PAD Sikka 2026 Didorong Naik dari Target, PKB dan PBB Jadi Harapan Utama, Yosef Benyamin; Saya Tidak Bisa Jadi Paranormal Pendapatan

- Reporter

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Banggar-TAPD membahas RAPBD Sikka 2026

Rapat Banggar-TAPD membahas RAPBD Sikka 2026

TAJUK NTT-SIKKA, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka untuk menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 tambah Rp. 4 miliar sesuai yang telah tertuang dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp.124.083.709.163.

Hal tersebut disampaikan Banggar DPRD Sikka dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Kula Babong DPRD Sikka, Senin 24/11/2025.

Dalam RAPBD 2026, Pemkab Sikka mentargetkan PAD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp.120,11 miliar, turun Rp. 4 miliar dari yang telah tertuang dalam dokumen KUA-PPAS Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp124.083.709.163. Untuk itu, target PAD Tahun Anggaran 2026 didorong tambah Rp.4 miliar sehingga menjadi Rp.124.083.709.163.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun target sumber utama PAD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2026 ini mencakup; pajak daerah, retribusi daerah, hasil kekayaan pengelolaan daerah yang dipisahkan dan lain lain pendapatan asli daerah yang dipisahkan.

Sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Sikka menilai, target PAD 2026 sebesar Rp.124.083.709.163 ini terlalu kecil dibanding potensi riil yang bisa digarap untuk menaikan PAD Sikka.

Masih 44,33 Miliar PAD Belum Terealisasi

Oleh pemerintah, target PAD ditetapkan dengan mempertimbangkan potensi riil yang ada, realisasi tahun tahun sebelumnya dan proyeksi serta perkembangan ekonomi pada tahun rencana.

Sebagai catatan, target pendapatan daerah Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2025 adalah sebesar Rp.112,19 miliar. Namun hingga November 2025, pendapatan daerah yang terealisasi baru mencapai Rp.67,86 miliar, tersisa Rp.44,33 miliar yang belum terealisasi dengan rincian;

Realisasi pajak daerah; Rp.29,51 miliar dari pagu Rp.38,15 miliar, masih kurang Rp.8,64 miliar. Retribusi daerah (diluar pendapatan BLUD); dari pagu Rp.13,17 miliar, terealisasi Rp.6,33 miliar, masih kurang Rp.6,84 miliar. Lain Lain PAD Yang Sah (diluar pendapatan BLUD); dari pagu Rp.11,50 miliar, terealisasi Rp.9,44 miliar, masih kurang Rp.2,06 miliar.

Dana Bagi Hasil (DBH) Pusat; dari pagu Rp.8,71 miliar, terealisasi Rp.2,38 miliar, masih kurang Rp.6,32 miliar. DBH Provinsi; dari pagu Rp.40,66 miliar, terealisasi Rp.20,11 miliar, masih kurang Rp.20,55 miliar. Pencapaian tersebut tentu saja berpengaruh terhadap kemampuan kas daerah untuk membiayai program dan kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Block Grant (BG), DBH dan PAD.

PKB dan PBB Harapan Utama

Selain pemangkasan anggaran Pokir, bantuan Pendidikan dan rumah terima kunci, salah satu opsi yang menjadi harapan utama mencapai target PAD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp.124.083.709.163 adalah dengan melakukan optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Terhadap hal itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sikka, Yosef Benyamin, di sela sela rapat menjelaskan, bahwa PKB belum bisa ditarget tinggi sebab data kendaraan belum divalidasi secara baik.

Ia mengatakan, target PKB yang dibebankan Provinsi tahun 2025 sebesar Rp. 14,2 miliar. Angka tersebut menurut Benyamin, sangat besar. Sehingga kata Benyamin, pada Perubahan APBD 2025, target tersebut dikurangi menjadi Rp.7,2 miliar.

Dengan target Rp.7,2 miliar tahun 2025 kata Benyamin, penerimaan PKB baru mencapai Rp. 3 miliar lebih (50 %). “Jadi kalau kita naikan target ke Rp. 8 miliar tahun 2026, itu tidak mungkin. Target tahun 2025 saja baru 50-an persen,” jelasnya.

