
Sikka-Produk unggulan pertanian dan perikanan dari Kabupaten Sikka telah berhasil menembus pasar ekspor internasional. Namun, hingga kini, produk-produk tersebut masih harus transit di daerah lain sebelum sampai ke negara tujuan.
Hal ini menjadi perhatian serius Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Lagi, yang berharap ekspor bisa dilakukan langsung dari Maumere.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan ini disampaikan Bupati Juventus saat membuka kegiatan Sosialisasi Perkarantinaan di Sylvia Hotel Maumere, Kamis (12/06/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pengelolaan potensi lokal secara optimal dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing produk daerah.
“Beberapa hasil produksi pertanian dan perikanan dari Sikka sudah masuk ke pasar ekspor. Ini peluang besar bagi kita. Namun sayangnya, ekspor tersebut masih harus melalui wilayah lain. Ke depan, kami ingin agar produk Sikka bisa langsung diekspor dari Maumere, tanpa harus transit di daerah lain,” ungkapnya.
Bupati Juventus juga menyoroti perlunya pembinaan dan pendampingan intensif bagi petani, peternak, dan nelayan agar kualitas produk semakin meningkat dan sesuai standar ekspor. Ia berharap Pelabuhan Lorens Say Maumere bisa ditetapkan sebagai pelabuhan ekspor.
“Dunia luar harus tahu bahwa Indonesia punya kelapa berkualitas, punya ikan dengan rasa terbaik, dan itu semua berasal dari Kabupaten Sikka,” tambahnya.
Mengutip pepatah, ia menyindir kondisi saat ini dengan mengatakan, “Kerbau punya susu, sapi punya nama; Sikka punya hasil, Surabaya punya nama,” yang menurutnya tidak boleh dibiarkan terus berlangsung.
Kegiatan sosialisasi tersebut mengangkat tema “Sinergitas Antar Instansi Terkait dan Pemerintah Daerah untuk Memperkuat Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Ikan dan Tumbuhan di Wilayah Kabupaten Sikka.” Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dinas teknis, lembaga vertikal, aparat keamanan, pihak bandara, serta pelaku usaha.
Bupati Juventus juga menekankan peran vital Badan Karantina Indonesia dalam menjamin mutu produk yang keluar dari dan masuk ke wilayah Sikka, sehingga aktivitas ekspor dan distribusi dalam negeri tetap aman dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Karantina Provinsi NTT, Simon Suli dalam sambutannya menjelaskan bahwa sinergi antarinstansi sangat penting untuk menjamin kelancaran dan keamanan lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan, termasuk perlindungan terhadap masuknya hama dan penyakit.
Dikatakan Simon Soli, bahwa tujuan sosialisasi yaitu, membangun sinergitas antar instansi terkait dalam melakukan pengawasan Bersama terhadap hewan, ikan dan tumbuhan serta satwa liar serta menumbuhkan kesadaran semua pihak untuk menjaga pertumbuhan populasi hewan, ikan dan tumbuhan serta ekosistem pada suatu daerah.









