
Sikka-Tingginya kebutuhan masyarakat akan tenda jadi untuk pesta dan hajatan mendorong DPRD Kabupaten Sikka kembali mengusulkan program pengadaan tenda jadi melalui usulan Pokok Pikiran (Pokir) tahun anggaran 2025.
Dari total lebih Rp 4 miliar dana DAU Specific Grant (SG) yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sikka, sekitar Rp 1,2 miliar dialokasikan khusus untuk pengadaan tenda jadi.
Kepala Disnakertrans Sikka, Valerianus Samador, menjelaskan bahwa permintaan masyarakat yang terus meningkat menjadi pertimbangan utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bantuan tenda jadi ini kembali dianggarkan melalui Pokir juga karena dorongan tingginya permintaan masyarakat, di mana banyak diadakan pesta atau hajatan sehingga membutuhkan tenda jadi,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, pengadaan tenda jadi ini bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga dikaitkan dengan pelatihan keterampilan usaha.
“Kan di pelatihan kita ajarin bagaimana pengelolaan bisnisnya. Selain ilmu, ada juga sharing pengalaman praktis usaha tenda menghadirkan pengusaha tenda jadi berpengalaman seperti Rindu Nyaman,” lanjutnya.
Valerianus menegaskan, Pokir DPRD yang masuk ke Disnakertrans tidak hanya dipakai untuk bantuan barang produktif, tetapi juga program nonfisik.
“Jadi ada pelatihan kemudian bantuan yang mendukung pelatihan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sikka, Maria Angelorum Mayestatis, yang menjadi salah satu pengusul bantuan tenda jadi melalui skema Pokir, mengatakan bahwa usulan tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat di tingkat lingkungan.
“Saya mengusulkan itu di lingkungan, karena untuk membantu masyarakat yang kurang mampu bila ada kedukaan dan juga untuk kegiatan kerohanian. Bantuan ini juga disertai pelatihan untuk anak-anak muda di lingkungan agar mereka bisa pasang sendiri dan terlibat langsung, baik dalam kedukaan maupun kegiatan kerohanian. Saya punya ada satu kelompok yang diusulkan,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertrans Sikka, Johanes Saverius, yang merincikan bahwa bantuan Pokir tahun anggaran 2025 ditargetkan menyasar 15 individu dan kelompok masyarakat usulan anggota DPRD, dengan total 91 kotak tenda jadi yang akan dibagikan.
“Ada anggota DPRD yang usul satu kelompok, ada dua kelompok, ada juga yang usul empat kelompok. Jadi bervariasi. Kelompok penerima ini diusulkan dari anggota DPRD, tetapi menyangkut Pokir ini kami setuju untuk memberikan bantuan,” jelas Johanes.
Dengan tingginya permintaan dan peluang usaha yang tersedia, pemerintah bersama DPRD berharap bantuan tenda jadi ini dapat menjadi sarana produktif baru sekaligus membantu kebutuhan sosial masyarakat di tingkat lingkungan.