Demikian juga dengan PBB. Dimana target PBB tahun 2025 sebesar Rp.7,5 miliar namun yang baru tertagih sebesar Rp.5 miliar lebih. Salah satu penyebabnya adalah karena data PBB belum terintegrasi secara baik; by sistem, by name-by address.

“Kita mengakomodir pajak berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Maumere tahun 2011 yang belum divalidasi dengan jumlah Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) 140 ribuan. Kita tahun ini baru bisa validasi data pajak hanya 2 kelurahan; Beru dan Kota Baru dan 1 RT di Kelurahan Nangameting,” jelasnya.

Benyamin mengaku tidak berani menjadikan PKB dan PBB sebagai opsi untuk menaikan PAD tahun 2026. Sebab, bila tidak mencapai target yang ditetapkan, maka hanya menimbulkan piutang. Lagian menurut Benyamin, BPK telah menyampaikan agar pemerintah daerah jangan menganggarkan yang muluk-muluk. Sebab bila tidak tercapai maka akan menjadi beban APBD karena hanya menimbulkan piutang.

“Saya tidak bisa menjadi paranormal pendapatan. Meramalkan besar tetapi tidak bisa mendapatkan. Yang terjadi, hanya menciptakan piutang,” tegasnya.

Komentar FB

Penulis : Vianey

Editor : redaksi

Sumber Berita : politik

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program Rumah Terima Kunci Pemkab Sikka Terganjal Regulasi, Taji Jipik-Subandi Diuji
Adu Nyali Tutup Defisist 2026; DPRD Sikka Pangkas 25 % Anggaran Pokir, Pemkab Pangkas Anggaran Beasiswa dan Perumahan
Ketua Komisi I DPRD Sikka: Paket Joss Gagal Benahi RSUD dr. T.C. Hillers — Dinkes Alihkan Rujukan Pasien Maternal ke Luar Daerah
Puluhan Milenial Sikka Antusias Ikuti Pendidikan Kader Loyalis PKB
PKB Sikka Cetak Kader Muda Loyal dan Visioner: Puluhan Milenial Antusias Ikuti Pendidikan Kader Loyalis di Maumere
Gerindra Sikka Gelar Pendidikan Politik: Bahas Tantangan, Peluang, dan Visi Kebangsaan
APBD Sikka 2025 Dipangkas Ratusan Miliar, Ada Apa di Balik Anggaran Perubahan Ini!
Rabat Jalan SD Nangamera–Patung Bunda Maria Mulai Dikerjakan, Mo’at Pang: “Ini Aspirasi Rakyat”
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 02:41 WITA

Program Rumah Terima Kunci Pemkab Sikka Terganjal Regulasi, Taji Jipik-Subandi Diuji

Rabu, 26 November 2025 - 15:23 WITA

PAD Sikka 2026 Didorong Naik dari Target, PKB dan PBB Jadi Harapan Utama, Yosef Benyamin; Saya Tidak Bisa Jadi Paranormal Pendapatan

Senin, 24 November 2025 - 12:31 WITA

Adu Nyali Tutup Defisist 2026; DPRD Sikka Pangkas 25 % Anggaran Pokir, Pemkab Pangkas Anggaran Beasiswa dan Perumahan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:30 WITA

Ketua Komisi I DPRD Sikka: Paket Joss Gagal Benahi RSUD dr. T.C. Hillers — Dinkes Alihkan Rujukan Pasien Maternal ke Luar Daerah

Minggu, 19 Oktober 2025 - 07:00 WITA

Puluhan Milenial Sikka Antusias Ikuti Pendidikan Kader Loyalis PKB

Berita Terbaru

Neo Haven Taniwijaya 
Pelajar SMPK Frater Maumere

Uncategorized

Pelajar Kabupaten Sikka Wakili Indonesia Raih Perunggu di IJSO Rusia

Sabtu, 6 Des 2025 - 03:26 WITA