Warga Sikka Mengeluh, Harga Telur dan Bawang Meroket Jelang Nataru

- Reporter

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAJUKNTT-SIKKA-Harga telur ayam dan bawang naik signifikan di Pasar Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, (NTT), menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Harga telur ayam kini menembus angka Rp62 ribu per papan, dari sebelumnya berada pada kisaran Rp56 ribu per papan. Sedangkan telur puyu dijual Rp50 ribu per papan, naik dari sebelumnya Rp45 ribu per papan.

Pemilik kios di Pasar Alok, Mama Nora mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok ini sering terjadi setiap tahun menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Telur ayam dan bawang ini paling dirasakan kenaikannya oleh masyarakat karena menjadi kebutuhan harian,” ujar Mama Nora berbicara kepada media, Selasa (23/12/2025).

Pemilik kios lain yang tidak mau menyebut namanya mengaku, telur ayam dan telur puyuh harganya naik, karena ada kenaikan harga dari agen.

“Telur ayam dan telur puyuh mahal. Kami beli dari agen satu ikat Rp375 ribu,” kata dia.

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah yang kini dijual Rp60 ribu per kilogram, dari sebelumnya seharga Rp35 ribu. Sedangkan bawang putih dijual seharga Rp45 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram.

“Harga bawang merah naik karena harga dari petani juga mahal. Bawang merah dengan daun Rp45 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah tanpa daun Rp40 ribu per kilogram,” kata Mama Nora.

“Bawang merah ini ada yang jual Rp50 ribu per kilogram, ada yang jual Rp55 per kilogram. Bahkan ada yang jual Rp60 ribu per kilogram, ” tambahnya.

Menurutnya, kenaikan harga bawang disebabkan karena bukan musim tanam. Bawang merah dipasok dari Manggarai dan Kupang. Sementara bawang putih dipasok dari Surabaya.

Pengusaha sembako di Pasar Alok, Johan mengatakan, harga bahan kebutuhan dasar seperti beras, gula, dan terigu masih berada pada level normal. Kemudian, minyak kelapa juga masih dijual Rp20 ribu per liter. Sementara terigu masih bertahan di harga Rp190 ribu per karung.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah bumbu dapur. Cabai keriting kini dijual Rp35 ribu, sebelumnya Rp25 ribu per kilogram. Cabai besar melonjak dari Rp35 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit kecil kini dijual Rp90 ribu, dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram.

Beberapa jenis sayuran turut mengalami kenaikan harga. Kentang kini dijual Rp25 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp20 ribu. Buncis dijual Rp30 ribu per kilogram, sebelumnya seharga Rp15 ribu. Wortel dijual Rp30 ribu per kilogram, sebelumnya seharga Rp20 ribu. Selanjutnya harga daging terpantau masih stabil. Daging sapi, misalnya, masih dijual seharga Rp120 ribu per kilogram.

Kenaikan harga yang terjadi di Pasar Alok memicu beragam reaksi dari warga yang sedang berbelanja kebutuhan hari raya. Banyak ibu rumah tangga merasa terpukul karena kenaikan terjadi pada dua komoditas pokok secara bersamaan.

“Mau tidak mau jumlah belanja dikurangi. Kalau biasanya beli bawang satu kilo, sekarang cuma setengah kilo saja. Yang penting ada aroma di masakan, sisanya pakai bumbu lain yang lebih murah,” kata Ibu Ratna, seorang pembeli.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan operasi pasar atau sidak untuk menstabilkan harga.

“Kami berharap pemerintah lewat dinas terkait bisa cek ke lapangan. Takutnya harga makin gila-gilaan pas mepet hari tahun baru nanti. Kalau bisa ada pasar murah untuk kami masyarakat kecil,” keluh Yoseph, warga yang sedang berbelanja di area sembako.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sikka Butuh Hampir Rp 10 Miliar Gaji 727 PPPK Paruh Waktu, Sekda: Kemampuan Fiskal Hanya Rp 600 Ribu per Bulan
Lara Guru PPPK Paruh Waktu Sikka: Diangkat 5 Januari 2026, Hingga April Belum Terima Gaji
Nasib Miris 207 Guru dan Tenaga Kependidikan PPPK Paruh Waktu di Sikka: Digaji Rp 600 Ribu, DPRD Sebut Tidak Manusiawi
Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:54 WITA

Pemkab Sikka Butuh Hampir Rp 10 Miliar Gaji 727 PPPK Paruh Waktu, Sekda: Kemampuan Fiskal Hanya Rp 600 Ribu per Bulan

Senin, 20 April 2026 - 04:58 WITA

Lara Guru PPPK Paruh Waktu Sikka: Diangkat 5 Januari 2026, Hingga April Belum Terima Gaji

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 13:14 WITA

Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH

Kamis, 16 April 2026 - 01:32 WITA

Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu

Berita Terbaru