Sanggar Dala Mawar Rani Demo Makanan Tradisional Lekun Serta Pamerkan Puluhan Tenun Ikat

- Reporter

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanggar Dala Mawar Rani memperkenalkan cara pembuatan pangan lokal Lekun di acara Festival Jelajah Maumere yang di gelar di Lapangan Kota Baru Maumere, Kabupaten Sikka.

 

Kelompok ibu-ibu dari Sanggar Dala Mawar Rani, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka turut meramaikan Festival Jelajah Maumere yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang digelar selama empat hari terhitung sejak Rabu, 17-20 September 2025 bertempat di lapangan Kota Baru Maumere.

Sanggar Dala Mawar Rani memamerkan berbagai pangan lokal dari hasil kebunnya seperti, jagung, kacang ijo, beras merah, beras hitam, ubi kayu, ubi jalar dan sayur-sayuran. Mereka juga menjual Lekun, salah satu makanan lokal yang ada di Kabupaten Sikka serta puluhan sarung hasil tenunan mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, mereka juga memperlihatkan bagaimana olahan berbahan dasar tepung beras hitam dan putih itu diolah menjadi Lekun.

Rosalia Dae, salah satu anggota dari sanggar tersebut menjelaskan bahwa, dalam pembuatan Lekun tidak memerlukan banyak bahan. Cukup menyiapkan beras merah, hitam, air dan parutan kelapa.

“Beras putih dan merah ditumbuk hingga halus dilarutkan dengan air, dicampur dengan kelapa parut, diaduk hingga rata dan dimasukan kedalam bambu yang sebelumnya sudah dibersihkan dan dioles dengan santan kelapa,” ujar Rosalia kepada TajukNTT, Sabtu, 20 September.

Selanjutnya, kata dia, bambu yang berisi adonan tersebut kemudian dipanggang diatas bara api sedang. Jika bambunya sudah terlihat menguning, tandanya sudah matang dan harus diangkat.

“Setelah dingin kita belah bambu secara hati-hati dan kita sudah bisa menikmati makanan tradisional tersebut.”

Rosalia berkata, Lakun biasanya digunakan dalam acara apa saja termasuk dalam urusan Leto Woter, atau dalam adat perkawinan.

“Dalam tradisi tersebut ada bagian-bagian tertentu dimana kita wajib menyediakan Lekun sesuai dengan tradisi turun temurun,” ungkap Rosalia.

Sanggar Dala Mawar Rani memperkenalkan cara pembuatan pangan lokal Lekun di acara Festival Jelajah Maumere yang di gelar di Lapangan Kota Baru Maumere, Kabupaten Sikka.

Selain Lekun, Rosalia juga memperlihatkan hasil tenun ikat dengan berbagai motif menarik yang dikerjakan oleh kelompok Sanggar Dala Mawar Rani. Pewarna yang dipakai dalam membuat sarung berasal dari pewarna alami atau diambil dari tanaman yang didapatkan di hutan maupun di kebun mereka.

“Ada berbagai motif yang kami kerjakan yakni, motif Naga Lalang, Kelang Medeng, Sesa Ian Weor, Bunga Lanan, Kelan Manu dan Pedang Puhun. Semuanya dari bahan alam. Ada beberapa yang sudah laku terjual.”

Rosalia mengatakan, Sanggar Dala Mawar Rani bersyukur bisa tampil di penyelenggaran Festival Jelajah Maumere kali ini.

“Kami merasa karya-karya kami dihargai dan kami diberi ruang untuk menjual dan memamerkan hasil kerja kami. Kami berterimakasih kepada Dinas Pariwisa dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, kedepannya kegiatan seperti ini yang mungkin dikemas dalam event lain, mohon kami selalu dilibatkan.”

Festival Jelajah Maumere yang digelar kali ke-3 mengusung tema Wini Ronan(g) atau Lumbung Benih. Kegiatan ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan menarik seperti pentas seni mulai dari nyanyian dan tarian tradisional, permainan rakyat, pameran UMKM, lomba hias kendaraan, fashion show hingga demo memasak makanan lokal.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 UMKM yang berasal dari beberapa daerah di Flores dan salah satunya dari Kota Kupang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka mengatakan, event ini digelar sebagai ajang promosi wisata yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sikka.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pelestarian budaya tradisional yang semakin hilang karena peradaban. Ritus-ritus kebun yang mulai terabai, permainan rakyat yang semakin hilan diganti dengan teknologi yang semakin canggih,” kata Even.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bedah Dampak PSN dan Luka Masyarakat Adat, AWAS Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”
Sikka Darurat Kesehatan Jiwa: Angka ODGJ Tembus 1.236 Kasus, 25 Kasus Bunuh Diri
Terdakwa Anak Kasus Pembunuhan Noni Divonis 10 Tahun Penjara, Keluarga Korban Kecewa Berat
PT FTF Globalindo Akan Tata Ulang Taman Monumen Tsunami Maumere Jadi Ruang Publik Aktif Produktif Demi Dongkrak PAD Sikka
PT Citra Niaga Logistik Cabang Maumere Janji Berikan Santunan bagi Buruh yang Meninggal Terjatuh dari Mobil Boks saat Jam Kerja
Buruh Logistik yang Meninggal Terjatuh dari Mobil Box saat Bekerja Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker Sikka Desak Perusahaan Penuhi Hak Korban
Keluarga Korban S.T.N Demo Kejari Sikka, Kajari Respon dengan Bidik Perkara Baru Dugaan Sumpah Palsu
Lansia 84 Tahun Asal Desa Hoder, Sikka yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Ditemukan
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:01 WITA

Bedah Dampak PSN dan Luka Masyarakat Adat, AWAS Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:26 WITA

Sikka Darurat Kesehatan Jiwa: Angka ODGJ Tembus 1.236 Kasus, 25 Kasus Bunuh Diri

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:40 WITA

Terdakwa Anak Kasus Pembunuhan Noni Divonis 10 Tahun Penjara, Keluarga Korban Kecewa Berat

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:46 WITA

PT FTF Globalindo Akan Tata Ulang Taman Monumen Tsunami Maumere Jadi Ruang Publik Aktif Produktif Demi Dongkrak PAD Sikka

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:33 WITA

PT Citra Niaga Logistik Cabang Maumere Janji Berikan Santunan bagi Buruh yang Meninggal Terjatuh dari Mobil Boks saat Jam Kerja

Berita Terbaru