diri, menegaskan kembali roh dan nilai dasar gerakan koperasi kredit agar tidak kehilangan arah,” ujar Benyamin Hung.
Ia menegaskan bahwa gerakan koperasi kredit bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan gerakan moral yang berfokus pada pemberdayaan manusia. Benyamin mengingatkan bahwa tujuan utama gerakan koperasi adalah memanusiakan manusia, bukan semata-mata mengejar pertumbuhan aset.
“Kita tidak didirikan untuk memperkaya segelintir orang, melainkan untuk memberdayakan banyak orang agar hidupnya lebih bermartabat, mandiri, dan berdaya,” tegasnya.
Benyamin Hung juga menekankan bahwa Obor Mas harus terus menjaga nilai-nilai Raiffeisen. Menurutnya, reideologisasi harus menjadi panggilan bersama agar koperasi tetap berpihak pada nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Uang hanyalah alat, manusia adalah tujuan. Laporan keuangan penting, tetapi laporan kehidupan jauh lebih bermakna. Begitu juga pendidikan anggota bukan beban biaya, tetapi investasi ideologis bagi masa depan gerakan,” tutupnya.
Melalui momentum ulang tahun ke-53 ini, Kopdit Obor Mas mempertegas arah gerakannya sebagai lembaga pemberdayaan yang berakar kuat pada nilai, iman, dan solidaritas anggota, menjadikan reideologisasi sebagai langkah nyata peneguhan fondasi ideologis.










