Home / NTT

Tanaman Jagung Beni Sebar Penangkar di Desa Magepanda Lolos Uji Petik, Kepala PSB NTT Minta PBT Segera Proses Administrasi

- Reporter

Friday, 23 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pit Paji-saat mendapingi Tim UPTD PSB Dinas Pertanian Provinsi NTT melakukan uji petik lapangan.

Pit Paji-saat mendapingi Tim UPTD PSB Dinas Pertanian Provinsi NTT melakukan uji petik lapangan.

MAUMERE-tajukntt, Tanaman jagung untuk kebutuhan benih sebar yang di produksi oleh Pit Paji, seorang petani penangkar benih di Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda akhirnya dinyatakan lolos uji petik lapangan oleh UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih (PSB) Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya, tanaman jagung yang dikembangkan Pit Paji untuk kebutuhan benih sebar pada lahan seluas 3,5 hektar di wilayah Kecamatan Magepanda itu sempat dihentikan oleh Petugas Benih Tanaman (PBT) di Sikka dengan alasan tidak memenuhi syarat qualifikasi. Pit Paji selaku penangkar pun keberatan atas penghentian sepihak oleh PBT yang hanya disampaikan melalui pesan Whatsapp.

Dalam mediasi bersama PBT yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Sikka, Pit Paji sempat meminta agar PBT dan pihak Dinas Pertanian Sikka selaku Pembina turun bersama membuktikan kembali kondisi tanaman jagung pasca penanganan, namun permintaanya ditolak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantaran itu, pada 12/10/2026, Pit Paji didampingi Kuasa Hukumnya, Viktor Nekur, SH., dari Orin Bao Law Office mengajukan keberatan secara terbuka melalui media, dan meminta agar pihak UPTD PSB Dinas Pertanian Provinsi NTT turun ke Sikka melihat kondisi di lapangan sekaligus membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Keberatan tersebut juga ia tujukan kepada Gubernur NTT.

Terima Kasih Kepala UPTD PSB dan Bapak Gubernur NTT

Pit Paji bersama Viktor Nekur, SH.

Pit Paji, didampingi kuasa hukumnya, Viktor Nekur, SH., kepada media, Jumat, 23/10/2026 menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala UPTD PSB Dinas Pertanian Provinsi, Ir. Antonetha Magdalena (Loni, red) bersama petugas laboratorium mutu benih UPTD PSB yang dengan cepat telah merespon keberatannya dengan turun langsung melakukan uji petik di lahan tanaman jagung miliknya.

Pit Paji menjelaskan, tiga hari setelah keberatan terbuka ia sampaikan, tepatnya pada tanggal 15/10/2026, Ibu Loni selaku Kepala UPTD PSB Dinas Pertanian Provinsi NTT bersama petugas lab dan petugas PBT Sikka langsung turun ke lokasi yakni di Desa Duli dan di Ijura, Magepanda. Setelah melakukan uji petik lapangan, tanaman jagung miliknya dinyatakan lolos.

“Setelah itu, Ibu Loni memerintahkan kepada petugas PBT Sikka untuk segera memproses administrasi. Terhadap ini, saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Loni yang gerak cepat merespon keluhan saya sebagai petani penangkar. Terima kasih juga kepada Bapak Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena. Bagi kami petani penangkar, usaha benih adalah hidup kami. Meskipun benih itu kecil, tetapi indah dan menjanjikan harapan,” ujarnya.

Tindak Lanjuti Rekomendasi Kepala UPTD PSB  

Senada dengan Pit Paji, Viktor Nekur, SH., selaku kuasa hukum juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala UPTD PSB Dinas Pertanian Provinsi yang telah merespon keberatan kliennya.

Ia berharap agar petugas PBT di Kabupaten Sikka untuk segera menindaklanjuti perintah Kepala UPTD PSB Dinas Pertanian Provinsi NTT untuk memproses administrasi untuk sertifikasi kelayakan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Kepala UPTD PSB Dinas Pertanian Provinsi NTT bersama tim yang sudah turun ke lokasi melakukan uji petik. Dan produksi jagung benih sebar klien kami dinyatakan layak. Kami juga sampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur NTT yang telah merespon kami,” ujarnya.

Ia juga mendesak agar rekomendasi kepala UPTD PSB Dinas Pertanian NTT terkait dokumen administrasi segera ditindaklanjuti oleh petugas PBT Sikka sesuai SOP. “Memang Pak Pit Paji sudah diminta untuk segera panen, tetapi belum bisa dilakukan sebelum dokumen administrasi kami terima. Kami minta agar segera di proses sebab kalau makin lama dibiarkan dan belum dipanen oleh karena dokumen administrasinya belum kami terima, maka dikuatirkan akan berdampak pada kualitas benih panenanya,” tegasnya.

 

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usaha Benih Jagung Dihentikan Sepihak oleh Petugas PBT, Penangkar di Sikka Merugi Puluhan Juta
Plan Indonesia dan Pemkab Nagekeo Perkuat Perlindungan Warga Pascagempa
Penuhi Perintah Prabowo Subianto, KMP Inerie II Akhirnya Bersandar di Pulau Palu’e
El Niño Melanda Teka Iku, DPRD Sikka Desak BPBD Kirim Air Bersih
PSSI Kabupaten Sikka Bagi Bola Kaki untuk Anak Sekolah Terdampak Gempa
Hari Pertama Sekolah, Bupati Sikka Lakukan Trauma Healing Siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang
18.833 Warga Sikka Masih Mengungsi, Kecamatan Talibura Terbanyak Dibanding Palu’e
BNI Cabang Maumere Salurkan Bantuan Kepada Korban Gempa di Palu’e
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 23 October 2026 - 02:46 WITA

Tanaman Jagung Beni Sebar Penangkar di Desa Magepanda Lolos Uji Petik, Kepala PSB NTT Minta PBT Segera Proses Administrasi

Monday, 12 October 2026 - 14:22 WITA

Usaha Benih Jagung Dihentikan Sepihak oleh Petugas PBT, Penangkar di Sikka Merugi Puluhan Juta

Friday, 18 September 2026 - 01:23 WITA

Plan Indonesia dan Pemkab Nagekeo Perkuat Perlindungan Warga Pascagempa

Sunday, 13 September 2026 - 08:26 WITA

Penuhi Perintah Prabowo Subianto, KMP Inerie II Akhirnya Bersandar di Pulau Palu’e

Wednesday, 9 September 2026 - 13:03 WITA

El Niño Melanda Teka Iku, DPRD Sikka Desak BPBD Kirim Air Bersih

Berita Terbaru