MAUMERE, TAJUKNTT-Pemerintah Kabupaten Sikka kembali menggandeng perusahaan swasta dalam pengelolaan aset publik. Setelah sebelumnya bekerja sama dalam penerapan e-retribusi parkir digital, kini Pemkab Sikka menyerahkan pengelolaan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere kepada PT FTF Globalindo melalui skema kerja sama investasi jangka panjang selama 25 tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemkab Sikka dan PT FTF Globalindo yang berlangsung di Ruang Rapat Iligai Kantor Bupati Sikka, Selasa (12/5/2026).
Langkah ini memunculkan sorotan terkait kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola sendiri aset strategis daerah untuk mendatangkan
Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga akhirnya kembali menggandeng pihak swasta untuk melakukan revitalisasi sekaligus pengelolaan kawasan publik yang memiliki nilai sejarah tersebut.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada PT FTF Globalindo yang sebelumnya dinilai sukses menjalankan sistem e-retribusi parkir di Kota Maumere.
Menurutnya, rencana pengembangan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere dinilai sejalan dengan upaya peningkatan PAD Kabupaten Sikka.
“Terkait rencana pengembangan pengelolaan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere oleh PT FTF Globalindo, saya mendukung setelah melihat dengan cermat tujuan, visi dan misi yang merupakan arah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah,” ujar Bupati Sikka.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait segera menyelesaikan administrasi dan regulasi pendukung agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Sementara itu, Manajer PT FTF Globalindo, Bangun Jocelyn Tobing, memaparkan konsep revitalisasi taman kota yang akan dilakukan perusahaan tersebut.
Menurut Jocelyn, kawasan Monumen Tsunami Maumere akan ditata ulang dengan konsep ruang publik modern yang memadukan fungsi memorial, edukasi, wisata dan ekonomi.
“Monumen tsunami memiliki makna historis, edukatif dan sosial yang mendalam bagi lintas generasi,” katanya.
Ia menyebut kondisi taman saat ini kurang terawat, fasilitas terbatas, pencahayaan minim serta belum tersedia sarana olahraga dan rekreasi yang memadai bagi masyarakat.
Karena itu, PT FTF Globalindo menawarkan revitalisasi dengan menghadirkan berbagai fasilitas baru seperti lokasi UMKM, tempat bermain anak, mini restoran, mini market, panggung hiburan hingga pusat kuliner baru.
Selain itu, perusahaan juga menargetkan berbagai sumber pendapatan dari kawasan tersebut, mulai dari retribusi parkir, sewa tenant, mini store dan coffee shop, reklame, event bazar, night market hingga kerja sama sponsor.
Dalam presentasinya, PT FTF Globalindo juga menawarkan skema kerja sama Build, Operate and Transfer (BOT) selama 25 tahun, dengan seluruh biaya pemeliharaan taman ditanggung investor selama masa kerja sama berlangsung.
Revitalisasi kawasan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi perbaikan fisik monumen dan taman, penambahan lampu taman, kursi taman, spot foto, perbaikan jalan serta penataan gapura kawasan.
Sedangkan tahap kedua mencakup pembangunan foodcourt, minimarket express, area bermain anak, panggung hiburan, fasilitas olahraga multifungsi, area parkir, pusat UMKM hingga kawasan reklame dan wisata foto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para asisten Setda Sikka, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sikka Yoseph Benyamin, Kepala Bagian Hukum Setda Sikka serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Sikka Marianus Anisentus Botha.









