SIKKA-Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Karunia Bunda Maumere, Senin, 28/07/2025 kembali melepas pergi 60 peserta kursus yang telah menyelesaikan program pelatihan komputer dan desain grafis.
Ke 60 peserta ini merupakan penerima beasiswa angkatan ke 5 melalui pokok pikiran anggota DPRD Sikka, Yosep Karmianto Eri, S.Fil.
Karmianto Eri dalam sambutannya mengatakan, saat ini dunia dihadapkan pada kemajuan teknologi digital. Kondisi ini memberi tantangan tersendiri bagi generasi milenial. Untuk bisa memahami dunia digital, tentu harus memiliki pengetahuan tentang teknologi digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengetahuan tentang dunia digital bisa didapat melalui lembaga pendidikan formil, salah satunya melalui model pendidikan vokasi di LKP Karunia Bunda.
Manto Eri mengatakan, menyiapkan SDM masyarakat melalui pendidikan atau pelatihan berbasis vokasi menjadi perhatian pemerintah, termasuk Pemerintah Kabupaten Sikka.
“Kita boleh punya segala sumberdaya, tetapi bila tidak didukung dengan SDM yang baik, maka akan sia sia. Investasi SDM itu penting,” ujarnya.
Kepada peserta, Manto Eri berharap agar dapat memanfaatkan ilmu yang telah didapat untuk mengembangkan kreatifitas dalam diri sehingga bisa mandiri.
“Dengan kreatifitas yang kalian miliki, kita bangun Kabupaten Sikka ini dalam bingkai digitalisasi. Ini juga sinkron dengan salah satu program pemerintah daerah yakni Sikka kreatif. Kalian adalah subyek pembangunan. Ini uangnya kalian, saya hanya sebuah alat kecil yang menggerakan melalui kebijakan anggaran,” ujarnya.
Manto Eri juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sikka dan LKP Karunia Bunda yang telah memfasilitasi kebijakan tesebut melalui program pelatihan bagi generasi milenial.
Meraih Bintang Menjadi Bintang
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabuaten Sikka, Valerianus Samador dalam sambutannya mengatakan, pelatihan selama 2 bulan tersebut bukanlah akhir, tetapi merupakan proses untuk meraih bintang, meraih impian.
“Kita tidak bisa hanya menatap impian kita. Kita harus punya komitmen dan menemukan cara untuk bisa meraihnya. Salah satu cara yang teman teman sudah mulai yakni melalui pelatihan ini,” jelasnya.
Valerianus mengatakan, dunia kerja saat ini menuntut kemampuan lebih tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi perlu ketrampilan (skill). Ini menjadi tantangan bagi generasi milenial.
“Mindset ini yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Perlu ada skill, baik hard skill atau soft skill. Dengan begitu maka akan berpeluang diserap oleh pasar kerja. Ini adalah jalan bagi kalian meraih bintang, jalan bagi kalian meraih mimpi ,” jelasnya.

10 Peserta Terserap di Pasar Kerja
Pimpinan LKP Kaunia Bunda, Maranus Milo mengatakan, dari 60 peserta kursus angkatan ke 5, 10 peserta diantaranya langsung diserap oleh pasar kerja.
Dikatakan, hingga saat ini sudah 210 peserta kursus yang didanai melalui beasiswa dari pokok pikiran anggota DPRD Sikka, Karmianto Eri. Jebolan LKP Karunia Bunda juga sudah banak terserap di pasar kerja, baik di Kabupaten Sikka ataupun di luar Kabupaten Sikka. Selain itu ada juga yag membuka usaha mandiri.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Manto Eri, Pemerintah Kabupaten Sikka dan Kepala Dinas Tanag Kerja Kabupaten Sikka yang telah mempercayakan LKP Karunia Bunda sebagai mitra untuk mendukung program pemerintah di bidang peningkatan SDM masyarakat Kabupaten Sikka,” ungkappnya.
Salah satu peserta kursus yang juga penyandang disabilitas, Yoman, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas kesemppatan yang diberikan kepada ia dan peserta untuk mendapat beasiswa pelatihan tersebut.
“Terima kash kepada Bapak Manto Eri, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan jajaran serta keada LKP Karunia Bunda. Dengan sertifikat yang terakreditasi ini adalah nilai plus bagi kami semua,” ungkapnya. (Wiliam)
Penulis : Wiliam Toka
Editor : redaksi








