MAUMERE-TAJUKNTT- Suasana duka menyelimuti Kampung Romanduru, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, saat jenazah STN (14), siswi SMP MBC Ohe, dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya pada Selasa (24/2/2026) pagi.
Kematian remaja yang ditemukan di pinggir kali di Dusun Woloklereng, Desa Rubit pada Senin (23/2) siang ini menyisakan luka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi pihak keluarga.
Prosesi pemakaman yang berlangsung di halaman kediaman orang tua korban tersebut tidak hanya diwarnai isak tangis rekan sekolah dan kerabat, tetapi juga kekentalan tradisi setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, saat jenazah tiba di rumah duka, keluarga menggelar upacara adat Roni Pulu Kleleng. Upacara adat ini sebagai “tanda pembersihan” sebelum jenazah dibawah masuk ke dalam rumah. Pembersihan itu juga dimaknai agar kejadian naas ini tidak terulang lagi.
Sementara saat pemakaman berlangsung, Tetua adat setempat melantunkan syair-syair sakral yang menggema di tengah kerumunan warga. Ritual ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan sebuah simbol pencarian keadilan secara spiritual.
“Upacara ini kami lakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir, sekaligus cara kami mencari keadilan atas kematian anak kami yang kami anggap tidak wajar,” ujar Eman Mula salah satu perwakilan keluarga korban.
Penemuan jasad S. T. N di area sungai pada Senin siang memang memicu kecurigaan publik. Kondisi korban saat ditemukan dinilai tidak lazim, sehingga keluarga memutuskan untuk menempuh jalur hukum sekaligus menjalankan ritual adat.
Sementara itu, Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret, berharap polisi Polres Sikka bekerja cepat untuk mengungkap penyebab kematian tak wajar yang menimpa salah satu warga S.T.N. Hingga hari ini, keluarga belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kematian korban, apakah dibunuh? atau ada penyebab lainnya.
“Kami juga berharap kepada awak media untuk turut mengawal proses hukum yang tengah berlangsung, ” ugkap Polikarpus Heret di Polsek Kewapante, Rabu (25/2/2026) siang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.









