Petrus Fidelis Cawa,Tokoh Inisiator Berdirinya Kecamatan Palu’e Dan Desa Reruwairere , Telah Pergi Selamanya

- Reporter

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 (16 Juni 2023) Inilah foto saat jurnalis Media Indonesia Gabriel Langga pernah melakukan wawancara dengan Petrus Fidelis Cawa di kediamannya di dusun Nio Bo'o desa Reruwairere. (Sumber foto; tajukntt.id)

(16 Juni 2023) Inilah foto saat jurnalis Media Indonesia Gabriel Langga pernah melakukan wawancara dengan Petrus Fidelis Cawa di kediamannya di dusun Nio Bo'o desa Reruwairere. (Sumber foto; tajukntt.id)

Palu’e, Sikka, 27 September 2025

– Langit Reruwairere seakan murung, ketika kabar duka datang dari dusun Nio Bo’o. Petrus Fidelis Cawa, sosok sederhana yang namanya lekat di hati masyarakat Palu’e, telah berpulang dalam usia 85 tahun. Ia bukan sekadar tokoh desa, melainkan inisiator berdirinya Desa Reruwairere—desa yang dahulu hanyalah sebuah dusun kecil bernama Reruwairere yang masih bergabung bersama desa induk Maluriwu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah mencatat, tahun 1999 Reruwairere masih menyatu dengan Desa Maluriwu. Dari sanalah muncul tekad seorang Fidelis Cawa untuk memperjuangkan agar Reruwairere berdiri sendiri. Hari ini desa Reruwairere kurang 27 hari berusia 25 tahun, desa itu hidup dan berkembang, menjadi saksi dari cita-cita besar seorang anak kampung dari kampung Wolokoli yang mencintai tanah Lu’a dengan sepenuh jiwa.

Selain berjuang berdirinya desa Reruwairere, Petrus Fidelis Cawa juga adalah tokoh dibalik pemisahan kecamatan Palu’e yang dulunya bergabung dengan kecamatan Nele pada tahun 1999.

Namun, Fidelis Cawa tak hanya dikenang sebagai pejuang desa. Hampir semua orang Palu’e mengenalnya sebagai “MC legendaris”, yang selalu hadir dalam suka dan duka masyarakat. Dengan suara lantang dan penuh wibawa, ia mampu membuat setiap acara syukuran, pesta adat, hingga kegiatan rohani menjadi hangat dan hidup.

Pada 16 Juni 2022, jurnalis Gabriel Langga sempat menemuinya untuk sebuah wawancara bertema “Ketahanan Warga Palu’e di Tengah Musim Kemarau Panjang”. Kala itu, di beranda rumahnya di dusun Nio Bo’o, Fidelis masih berbicara dengan penuh semangat tentang harapan dan daya tahan masyarakatnya. Tak ada yang menyangka, itulah salah satu jejak terakhir suaranya yang kini abadi dalam kenangan.

Meski pernah ditawari menjadi Pegawai Negeri Sipil oleh Bupati Paulus Mo’a—sahabat lamanya semasa Sekolah Rakyat—Fidelis dengan rendah hati menolak. Ia memilih tetap menjadi bagian utuh dari masyarakat, berjalan di tengah rakyatnya, tanpa atribut jabatan. “Saya lebih memilih tetap di sini, bersama orang-orang saya,” begitu ucapannya dalam sebuah acara syukuran tahun 2002 di hadapan Camat Palu’e Esternus Noe, yang kini juga telah mendahuluinya.

Di jalur politik, Fidelis menjadi sosok berpengaruh yang mengantarkan Yoseph Karnianto Eri ke kursi pimpinan DPRD Sikka periode 2019–2024. Kesetiaan itu ia jaga hingga akhir hayat. Pada 10 Februari 2024, untuk terakhir kalinya, ia menggenggam mikrofon politik dalam kampanye penutupan Yoseph Karnianto Eri di Dusun Cua, Desa Nitung Lea. Tak ada yang tahu, itulah kali terakhir suara Fidelis bergema di hadapan rakyat.

Kini, mikrofon itu telah diletakkan. Suara yang biasa menyalakan semangat dan tawa masyarakat Palu’e telah terdiam. Tapi jejak perjuangan, kerendahan hati, dan cinta Fidelis Cawa untuk desanya akan terus hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah disentuh olehnya.

Petrus Fidelis Cawa bukan hanya tokoh desa. Ia adalah suara, cahaya, dan jiwa bagi Reruwairere. Dan meski raganya telah pergi, warisan cintanya akan abadi bersama tanah Palu’e.

Komentar FB

Penulis : Wiliam

Editor : Wiliam

Sumber Berita : Catatan sejarah

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Dorong Perda Disabilitas di Sikka saat Penyerahan Bantuan Kursi Roda
PDI Perjuangan Sikka Siapkan Kader Tangguh, Yunus Takandewa: Harus Adaptif di Era Digital
Proyek Terminal BBM Maumere Dimulai, Pertamina Patra Niaga Targetkan Jadi Pusat Distribusi NTT, Wabup Subandi: Kami Bangga
Perjuangan Tiga Kali ke Kemensos, Bupati Juventus Pastikan Sekolah Rakyat di Sikka, Lokasi Waigete Dicek Tenaga Ahli Mensos
Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Rp 523 Juta untuk Disabilitas, Lansia, dan Anak Terdampak Bencana di Sikka
Polres Sikka Ungkap 15 Kasus Bunuh Diri, Depresi hingga Ekonomi Jadi Pemicu, Warga Diajak Saling Peduli
Edukasi Kepatuhan Hak Cipta Musik Dorong Kesadaran Pembayaran Royalti dan Penghormatan bagi Pelaku Seni di Sikka
Pelajar SMP di Sikka Ditemukan Meninggal Gantung Diri
Berita ini 338 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:58 WITA

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Dorong Perda Disabilitas di Sikka saat Penyerahan Bantuan Kursi Roda

Rabu, 29 April 2026 - 12:31 WITA

PDI Perjuangan Sikka Siapkan Kader Tangguh, Yunus Takandewa: Harus Adaptif di Era Digital

Rabu, 29 April 2026 - 10:15 WITA

Perjuangan Tiga Kali ke Kemensos, Bupati Juventus Pastikan Sekolah Rakyat di Sikka, Lokasi Waigete Dicek Tenaga Ahli Mensos

Rabu, 29 April 2026 - 05:03 WITA

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Rp 523 Juta untuk Disabilitas, Lansia, dan Anak Terdampak Bencana di Sikka

Rabu, 29 April 2026 - 04:04 WITA

Polres Sikka Ungkap 15 Kasus Bunuh Diri, Depresi hingga Ekonomi Jadi Pemicu, Warga Diajak Saling Peduli

Berita Terbaru