MAUMERE-Tajukntt.id — Drama luar biasa tersaji di Gelora Samador da Cunha Maumere, Selasa (11/8/2026). Perse Ende akhirnya mengunci tiket ke final Piala Suratin 2026 setelah menyingkirkan Citra Bakti Ngada melalui drama adu penalti dengan skor 6-5.
Pertandingan semifinal ini benar-benar menguras emosi. Selama 90 menit, kedua tim tampil ngotot, tetapi tak satu pun mampu memecah kebuntuan.
Pertahanan Perse Ende dan Citra Bakti Ngada sama-sama tampil disiplin. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiket final pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Di sinilah drama sesungguhnya dimulai.
Penalti Demi Penalti Bikin Ribuan Penonton Tegang
Eksekusi pertama Perse Ende dilakukan Wenseslaus Kenge dan berhasil. Citra Bakti Ngada membalas melalui sang kapten, Albertus Roga.
Kedua tim kemudian terus menjaga keseimbangan.
Petaka sempat menghampiri Citra Bakti Ngada ketika Atonius Yanuar Bengu gagal menjalankan tugasnya sebagai penendang ketiga. Bola datar yang dilepaskannya hanya membentur tiang gawang dan memantul keluar.
Namun Perse Ende belum mampu memanfaatkan keuntungan tersebut.
Orian Tores Henuk yang menjadi eksekutor berikutnya justru gagal. Tendangannya melebar dari gawang.
Menariknya, dua pemain yang gagal tersebut sama-sama mengenakan nomor punggung 12.
Drama kembali berlanjut.
Viktorius Justicius Due membuat Citra Bakti Ngada unggul. Perse Ende kemudian menyamakan skor melalui Muhamad Zakwan.
Samuel Arsavin Due kembali membawa Citra Bakti Ngada berada di atas angin. Namun Hugo Apriano Gisepe Parus membuat kedudukan kembali imbang.
Lima penendang pertama dari masing-masing tim akhirnya menutup babak awal adu penalti dengan skor 4-4.
Belum ada yang menyerah.
Alexander Fono Gagal, Perse Ende Mendapat Angin
Memasuki penendang berikutnya, Krisantus Nonga Dopo berhasil membawa Citra Bakti Ngada unggul.
Perse Ende kembali mendapat tekanan.
Tetapi Aluiso Marchen Ruas tampil dingin. Ia sukses menjalankan tugas dan membuat skor kembali sama kuat.
Tibalah momen paling menentukan.
Alexander Fono maju sebagai eksekutor Citra Bakti Ngada.
Ia melepaskan tendangan keras ke arah tengah gawang.
Namun di bawah mistar Perse Ende berdiri seorang penjaga gawang yang tampil luar biasa.
Kristianus Gavril Fua Mana membaca arah bola dengan tepat.
Pelajar SMAK Syuradikara itu bergerak sigap dan menepis bola keluar.
Stadion pun bergemuruh.
Perse Ende mendapatkan keuntungan besar.
Satu penalti sukses berarti tiket final berada di tangan mereka.
Gabriel Spagnaly Riwu Jadi Penentu
Tekanan kini berada di pundak Gabriel Spagnaly Riwu.
Stopper Perse Ende yang juga merupakan pelajar SMK Negeri 3 Ekoae tersebut maju sebagai algojo terakhir.
Suasana stadion mendadak menegang.
Gabriel tidak panik.
Ia melepaskan eksekusi dengan tenang dan berhasil memperdaya penjaga gawang Citra Bakti Ngada, Arkadius Tiwu.
GOOOL!
Perse Ende menang 6-5.
Para pemain langsung berhamburan merayakan kemenangan. Pendukung Perse Ende yang memenuhi stadion ikut masuk ke lapangan. Kegembiraan pecah setelah perjuangan panjang akhirnya berbuah tiket menuju partai puncak.
Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso bersama sejumlah anggota DPRD Ende yang menyaksikan pertandingan dari tribun VIP pun ikut melompat kegirangan.
Malam itu, dua nama langsung menjadi buah bibir.
Kristianus Gavril Fua Mana, sang penjaga gawang yang menggagalkan penalti Alexander Fono.
Dan Gabriel Spagnaly Riwu, sang eksekutor yang memastikan Perse Ende lolos ke final.
Keduanya dielu-elukan sebagai pahlawan kemenangan Perse Ende.
Gusto Kadju Pilih Persami di Final
Pelatih Perse Ende, Gusto Kadju, tentu saja menyambut gembira keberhasilan anak asuhnya.
Namun pekerjaan mereka belum selesai.
Satu pertandingan lagi akan menentukan apakah Laskar Kelimutu mampu membawa pulang trofi Piala Suratin 2026.
Gusto menegaskan timnya siap menghadapi siapa pun yang lolos dari semifinal lainnya.
“Persami dan BMP adalah lawan yang berat. Dua tim ini sama bagusnya,” ujar Gusto.
Namun ketika ditanya siapa yang lebih diinginkannya menjadi lawan di final, Gusto ternyata punya pilihan.
Persami Maumere.
Tanpa meremehkan BMP Flores Timur yang tengah berada dalam performa terbaik, Gusto menilai peluang Perse Ende akan lebih terbuka jika berhadapan dengan Persami.
“Kalau disuruh memilih, saya lebih cenderung memilih Persami Maumere di partai final,” katanya.
Keinginan Gusto bukan tanpa alasan.
Perse Ende dan Persami Maumere sudah pernah berhadapan di fase grup karena tergabung di Grup A.
Dalam pertemuan tersebut, Perse Ende berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Persami.
Kini Perse Ende tinggal menunggu siapa yang akan menjadi lawan terakhir mereka.
Persami Maumere akan menghadapi BMP Flores Timur pada semifinal, Rabu (12/8/2026).
Siapa pun pemenangnya, satu hal sudah pasti:
Perse Ende sudah berada di final dan tinggal selangkah lagi dari trofi Piala Suratin 2026.
Partai puncak dijadwalkan berlangsung Jumat (14/8/2026).
Akankah Laskar Kelimutu mengangkat trofi di akhir turnamen?
Jawabannya akan ditentukan di partai final.
Penulis : TajukNTT.id
Editor : TajukNTT.id
Sumber Berita : Liputan










