MAUMERE-TAJUKNTT-Suasana kerja rutin pemasangan jaringan internet berubah menjadi duka mendalam.YA (18 tahun), seorang teknisi Indihome, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat listrik saat menjalankan tugasnya di Desa Blatatatin, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Rabu (11/3/2026) pagi.
Menurut penuturan warga setempat, Hendi, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WITA. Korban YA saat itu tengah bekerja bersama dua rekannya untuk memasang jaringan Wifi di Kantor Desa Blatatatin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian bermula ketika korban mencoba memindahkan tangga aluminium yang sedang disetel dalam posisi memanjang melampaui atap rumah. Diduga karena posisi kabel listrik PLN bertegangan tinggi di lokasi tersebut cukup rendah atau kendur, tangga aluminium yang bersifat konduktor itu menyentuh kabel listrik.
“Jarak kabel listrik dengan atap memang tidak terlalu jauh. Kemungkinan korban ingin memindahkan tangga, namun tanpa sengaja mengenai kabel listrik yang kendur. Sengatan langsung menyambar lewat tangga tersebut,” ungkap Hendi.
Sesaat setelah kejadian, korban langsung jatuh pingsan di lokasi. Rekan-rekan korban dibantu warga sekitar segera melakukan upaya pertolongan pertama. Mengingat kondisi korban yang kritis dan tidak sadarkan diri, warga memberhentikan sebuah mobil pick-up yang melintas untuk melarikan korban ke Rumah Sakit St.Gabriel Kewapante. Namun, nasib berkata lain, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Rekan kerja korban, T, membeberkan kronologi saat mereka tengah berupaya merampungkan pesanan pemasangan jaringan di area tersebut. Peristiwa ini bermula ketika tim kerja yang terdiri dari tiga orang, termasuk YA dan T, mendapatkan tugas instalasi di Kantor Desa Blatatatin serta satu rumah warga setempat. Tugas awal berjalan lancar saat YA menaiki tangga ke tiang penyangga untuk menghubungkan kabel hitam (Drop Core) ke kotak terminal ODP (Optical Distribution Point).
Setelah menyelesaikan pengikatan kabel pada tiang pertama, tim harus menyesuaikan kabel agar bisa masuk ke area perkantoran. Namun, kontur bangunan kantor desa yang memiliki fondasi tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi para teknisi dalam memposisikan tangga.
T menuturkan bahwa saat itu ia sedang menjaga kabel agar tidak mengganggu lalu lintas, sementara YA berusaha memindahkan tangga untuk mencari posisi ikat yang lebih aman.
“Saya pegang kabelnya supaya tidak terhalang dengan kendaraan yang lewat. Dia juga naik di sebelahnya saya bawa dengan tangga mau taruh di seng depan kantor desa, mau naik ke atas supaya kabel ikat di atas baru tarik ke bawah ruangan,” jelas T, Jumat (13/3/2026).
Keputusan untuk memindahkan tangga diambil setelah rekan lainnya merasa posisi tangga sebelumnya terlalu tinggi dan berisiko. Saat YA hendak menggeser tangga aluminium tersebut ke area yang lebih rendah, ujung tangga diduga menyentuh kabel listrik PLN yang melintang di dekat lokasi.
“Teman satunya bilang ‘Ade tangga sampai kah? Karena kondisi di situ tinggi dan tidak memungkinkan.’ Teman saya bilang pindah ke sini saja agak rendah. Saat dia pindah, mau kasih turun tangga, tidak sampai kasih turun habis, saat angkat tangga itu yang kemungkinan terkena setrum listrik,” ungkap T dengan nada bergetar.
Kejadian berlangsung sangat cepat. T yang sedang fokus pada kabel, kaget saat melihat rekannya sudah tergeletak di tanah.
“Tiba-tiba saya toleh begini, dia sudah terlentang di bawah dan langsung tidak sadarkan diri,” tambahnya.
Melihat kondisi YA yang kritis, rekan-rekan korban segera melarikannya ke RS Kewapante. Tim medis telah melakukan upaya maksimal, termasuk menggunakan alat pacu jantung untuk mengembalikan denyut nadi korban. Namun, takdir berkata lain; YA dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Kepergian YA menyisakan luka mendalam bagi keluarga besarnya di Desa Nelle Lorang, Kecamatan Nelle. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, sosok YA dikenal sebagai pemuda pekerja keras. Kini, kedua orang tua dan dua kakaknya harus merelakan kepergian putra bungsu mereka yang tewas saat tengah berjuang mencari nafkah.










