Jalan Terjal Penghapusan Stigma ODHA di Sikka, Target Nol HIV/AIDS di 2030 Jadi Tantangan Berat

- Reporter

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sikka yang juga sebagai Ketua KPAD Sikka, Simon Subandi Supriadi.

Wakil Bupati Sikka yang juga sebagai Ketua KPAD Sikka, Simon Subandi Supriadi.

 

TAJUKNTT-SIKKA-Di tengah masyarakat, stigma bahwa Orang dengan HIV-AIDS atau ODHA tidak boleh didekati karena akan menularkan penyakit HIV-AIDS. Hal itu membuat mereka kerap dijauhi bahkan dianggap sebagai aib bagi keluarga. Diskriminasi tersebut menjadikan mereka kesulitan dalam mengakses pekerjaan, layanan kesehatan bahkan pendidikan. Padahal sebenarnya mereka juga berhak atas kehidupan yang layak tanpa di diskriminasi oleh pihak manapun.

Di Kabupaten Sikka, langkah tersebut tengah diupayakan pemerintah. Komisi Penanggulangan HIV-AIDS melakukan sosialisasi berkala mengenai penularan HIV AIDS dan mendorong masyarakat agar tidak melakukan diskriminasi terhadap ODHA baik di lingkungannya maupun dalam mengakses pekerjaan, kesehatan maupun pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Simon Subandi, Wakil Bupati Sikka sekaligus ketua KPA Kabupaten Sikka mengatakan, pihaknya berperan dalam sosialisasi dan pemberdayaan seperti pelatihan membuat tempe dan kreativitas lainnya.

“Tujuan kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang apa itu HIV dan AIDS, bagaimana cara penularannya, serta cara mencegahnya. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi, sehingga ODHA dapat diterima dan mendapatkan dukungan,” kata Subandi dalam keterangan persnya, Kamis (27/11/2025) bertempat di ruang kerja Wakil Bupati.

Sesuai dengan visi-misi di masa pemerintahannya bersama Bupati Juventus Yoris Kago, bahwa dengan melibatkan semua elemen masyarakat dapat mewujudkan masyarakat Sikka yang produktif, kreatif, unggul dan mandiri menuju Maumere Baru, ia meminta masyarakat tidak menjauhi atau menganggap ODHA adalah aib. Sebaliknya, ODHA adalah mereka yang perlu didukung, di motivasi dan dirangkul.

“ODHA merupakan bagian dari kita yang mesti di rangkul, dihargai dan diberdayakan sama halnya dengan yang lain. Beberapa waktu lalu, mereka mengikuti pelatihan dengan membuat temped an beberapa kreativitas lainnya. Saya berharap mereka pun dapat mengakses semua layanan dan bisa memberi kontribusi untuk kemajuan daerah kita.”

Oleh karena itu, kata dia, mestinya upaya penanganan harus dimulai dari desa. ODHA harus diberi ruang untuk berkreativitas bukan untuk di diskriminasi. Ia pun turut menyampaikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) agar mengalokasikan anggaran untuk penanganan ODHA di desa. Hal tersebut merujuk pada Instruksi Bupati Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) kepada Kepala Dinas PMD, Camat, Kepala Desa/Lurah.

Jalan Terjal Menuju Three Zeroes

Kabupaten Sikka memiliki target besar lima tahun kedepan dalam penanggulangan HIV-AIDS yakni menuju Sikka Bebas AIDS 2030. Pemerintah berharap pada tahun tersebut tidak ditemukan lagi kasus HIV baik pada bayi yang baru lahir di Sikka, maupun masyarakat pada umumnya.

Kendati demikian, langkah tersebut tidaklah mudah mengingat kasus HIV-AIDS terus meningkat di Sikka. Dalam tiga bulan terakhir, sekitar 20 pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia petugas keamanan. Baru-baru ini, pada 18 November, Satpol PP bersama TNI AL, TNI AD, Polres Sikka, dan Brimob Kewapante, 10 PSK berhasil terjaring razia. 7 PSK positif sifilis dan HIV. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.

Menurut catatan KPAD Sikka, secara kumulatif dari tahun 2003 hingga Juli 2025 terdapat 1.225 kasus yang terdiri dari HIV berjumlah 368 kasus dan AIDS berjumlah 857. Sebanyak 260 meninggal dunia akibat penyakit ini.

“Kasus HIV dan AIDS ditemukan di semua wilayah kecamatan dan menyerang semua kelompok umur serta hampir semua profesi dalam masyarakat sudah terpapar,” ungkap Subandi.

Dalam rinciannya, resiko terinfeksi heteroseks menempati urutan teratas dengan angka 1.012 kasus, disusul homoseks sebanyak 135 kasus, perinatal 51 kasus, tidak diketahui 23 kasus dan penasun 4 kasus.

“Temuan kasus baru selama bulan Januari hingga Juli 2025 sebanyak 35 kasus. Dari 1.225 kasus HIV, terdapat 652 orang aktif ARV dan yang melakukan test Viral Load sebanyak 304 orang dan 96 orang lainnya mangkir dari pemeriksaan.”

Subandi mengatakan, meski jumlahnya meningkat, langkah pencegahan terus dilakukan pemerintah. Selain sosialisasi akan bahaya penyebaran HIV AIDS, KPA secara rutin mendistribusi kondom ke beberapa lokasi seperti salon maupun tempat hiburan.

“Kami menyalurkan ke 30 lokasi di Maumere termasuk di tempat hiburan dan salon. Kita selalu tekankan, jika ingin sehat dan keluarga pun ikut sehat maka gunakan pengaman.”

Kata dia, masyarakat juga perlu melakukan tes HIV secara dini serta memanfaatkan pengobatan yang tersedia. Upaya tersebut bertujuan mendorong agar mereka lebih peduli dan berpartisipasi dalam pencegahan serta penanganan HIV-AIDS.

“Dengan melihat jumlah tersebut, ada upaya serius yang kita lakukan untuk penanggulangan AIDS di Kabupaten Sikka. Kami memiliki empat program yang kami sebut dengan STOP.”

Subandi menjelaskan, program pertama disebut dengan Suluh atau bagaimana cara merubah pandangan masyarakat bahwa HIV adalah penyakit kronis yang dapat dikelola seperti bagaimana penularannya, bagaimana pencegahan, bagaimana pengobatannya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus hingga warga memahaminya secara utuh.

Selanjutnya, masyarakat dilatih bagaimana cara agar bisa menemukan atau mengenal seseorang yang sedang terinfeksi dari tanda dan gejala yang dialami sehingga ada upaya dilakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur medis.

Penulis: Mia Margaretha Holo

Editor: Redaksi. 

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapat Paripurna TMMD 2025 Tetapkan Sikka dalam Pelaksanaan TMMD 2026
Vox Point Indonesia Sikka Teguhkan Peran Kebangsaan: Rayakan HUT ke-4, Kukuhkan Panitia Konferwil, dan Umumkan Pemenang Lomba Pesan Natal
Vox Point Indonesia Sikka Gelar Rapat Final Jelang Dies Natalis ke-4, Siap Hadirkan Perayaan yang Lebih Bermakna
Sekda Sikka Buka Sosialisasi Jamsostek Konstruksi
PT Krisrama Pastikan Pembersihan dan Pengolahan Lahan HGU Nangahale Tetap Berlanjut
Konflik Agraria: Pembersihan Lahan HGU Memicu Bentrokan Warga dan PT Krisrama
Desa Tertinggal Sikka Turun Tajam dari 50 ke 30, Jumlah Desa Maju dan Mandiri Terus Bertambah di 2025
Program Rumah Terima Kunci Bagi Warga Miskin Ekstrem Terancam Tak Jalan, Praktisi Hukum Soroti Lemahnya Sinergi Pemkab Sikka dan DPRD
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 03:21 WITA

Rapat Paripurna TMMD 2025 Tetapkan Sikka dalam Pelaksanaan TMMD 2026

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:17 WITA

Vox Point Indonesia Sikka Teguhkan Peran Kebangsaan: Rayakan HUT ke-4, Kukuhkan Panitia Konferwil, dan Umumkan Pemenang Lomba Pesan Natal

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:37 WITA

Vox Point Indonesia Sikka Gelar Rapat Final Jelang Dies Natalis ke-4, Siap Hadirkan Perayaan yang Lebih Bermakna

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:29 WITA

Sekda Sikka Buka Sosialisasi Jamsostek Konstruksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:23 WITA

PT Krisrama Pastikan Pembersihan dan Pengolahan Lahan HGU Nangahale Tetap Berlanjut

Berita Terbaru

Neo Haven Taniwijaya 
Pelajar SMPK Frater Maumere

Uncategorized

Pelajar Kabupaten Sikka Wakili Indonesia Raih Perunggu di IJSO Rusia

Sabtu, 6 Des 2025 - 03:26 WITA